Ormawa Undana Pilih Pengurus Baru – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Ormawa Undana Pilih Pengurus Baru

PENGURUS ORMAWA. Pengurus Ormawa Undana periode 2017 pose bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Simon Sabon Ola di sela-sela pembukaan rapat anggota pemilihan pengurus baru tahun 2018.

HUMAS UNDANA FOR TIMEX

Wakil Rektor Sampaikan Sejumlah Pesan

KUPANG, TIMEX-Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar rapat anggota tahun 2018 menjelang pemilihan Badan Pengurus (BP) baru tahun 2018. Hal ini menyusul masa bhakti badan pengurus lama tahun 2017 akan berakhir.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Simon Sabon Ola, M.Hum saat membuka rapat di Aula Lantai Tiga Rektorat Undana, Jumat (26/1), menyampaikan beberapa pesan kepada BP maupun anggota BLM, termasuk menyampaikan persyaratan calon pimpinan BLM tahun 2018.
Beberapa pesan yang disampaikan Prof. Simon Ola antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun BLM merupakan ormawa yang sangat strategis dan istimewa. Sehingga tepat untuk membangun jiwa kepemimpinan, belajar menjadi diri sendiri dan mandiri. Dikatakan, BLM juga ditakuti dan diperhitungkan dalam hal pembangunan bangsa.
“Menjadi pemimpin, minimal bisa memimpin diri sendiri agar tidak terjebak dan tergilas dengan kemajuan teknologi,” ujarnya.
Kedua, meski BEM-BLM merupakan ormawa yang diperhitungkan, bukan berarti kedua orwama ini bebas membuat kritik, huru-hara dan demonstrasi. “Gunakan wadah ini untuk membangun perencanaan strategis kepada BEM agar dieksekusi demi kepentingan mahasiswa,” ujarnya.
Ketiga, lanjut Prof. Simon Ola, BEM-BLM harus mereformasi fungsi dan peran, termasuk semua kegiatan kemahasiswaan harus sepengetahuan BEM-BLM. “BEM-BLM harus mampu mengorganisir dan mengkoordinasikan semua kegiatan kemahasiswaan. Sesama badan pengurus maupun angota harus saling menghargai,” tegasnya. Keempat, semua anggota BEM-BLM agar mengikuti Koperasi Mahasiswa (Kopma). “Jangan saat susah, seperti kesulitan membayar registrasi, datang menangis dan mengemis, kemudian setelah mendapat uang yang dipinjam tiba-tiba kabur dan tidak dikembalikan,” tandasnya sambil mengisahkan pengalaman beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, Prof. Simon Ola juga menyampaikan sejumlah persyaratan calon terkait pemilihan ketua maupun badan pengurus BLM lainnya. Yakni harus bersih dari aspek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta primordialisme. “BEM-BLM ini masih relatif bersih karena idealisme. Karena itu, dalam pemilihan jangan ada KKN dan isu primordial baik calon itu dari Amfoang, Sabu Raijua atau Atambua, pilih saja,” ujarnya.
Selain itu, calon ketua dan pengurus lainnya tidak boleh semester tujuh ke atas. Sangat disarankan semester lima. “Jangan berapriori bahwa yang semester lima kurang mampu, pasti ada yang mampu,” ujarnya. Dia juga berharap calon ketua sebaiknya dilakukan dengan cara roling ke setiap fakultas. “Ini agar semua fakultas bisa mendapat jatah di BEM-BLM, kalau tidak sampai dunia kiamat juga fakultas yang sama akan memimpin kedua ormawa ini,” tegasnya.
Dia juga minta BEM-BLM harus dihuni orang-orang yang berprestasi dan berelasi baik, apalagi ketua. Karena itu, calon ketua tidak saja memiliki kemampuan berbicara dan memiliki jaringan yang luas, tetapi memiliki kemampuan akademik yang dibuktikan dengan Indeks Predikat Komulatif (IPK). “Nanti kalau sedang bicara, bisa saja orang akan mengatakan, bicara tetapi IPK kecil. Dari 29 ribuan lebih mahasiswa di Undana, saya yakin ada mahasiswa berprestasi yang akan jadi calon ketua BLM. Karena akan menentukan nama baik BLM maupun Undana,” sebutnya.
Jika anggota telah memilih calon ketua, dua nama harus diserahkan kepada Rektor maupun Wakil Rektor III. Rektor maupun Wakil Rektor III akan memutuskan dan menentukan siapa yang layak memimpin BLM. “Sesungguhnya ini merupakan bagian dari kontrol dan demokrasi yang terbuka, bukan kami datangkan ketua baru, tetapi ketua hasil pemilihan dari semua anggota BLM yang akan kami putuskan untuk memimpin BLM Undana,” tandasnya.
Sementara Ketua BLM Undana, Desmon Lenggu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Prof. Simon Ola selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Undana. “Terima kasih karena selama ini telah memberi arahan, masukan dan kontrol bagi BLM maupun BEM Undana,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kerja sama para BP BLM periode 2017. Ia juga menyampaikan permohonan maaf, jika selama kepemimpinannya belum memberikan yang terbaik bagi BLM. Dirinya berharap agar rapat anggota pemilihan badan pengurus baru bisa berjalan dengan baik dan ormawa BLM semakin baik.
Pengurus BLM masa bhakti 2017 yang akan diganti adalah Desmon Lenggu (Ketua dari Fakultas Pertanian), Admin K. Praing (Wakil Ketua dari Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Griski Adu (Fakultas Kesehatan Masyarakat). (*/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!