Sejahterakan Rakyat, Esthon-Chris Lanjutkan Anggur Merah – Timor Express

Timor Express

SUKSESI

Sejahterakan Rakyat, Esthon-Chris Lanjutkan Anggur Merah

POSE BERSAMA. Bakal Calon Gubernur Esthon Foenay, bersama pengurus DPD HIPMI NTT di Sonaf Pola usai pertemuan, Senin (29/1)

IST

Disampaikan Saat Terima Kunjungan DPD HIPMI NTT

KUPANG, TIMEX-Jajaran pengurus DPD HIPMI NTT HIPMI NTT periode 2017-2020 bakal mengundang seluruh bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk hadir dan menjadi narasumber dalam pelantikan DPD HIPMI NTT, 13 Februari 2018 nanti.

Terkait maksud tersebut, DPD HIPMI NTT melakukan silaturahmi dengan para bakal calon. Salah satunya dengan Bakal Calon Gubernur Esthon L. Foenay, di Sonaf Pola, Kelurahan Oepura, Senin (29/1). Rombongan HIPMI NTT dipimpin langsung Ketua Umumnya, Arthur Lay, didampingi sejumlah pengurus, diantaranya dr. Christian Widodo, Iksan Darwis dan lainnya.

“Kita sekadar bersilahturahmi dengan Pak Esthon, dan mengundang beliau untuk hadir dalam pelantikan HIPMI bulan Februari nanti,” terang dr. Christian Widodo kepada koran ini kemarin. “Bukan hanya dengan Pak Esthon, kita juga akan bertemu dan para bakal calon lainnya dan juga jajaran Forkompimda NTT. Keempat pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur akan kita undang hadir nantinya, sekaligus menjadi narasumber,” imbuhnya.

Sementara itu, Esthon Foenay dalam perbincangan dengan pengurus HIPMI NTT, mengatakan berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, dirinya bersama Christian Rotok, jika dipercaya masyarakat, tetap akan melanjutkan program Anggaran untuk rakyat menuju sejahtera (Anggur Merah). “Program Anggur merah tetap harus dilanjutkan, tapi akan evaluasi terlebih dahulu, mana akar masalahnya,” kata Esthon.

Esthon mengatakan, tujuh gubernur dan 1 penjabat gubernur yang telah memimpin NTT, telah meletakan dasar-dasar pembangunan yang bagus, sehingga siapapun yang terpilih pada Pilgub NTT 2018, wajib melanjutkan.

Menurut Esthon, minimnya pendapatan asli daerah (PAD) hampir merata terjadi disemua kabupaten/kota di NTT. “PAD provinsi baru sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. Sedangkan kabupaten/kota yang memiliki PAD di atas Rp 100 miliar baru Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Manggarai dan Manggarai Barat,” bebernya.

Selain itu, ada juga tiga kabupaten dengan PAD terendah yakni Sabu Raijua, Sumba Tengah dan Nagekeo. “Ketiganya merupakan kabupaten pemekaran. Sementara kabupaten lainnya masih berada di bawah Rp 100 miliar,” beber Wakil Gubernur NTT periode 2008-2013 ini.

Dengan kondisi PAD yang terbatas seperti itu, lanjut Esthon, sirkulasi perekonomian NTT membutuhkan subsidi dari pemeribtah pusat. “Yang perlu dilakukan adalah menggali potensi daerah untuk bisa mendongkrak PAD, apalagi potensi perekonomian NTT cukup besar,” ungkapnya.

Esthon dalam kesempatan tersebut mengajak HIPMI untuk bersama pemerintah memajukan daerah ini, dan setiap investor yang datang ke NTT harus mau bersinergi dengan pengusaha lokal, dan berkoordinasi dengan HIPMI. (rum)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!