Komit Tuntaskan Masalah PDPT – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Komit Tuntaskan Masalah PDPT

SELESAIKAN MASALAH. Rektor Undana Prof. Fredrik L. Benu (kedua dari kiri) bersama tim dari Kemenristekdikti saat sosoalisasi tentang PDPT di Undana, Rabu (31/1).

HUMAS UNDANA FOR TIMEX

Oleh Undana-Tim Kemenristekditi
204 Dosen Undana Tercatat Masih S1

KUPANG, TIMEX-Alumni Universitas Nusa Cendana (Undana) angkatan 2002-2017 kini boleh bernapas legah. Pasalnya Undana bersama Tim dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah data alumni serta mahasiswa Undana di Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Kemenristekdikti.

Sebagai bentuk keseriusan Undana dalam menyelesaikan persoalan ini, Rabu (31/1), pihak Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) Undana menghadirkan tim dari Kemenristekdikti. Diantaranya David Aulia Akbar Adhieputra (Kasubdit Pengelolaan PDPT Kemenristekdikti) dan Franova Herdiyanto (Kasubbid Pengelolaan dan Publikasi PDPT Kemenristekdikti). Keduanya diundang untuk menyampaikan materi dalam Workshop dan Asistensi Pelaporan PDPT yang digelar di Ruang Teater Lantai Tiga Rektorat, Undana Penfui.

Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph.D saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, masalah PDPT yang kini dialami Undana, juga dialami PT lain. Khusus di Undana, masalah PDPT muncul menyusul adanya pemindahan pelayanan ke sistem online atau paperless.

Ia mengatakan, koordinasi dari tingkat bawah dengan tingkat rektorat belum berjalan dengan baik terkait dengan Siakad yang dibangun Undana. Ia mengaku, data kemahasiswaan Undana memang belum rampung, ada sekitar lima ribu mahasiswa yang belum tercatat di PDPT. Karena itu, ia meminta agar semua pihak bisa mendorong mahasiswa maupun alumni agar melengkapi data dan memasukan data sesuai petunjuk para operator.

Menurut Fred, ada beberapa persoalan yang sangat kompleks. Salah satunya adalah ada mahasiswa yang saat mendaftar nama di program studi lain, tetapi berdasarkan kesepakatan dengan dosen atau pimpinan di tingkat fakultas, mahasiswa tersebut kuliah di program studi lain. Ia juga menyoroti pelayanan jaringan wifi di Undana yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3 miliar per tahun. Dia meminta PT. Telkomsel agar bekerja dengan baik sehingga pelayanan jaringan wifi bisa tersedia di Undana. Sebab hal ini juga merupakan salah satu komponen penilaian Kemenristekdikti guna peningkatan status akreditasi Undana dari B ke A.

David Aulia dalam paparanya mengatakan, masalah Undana juga dialami beberapa universitas di Indonesia. Masalah ini sebenarnya butuh kedisiplinan dan komitmen dari pimpinan dalam membangun tatakelola data berdasarkan landasan hukum. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan sistem atau aplikasi dan mempersiapkan SDM untuk mengoperasikan aplikasi yang telah dibuat dalam sistem.

Selanjutnya David Aulia Akbar Adhieputra dalam paparannya mengatakan, PDPT bukan hanya soal data mahasiswa saja, tetapi bagaimana mengintegrasikan data dengan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi penyelewengan data mahasiswa.

“Di sana kita bisa deteksi riwayat mahasiswa termasuk riwayat kriminalnya dan Dukcapil telah berjanji untuk membantu dalam memetakan data,” paparnya.

David menambahkan, tak hanya data mahasiswa, tetapi data dosen juga perlu diintegrasikan dengan data PDPT untuk kepentingan kenaikan pangkat, jabatan, golongan dan lainnya. Ironisnya, kata dia, dosen sering meminta datanya diperbaharui (update), tetapi dosen tersebut tidak memasukan data aktivitas terbarunya kepada para operator.

Menurut David, Kemenristekdikti telah mengeluarkan surat edaran dalam rangka penyusunan data mahasiswa maupun dosen di PDPT. Namun, persepsi setiap universitas bisa berbeda-beda, sehingga eksekusi di tingkat bawah juga tidak berjalan dengan baik. Untuk itu, ia meminta kepada para operator unit kerja masing-masing di lingkungan Undana agar melihat alur penyusunan data, dimana salah satunya adalah satu server PDPT bisa diketahui oleh internal kampus.

Ia menilai sistem akademik (Siakad) yang dibangun Undana perlu diintegrasikan dengan PDPT. Adapun beberapa data yang ada di PDPT, yaitu data mahasiswa regular, non regular, jumlah mahasiswa, mahasiswa transfer, mahasiswa dengan status drop out (DO/dikeluarkan), jumlah lulusan, dan lainnya. Begitu juga dengan data-data dosen.

Sementara Franova Herdiyanto dalam paparannya tentang kondisi data mahasiswa dan dosen Undana di PDPT, menyebutkan, ada 14 ribu mahasiswa yang tercatat di PDPT dari 28 ribu lebih mahasiswa Undana. Artinya, ada sekitar 14 ribu lebih mahasiswa belum terdaftar di PDPT.

Secara keseluruhan, kata dia, ada sekitar 897 dosen, termasuk yang ber-IDN, NIDK, NIP. Ironisnya, meski pihak Undana mengklaim tidak memiliki dosen S1, namun yang tercatat di PDPT ada sekitar 204 dosen yang masih S1. Termasuk di dalamnya ada salah satu Profesor yang juga tercatat di PDPT sebagai dosen S1. Menurutnya, masalah itu muncul karena data-data yang ada kurang diperbaharui oleh dosen yang bersangkutan. Ia berharap, ke depan tidak terjadi seperti itu, agar data dosen maupun mahasiswa bisa tercatat secara jelas di Siakad maupun di PDPT.

Franova menerangkan, lulusan tahun sebelumnya hingga 2001 tidak perlu datang dan mencari data kemahasiswaannya di PDPT. Sebab, Kemenritekdikti hanya mencatat data kemahasiswaan dari tahun 2002 hingga sekarang. Dengan demikian, jika yang bersangkutan memerlukan data untuk kepentingan kenaikan pangkat, mendapat tunjangan dan lainnya bisa langsung menghubungi kampus untuk mengetahui keabsahannya.

“Jadi kehadiran kami di Undana ini untuk membantu dan menyelesaikan masalah PDPT secara khusus supaya bisa tuntas. Tentu kami berharap bahwa dua bulan ke depan dengan bantuan para IT Undana bisa berkolaborasi dengan kami dan juga kerja sama para operator di tingkat unit untuk menyelesaikan masalah PD Dikti,” katanya. (tom/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!