PPDP Palsukan Tanda Tangan – Timor Express

Timor Express

PILKADA

PPDP Palsukan Tanda Tangan

Temuan Panwaslu Kota Kupang

KUPANG, TIMEX–Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) masih berlangsung. Namun, Panwaslu Kota Kupang menemukan fakta ada PPDP yang bekerja tak profesional.
Fakta ini ditemukan ketika Panwaslu melakukan pengawasan terhadap PPDP di sejumlah kelurahan. Anggota Panwaslu Kota Kupang, Susi Kanaha kepada wartawan Kamis (1/2) mengatakan pihaknya menemukan ada PPDP yang tidak lakukan coklit. Petugas hanya menyalin dari Form A.KWK yang berisi data pemilih. Kemudian memalsukan tanda tangan kepala keluarga.
“Kita temukan PPDP ternyata tidak coklit dan tanda tangan kepala keluarga dipalsukan,” kata Susi. Hal ini pun telah dilaporkan kepada KPU Kota Kupang untuk ditindakanjuti.
Juru Bicara KPU Kota Kupang, Daniel Ratu pun mengaku sudah mendapat laporan tersebut. KPU Kota Kupang akan segera menindaklanjuti persoalan ini, sehingga data pemilih yang tercatat benar-benar akurat. Tidak boleh ada pemilih yang tidak terdata.
Sementara itu, Ketua Divisi Teknis KPU NTT, Thomas Dohu menjelaskan ketika melakukan Coklit dan pemilik rumah tidak ada atau rumah dalam keadaan kosong, maka PPDP harus kembali lagi ke rumah tersebut. Petugas harus memastikan bahwa tidak ada rumah yang terlewatkan.
Thomas melarang PPDP hanya mendata dari sekretariat atau mengetahui dari orang lain, tetangga dan sebagainya. Namun harus bertatap muka dan menandatangani formulir.
“Harus bertemu langsung pemilik rumah. Kemudian dicatat apabila ada penghuni yang memang wajib pilih. Ada anggota TNI/Polri juga dicatat. Ada disabilitas juga dicatat,” kata Thomas.
Proses coklit sendiri masih terus berlangsung hingga 18 Februari nanti. Menurut Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, coklit merupakan gerakan nasional dan dilakukan di seluruh Indonesia. Gerakan ini bertujuan agar tidak ada pemilih yang tidak terdata. “Setiap hari petugas melakukan pendataan dan berlangsung sampai 18 Februari 2018,” kata Maryanti.
Sementara itu, petugas yang harus mencocokan data pemilih ini harus melakukan pencocokan terhadap 3,7 juta pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS) yang tersebar di seluruh NTT. Jumlah pemilih ini mengalami kenaikan sebanyak 570 ribu orang.
Data sementara untuk jumlah pemilih yakni 3.774.006 pemilih. Jumlah ini terdiri dari laki-laki sebanyak 1.863.024 pemilih dan perempuan 1.910.982 pemilih.
Selanjutnya, berdasarkan data KPU, jumlah pemilih pemula sebanyak 369.664 orang. Rinciannya laki-laki sebanyak 190.218 orang dan perempuan 179.369 orang.
Dari jumlah pemilih sementara ini, terdapat kenaikan yang cukup siginifikan dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir, yakni hanya 3.203.525 pemilih. Total kenaikan jumlah pemilih yakni 570.481 orang. Atau meningkat 15 persen dari DPT pemilu terakhir.
Komisioner KPU NTT, Theresia Siti, belum lama ini menjelaskan data pemilih ini masih akan dimutakhirkan oleh KPPS dan PPDP dalam tahapan coklit. Tahapan ini dimulai 20 Januari sampai 18 Februari mendatang. “KPPS dan PPDP akan melakukan coklit serentak, dengan jumlah yang harus dicoklit per hari ada lima rumah. Jadi dalam satu rumah bisa pemilihnya lebih dari satu orang,” kata Theresia.
Ia mengatakan, KPU menargetkan setiap hari minimal lima rumah yang dicoklit. “Masyarakat silakan menyiapkan data-data kependudukannya supaya petugas bisa mendata. Siapkan e-KTP, kartu keluarga atau surat keterangan dari Dispenduk setempat. Tiga dokumen ini dibutuhkan dalam coklit yang dilakukan mulai 20 Januari sampai 18 Februari,” jelas Theresia.
Theresia menambahkan, jumlah pemilih pada Pilkada 2018 meningkat dibandingkan DPT pemilu terakhir (tahun 2014), yakni sebanyak 3.203.525 pemilih. Data ini merupakan DPS hasil sinkronisasi daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diberikan Kemendagri. “Dokumen ini juga diunduh KPU kabupaten/kota untuk menjadi database untuk dilakukan coklit dari rumah ke rumah,” kata Theresia.
Anggota Bawaslu Provinsi NTT, Jemris Fointuna berharap tahapan coklit ini berjalan dengan baik. Dengan demikian, pada pilkada serentak 2018 ini, tidak ada lagi pemilih yang tidak terdata.
“Kita berharap petugas bekerja dengan baik sehingga semua warga yang punya hak pilih bisa terdata. Kita harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada kali ini,” jelas Jemris. (sam/ito)

 

TUGAS COKLIT PPDP

1. Melakukan Coklit terhadap 3.774.006 pemilih.
2. Dilakukan selama 30 hari (20/1-18/2).
3. Per hari minimal lima rumah.
4. Wajib mendatangi setiap rumah.
5. Yang diverifikasi e-KTP, KK/Suket dari Dispenduk



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!