Guru Harus Tanamkan Pendidikan Karakter – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Guru Harus Tanamkan Pendidikan Karakter

UNTUK GURU BUDI. Mahasiswa dan Pihak Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) mengadakan penggalangan dana dan doa bersama untuk guru Budi yang meninggal dianiaya muridnya sendiri di Sampang Madura. Acara doa yang diadakan digedung Sasana Budaya UM, Kamis (8/2) ini juga sebagai bentuk solidaritas satu almamater tempat guru Budi pernah menjadi mahasiswa UM.

RUBIANTO/RADAR MALANG

JAKARTA, TIMEX–Setelah peristiwa tewasnya seorang guru di tangan muridnya, sebuah game online mendadak jadi perbincangan di media sosial. Betapa tidak, dalam games tersebut mengajarkan seorang murid untuk memukul guru. Kondisi ini pun harus mendapat perhatian dari semua pihak. Terkhusus bagi para guru, diharapkan dapat menjadi sahabat bagi anak.
“Aplikasi seperti ini membahayakan. Karena saat anak bermain apalagi dengan sangat fokus ditambah adanya perasaan atau emosi tertentu, tanpa disadari data kekerasan itu masuk ke dalam pikiran si anak,” ujar Yanah Sucintani, CCH Hipnoterapis Klinis pada INDOPOS (Grup Timex), Kamis (8/2).

Menurutnya, guru ‘zaman now’ itu harus bisa jadi sahabat anak. Memahami karakter anak dengan usianya dan membimbing anak dengan tulus. Dari sisi orangtua juga, lanjut Yanah, harus memberi perhatian yang cukup ke anak. Pasalnya, anak yang kurang perhatian di keluarga mencari perhatian ke guru di sekolah. Sedangkan guru tidak mampu memberikan yang dibutuhkan anak, maka terjadilah “Selisih paham” dengan guru.

“Nah, pelajar sendiri sebenarnya kan korban bentukan orangtuanya, jadi bagaimana orangtuanya membentuk dia mencerminkan seberapa tangguh si anak mampu antisipasi terhadap kekerasan seperti ini,” jelas Yanah.

Kasudin Pendidikan 1, Jakarta Selatan, M. Roji menuturkan, terkait aplikasi game tersebut. Dia belum pernah melihat, apalagi mencoba dan menginstalnya. Jika melihat konten isi dan petunjuk dari game tersebut, sangat berbahaya untuk dunia pendidikan. “Game tersebut di buat untuk menyerang guru. Tentu dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Roji menambahkan, antisipasi yang harus dilakukan adalah dengan menanamkan pendidikan karakter. Yakni dengan mendidik siswa menjadi anak yang bertanggung jawab. “Disiplin dan jujur,” tukasnya.

Herdi, seorang pelajar SMPN kelas 2 di Jakarta, menuturkan, meski belum tahu ada aplikasi game yang syarat dengan kekerasan. Namun hal tersebut tidak akan dia buka atau download. Karena tidak baik dan tidak jelas. “Itu tidak baik dan tidak patut dicontoh. Kita pelajar juga harus tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik,” ujar dia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sopan Adrianto tidak dapat dikonfirmasi terkait aplikasi games yang diduga sangat berbahaya bagi dunia pendidikan tersebut. (ibl/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!