Naskah Akademik Ranperda Olahraga Perlu Disempurnakan – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Naskah Akademik Ranperda Olahraga Perlu Disempurnakan

DISKUSI. Suasana rapat Komisi V yang dipimpin Ketua Komisi Jimmi Sianto saat membahas draf naskah akademi Ranperda olahraga oleh tim pakar di ruang rapat Komisi V, kamis (8/2) kemarin.

RUDY MANDALLING/TIMEX

Libatkan juga Pakar Hukum, Kezehatan dan Gizi

KUPANG,TIMEX – Komisi V DPRD NTT mulai fokus menuntaskan pembahasan ranperda olahraga, agar dalam masa sidang tahun ini Perda olahraga bisa segera di selesaikan.

Kamis (8/2) kemarin, Komisi V bersama Dispora NTT mendengarkan pemaparan dari tim pakar, Dr. Johni Lumba tentang draf rancangan naskah akademik Ranperda olahraga, dalam rapat komisi di ruang rapat komisi V.

Rapat komisi tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi V, Jimmi Sianto didampingi 3 anggota Komisi V diantaranya Anwar Hajral, Alex Ena dan Maxi Adipati Pari. Sedangkan dari Dispora NTT tampak hadir Kadispora NTT, Nahor Talan, Sekeretaris Dispora Lambert Tukan, Kabid Pembudayaan Olahraga Frans Sales, Kepala UPT GOR Willem Enga. Hadir juga kabid Pemuda, serta sejumlah Kasi, diantaranya George Hadjoh serta Hermensen Ballo dan lainnya.

Draf naskah akademik yang dipaparkan Dr. Johni Lumba dalam rapat tersebut, merupakan kajian teoritis yang didukung sejumlah alasan dan masalah yang mendukung lahirnya Perda olahraga.

Dalam kajian tersebut, ada berbagai aspek yang menjadi perhatian dalam kaitannya dengan pembentukan Perda olahraga seperti kesehatan, prestasi, rehabilitasi olahraga, serta kesejahteraan sosial dan pariwisata.

Dalam naskah akademi tersebut juga dipaparkan oleh Dr. Johni Lumba masalah-masalah yang berkaitan dengan olahraga yang dijadikan landasan yang kuat.

Dalam diskusi yang dilakukan dengan anggota Komisi V maupun dengan Dispora NTT, hampir semua tidak memberikan tanggapan terkait paparan naskah yang di sampaikan, namun lebih banyak memberikan usul saran untuk menyempurnakan lagi naskah akademik tersebut.
Anwar Hajral misalnya, mengatakan bahwa naskah akademik ini merupakan naskah ilmiah yang tentunya di hasilkan melalui prosedur penelitian, dan juga tentunya kajian hukum, karena mengatur tingkah laku manusia, walau dalam perspektif olahraga.

“Saya mengusulkan, selain pakar olahraga, ada baiknya dalam penyusunan naskah akademik ini juga melibatkan pakar dari ilmu lainnya seperti pakar dari ilmu hukum dan kesehatan, sehingga draf menjadi lebih utuh dan bisa di pertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Selain itu, alasan-alasan atau permasalah yang dikemukakan mengapa Perda ini dibutuhkan dalam draf yang dipaparkan, baru sebatas yang terjadi di Kota Kupang.
“Perlu di lakukan kajian lebih luas, minimal mencakup 22 kabupaten/kota yang ada di NTT,” katanya.

Anggota Komisi V lainnya, Alex Ena juga menyarankan hal yang sama, masih dibutuhkan pakar olahraga, pakar hukum, kesehatan dan juga gizi untuk menyempurnakan naskah akademik ini, sehingga benar-benar Perda yang dihasilkan menjadi sebuah produk yang komprehensif.
“Naskah akademik jadi acuan utama dalam penyusunan Perda, sehingga pertemuan berikut kita minta masukan tertulis untuk memperkaya Perda ini,” jelasnya.

Dari Dispora, saran dan masukan yang disampaikan juga tidak berbeda jauh dengan apa yang disampaikan anggota komisi V untuk lebih menyempurnakan naskah akademik tersebut.

Sebagai ketua Komisi V, Jimmi Sianto dalam kesempatan tersebut mengharapkan, setelah pertemuan ini, Komisi V, Dispora NTT dan Tim pkar perlu bertemu sekali lagi untuk menyempurnakan naskah ini.
“Dalam pertemuan berukut kita harapkan naskah akademik ini juga sudah diikuti dengan naskah ranperdanya, dan kita akan libatkan pakat hukum dan lainnya, biar sinkron dan di percepat. Kita akan undang juga pemerhati olahraga, dan stakeholder terkait untuk membahas bersama,” kata Jimmi.

“Kita akan berupaya dalam masa sidang ini, Perda olahraga ini kita kebut sampai selesai.” katanya.

Jimi dalam kesempatan tersebut juga memastikan pertemuan berikut akan dilangsungkan Senin (26/2) nanti.

“Jadi sudah harus lengkap, darf naskah akademik dan draf ranperdanya , dan akan kita basah bersama tim pakar, stakeholder olahraga, termasuk juga KONI,” pastinya. (rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!