Penyidik Kejari TTU Periksa Mantan Kadis PMD – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Penyidik Kejari TTU Periksa Mantan Kadis PMD

DIPERIKSA. Mantan Kadis PMD Kabupaten TTU, Robertus Nahas (membelakangi kamera) saat dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kefamenanu, Kundrat Mantolas terkait dugaan korupsi penyimpangan dana Desa Lanaus, Kamis (8/2).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Dugaan Korupsi Dana Desa Lanaus

KEFAMENANU, TIMEX – Penyidik Kejaksaaan Negeri TTU terus mengusut tuntas dugaan korupsi penyelewengan dana Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah. Kali ini, penyidik memanggil mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten TTU, Robertus Nahas yang kini menjabat sebagai Asisten II Setda TTU, untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Taufik melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Kundrat Mantolas saat dikonfirmasi, Kamis (8/2) menjelaskan, pemanggilan terhadap mantan kepala Dinas PMD itu untuk dimintai keterangan dalam perkara dugaan korupsi dana Desa Lanaus tahun anggaran 2016.

“Kita panggil sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan dana desa di Desa Lanaus tahun anggaran 2016. Beliau ini kita panggil karena kapasitasnya dulu masih menjabat sebagai kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jadi kita mau mengetahui tentang asistensi yang dilakukannya saat itu,” katanya.

Terkait penetapan tersangkat, Kundrat menjelaskan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut, sehingga penetapan tersangka tepat sasaran. Pasalnya, dalam pengembangan penyidikan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dari berbagai pihak terkait.

“Kalau untuk tersangka belum ada. Kita masih dalami dulu. Kerugian negara itu Rp 300 juta lebih sesuai hasil audit dari Inspektorat. Sehingga kita telah panggil kepala desa, pelaku pembangunan desa, suplayer, masyarakat, termasuk keterangan Inspektorat,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Lanaus, Yohanes Sumu diperiksa penyidik Kejari TTU terkait dugaan penyimpangan dana desa tahun anggaran 2016. Dalam laporan warga Desa Lanaus, dugaan penyimpangan kerugian negara sebesar Rp 490 juta. Namun sesuai hasil audit dari Inspektorat kerugian negara sebesar Rp 300 juta lebih.

Untuk memastikan kebenaran laporan warga, sejumlah warga termasuk pelaku pembangunan di desa itu dipanggil untuk didengar keterangannya. Bukan hanya itu, Kejari juga berkoordinasi dengan Inspektorat untuk mendalami laporan kasus tersebut termasuk mantan Kadis PMD, Robertus Nahas yang ikut dimintai keterangan dalam kasus itu. (mg26/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!