BNN Periksa 18 Sampel Prekursor – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

BNN Periksa 18 Sampel Prekursor

Dari 162 Ton yang Hendak Diselundup ke NTT

JAKARTA, TIMEX-Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima 18 bungkus sampel prekursor dalam bentuk pil paracetamol caffein dan carisoprodol (PCC), yakni bahan pemula yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika dan psikotropika dari kepolisian Timor Leste. Sampel dari hasil penyitaan barang bukti 162 ton prekursor yang sesuai manifest bakal diseludupkan ke Indonesia lewat perairan NTT itu diterima Kepala Laboratorium Narkotika BNN, Kombes Pol Kus Wardani, kemarin pagi (9/2).

Kabag Humas BNN Kombes Pol Sulistriandriatmoko saat diwawancarai Timor Express di kantornya, Jl. MT Haryono No. 11, Cawang, Jakarta Timur, membenarkan. “Sampel prekursor sebanyak 18 bungkus sudah kita terima dari pihak kepolisian Timor Leste,” kata pria yang akrab disapa Sulis itu.

Sesuai berkas yang diterima dari empat orang perwakilan kepolisian Timor Leste, jelas Sulis, hasil pemeriksaan sampel prekursor di laboratorium BNN sangat dibutuhkan kepolisian Timor Leste untuk merampungkan proses hukum yang dilakukan.
Menurut dia, Laboratorium Narkotika BNN selanjutnya akan melakukan analisis secara laboratoris guna mengetahui kandungan dari bahan tersebut.
“Sampel tersebut akan dianalisis di laboratorium, kemungkinan hasilnya akan keluar Senin depan,” ujar mantan Kepala BNN Provinsi NTT itu.

Ditambahkan Sulis, 162 ton prekursor tersebut ditemukan kepolisian Timor Leste dalam 9 kontainer yang dimuat KM. Berkat Selasar, kapal kayu asal NTB.
Masih menurut Sulis, pihak BNN juga tengah mengembangkan penyidikan terhadap kasus penangkapan barang yang diduga bahan prekursor narkoba tersebut.

Dalam penyidikannya, BNN juga berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan Timor Leste, maupun ATC Polri pada KBRI di Dili.
Pengembangan penyidikan terhadap temuan precursor oleh kepolisian Timor Leste di pelabuhan laut Dili itu menjadi atensi BNN, mengingat berdasarkan seluruh dokumen manifest diketahui barang tersebut dibawa dari Singapura tujuan Indonesia dengan transit di Timor Leste.

“Kami juga sedang mengembangkan penyidikan. Ada salah satu PT yang bergerak di bidang importir dan sudah kita ketahui domisilinya bertindak sebagai pengimpor dan PT itu mempunyai cabang di Dili. Sedang kita dalami seberapa jauh dia mempunyai peran terhadap upaya memasukan bahan baku ini,” terang Sulis.
Sementara terkait kasus tersebut, pihak kepolisian Timor Leste sudah mengamankan tiga orang terduga pelaku yang terkait dengan kepemilikan barang tersebut.
“Dari tiga orang ini, duanya warga Indonesia, dan seorang lagi warga Timor Leste sebagai yang menguasai barang tersebut,” ungkap dia.

Polisi Timor Leste, lanjut Sulis, juga mengamankan 7 orang kru kapal yang saat itu sudah siap akan memberangkatkan prekursor ke Indonesia.
“Karena saat diamankan, bahan tersebut sudah dimasukan ke dalam 9 kontainer dan siap berangkat ke Jawa. Semua kru kapal merupakan warga Indonesia,” sebut Sulis.
Pengungkapan kasus tersebut menurut Sulis, merupakan pesan bagi pemerintah dan masyarakat bahwa sudah sedemikian daruratnya Indonesia dijadikan pangsa pasar oleh produsen bahan baku pembuat narkoba.
“Syukur bisa ditangkap. Kita apresiasi kepolisian Timor Leste yang berhasil mengungkap dan menghentikan sehingga tidak masuk ke Indonesia,” ungkap dia.

Dari jumlah precursor yang hendak diseludupkan dan modus operandi pelaku, diduga kuat pelaku sudah berulangkali berhasil memasok barang tersebut ke Indonesia.
“Walaupun baru kali ini ditangkap namun dari modus operandi yang dilakukan, bisa saja sebelumnya mereka sudah sering lolos sehingga berani memasukan sampai 162 ton. Itu kan nilai yang cukup besar secara ekonomis,” tutup Sulis. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!