Alex Riwu Kaho Pimpin TI NTT 2018-2022 – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Alex Riwu Kaho Pimpin TI NTT 2018-2022

FOTO BERSAMA. Peserta Musprov TI beserta para calon ketua dan Ketua terpilih, pose bersama usai Musprov, Sabtu (10/2) malam lalu.

IST

Terpilih dalam Musprov TI

KUPANG,TIMEX – Setelah sempat tertunda, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) NTT akhirnya menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) TI NTT, yang menetapkan Alex Riwu Kaho sebagai ketua terpilih untuk periode 2018-2022, menggantikan Viktor Lerik.

Musprov tersebut dilangsungkan Sabtu (10/2) di salah satu hotel di Kupang, yang di hadiri 16 Pengcab/Pengkot dan juga Pengprov TI demisioner selaku pemilik suara.

Sistem pemilihan dalam Musprov TI ini, dilakukan secara tertutup, dimana 16 pemilik suara diminta menuliskan nama calon ketua yang dipilihnya dalam secarik kertas dan di kumpulkan.
Adapun calon yang bersaing menjadi Ketua Pengprov TI antara lain, Viktor Lerik yang kembali mencalonkan diri, Fransisco Bessie, Alex Riwu Kaho dan Alexander Ena.
Alex Riwu Kaho akhirnya terpilih setelah tampil sebagai pengumpul suara terbanyak dalam proses pemilihan.
Dari 16 suara sah, 10 diantaranya memberikan dukungan kepada Alex Riwu Kaho. Viktor Lerik mendapat dukungan 4 suara dan dua kandidat lainnya mendapatkan masing-masing satu suara.
Untuk menyusun kepengurusan Pengprov TI 2018-2022, dalam Musprov tersebut juga dipilih tiga anggota formatur yang akan membantu ketua Umum terpilih sekaligus ketua Formatur menyusun struktur pengurus.
Ketiga anggota formatur tersebut
diantaranya Ketua Pengcab TI Mabar, Belu serta Dani Ratmo.
“Kita akan berupaya menyusun kepengurusan sesuai batas waktu di berikan, apalagi formatur yang ada tinggal berjauhan,” katanya.
Ditemui koran ini usai Musprov tersebut, Alex Riwu Kaho kepada koran ini mengungkapkan, sebagai ketua terpilih, program jangka pendek menengah yang akan di prioritaskannya, adalah persiapan menghadapi Pra PON dan PON XX tahun 2020 di Papua.
“Kegiatan peningkatan dan pembinaan prestasi akan menjadi prioritas, untuk mempersiapkan para atlet menghadapi dua even nasional tersebut,” terangnya.
Konsolidasi organisasi kata Alex juga akan menjadi perhatiannya, termasuk juga peningkatan kualitas SDM.
“Baik itu atlet, pelatih dan wasit akan kita tingkatkan kualitas SDM-nya dan ini menjadi agenda penting,” jelasnya.
Yang tidak kalah penting lanjut Alex, Penerapan teknologi sistem penilaian dalam pertandingan.
“Ini juga menjadi suatu tantangan bagi kita, bagaimana kedepan Pengprov bisa punya fasilitas seperti itu (Sistem penilaian digital),” ungkapnya.
Diakuinya, untuk mengadakan perlatan tersebut, membutuhkan biaya yang mahal, namun para atlet harus dibiasakan menggunakan sistem penilaian tersebut.
“Dalam even nasional maupun internasional, ini sudah menjadi standar, sehingga kita juga harus menyesuaikan standar teknis tersebut, sehingga para atlet terbiasa,” imbuhnya.

Soal rekonsiliasi dengan mereka yang dulu bergabung dengan YUTI, Alex menegaskan, bagi jika ingin bergabung tentu ada persyaratan yang harus di penuhi, yang diminta PB TI maupun hasil rapat Pengprov TI beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini terangnya, sudah
ada yang memenuhi persyaratan tersebut dan sudah bergabung kembali.
“Bahkan ada yang sudah mengikuti kejuaraan dan membuka Dojang. Dan rekonsiliasi ini akan tetap berlanjut,” ungkapnya.

Alex menambahkan,
dukungan pers untuk ikut mengembangkan taekwondo juga dibutuhkan karena berbagai informasi perkembangan Taekwondo bisa didapat dari pers.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!