Kondisi Jalan Deno-Benteng Nyaris Putus – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Kondisi Jalan Deno-Benteng Nyaris Putus

LONGSOR. Kondisi badan jalan di ruas jalan Deno-Benteng Jawa yang semakin sempit karena longsor.

FANI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Masyarakat semakin khawatir dengan kondisi jalan Deno-Benteng Jawa Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Pasalnya bahu dan sebagian badan jalan sudah ambrol akibat longsor tergerus air hujan hingga nyaris putus.

Lokasinya tepat di Rejo Desa Melo Kecamatan Poco Ranaka. Longsor yang terjadi tahun 2017 itu, hingga saat ini belum juga diatasi oleh Pemkab Matim. Kondisi ini tentu berpotensi memakan korban. Karena bisa saja terjadi kecelakaan tunggal bagi pemanfaat jalan, khusus kendaraan yang melintas.

“Kami sagat takut lewat di lokasi longsor itu, karena badan jalan sudah semakin sempit. Badan jalan lapen atau aspal, sudah hilang. Sekarang badan jalan yang digusur lebar tahun lalu, nyaris putus karena selama ini terus digerus air hujan dan longsor,” tutur Aldi Taru dan Robertus Galit, warga Lamba Leda kepada Timor Express di Borong, Sabtu (10/2).

Kata mereka, ada sekira 20 meter panjang badan jalan, yang kondisinya sudah rusak karena ambrol. Sementara lebar badan jalan yang tersisa sekira 4 meter. Badan jalan ini tidak bisa diperlebar lagi, itu mengingat diseberang jalan ada tebing dan diatasnya ada rumah milik warga.

Warga lain yang juga sopir truk, Gusti Marno kepada Timor Express mengatakan, kendaraan apa saja yang melintas di ruas jalan itu, khususnya di lokasi longsor itu harus ekstra hati-hati. Jika tidak, pasti akan terjun bebas ke jurang dengan kedalaman ratusan meter.

“Ini akses utama dari dan menuju wilayah Benteng Jawa serta sejumlah wilayah lain di Kecamatan Lamba Leda. Kalau tidak secepatnya ditangani, pasti nanti banyak yang celaka. Juga kondisinya terancam putus total. Berharap pemerintah secepatnya atasi. Minimal ada penanganan darurat, biar meminimalisir terjadinya longsor susulan,” pinta Aldi.

Terpisah, Camat Lamba Leda, Aleksius Rahman kepada Timor Express di Benteng Jawa, Sabtu (10/2) mengatakan, faktanya kondisi jalan di titik longsor itu semakin parah. Kata dia, banyak masyarakat dan pengendara yang sangat khawatir dengan kondisi yang ada. Itu karena mengancam keselamatan nyawa manusia.

“Sekarang kondisinya tambah parah. Itu karena badan jalan semakin sempit karena terus digerus air hujan dan terjadi longsor. Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi keselamatan pemanfaat jalan. Banyak orang yang khawatir saat melintas,” kata Aleksius.

Dikatakan, salah satu cara untuk penanganan darurat pada titik longsor itu, yakni dibangun bronjong. Selain itu badan jalannya diperlebar. Tentu satu  bangunan rumah yang ada diseberang jalan harus dipindah atau direlokasi.

Kata Aleksius, lokasi jalan longsor itu ada di wilayah Kecamatan Poco Ranaka, tapi dimanfaatkan seluruh masyarakat Kecamatan Lamba Leda.

“Rumah diseberang jalan itu mending dipindahkan untuk kasih pelebaran jalan. Jika tidak, mending ruas jalan yang ada putus total saja, biar tidak mengancam nyawa manusia. Sehingga kami dari Lamba Leda cari jalan lain. Seperti kalau ke Borong atau wilayah lain, putar jauh ikut Reo-Ruteng. Saya sendiri kalau lewat di titik longsor itu, harus turun dari mobil,” bilangnya.

Sementara, Kepala Badan  Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Anton Dergon yang dikonfirmasi lewat telepon mengatakan, tahun 2018 tidak ada anggaran untuk penanganan jalan yang terancam putus akibat longsor tersebut. Kata dia, pihaknya telah mengajukan anggaran, tapi tidak diakomodir. BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Matim.

Padahal kata Anton, pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan pemilik rumah yang bangun tepat diseberang jalan lokasi longsor. Di mana pemilik rumah bersedia untuk pindah, dengan catatan BPBD akan bantu untuk membongkar, memindahkan dan membangun kembali.

Juga pemilik rumah sekaligus pemilik lahan, minta agar setelah lahannya digusur untuk kepentingan jalan raya, maka pemerintah wajib langsung diintervensi jalan telford atau lapen. Selain itu, ada penanganan dari pemerintah untuk pencegahan longsor susulan. Bahkan BPBD rencananya dibangun bronjong dari bawa dasar titik longsor.

“Kami sudah ajukan anggaran untuk penanganan longsor di ruas jalan Deno-Benteng Jawa, tapi tidak diakomodir. Disana memang harus segera ditangani, biar tidak terjadi longsor susulan dan juga tidak terjadi korban nyawa. Kita mau bangun bronjong mulai dasar lereng tanah yang longsor itu, tapi mau biaya dari mana. Termasuk untuk pindah rumah warga,” bilangnya.

Ia menjelaskan, peristiwa serupa juga termasuk di ruas jalan Watu Cie-Ngari Kecamatan Poco Ranaka. Di mana kondisi jalannya terancam putus akibat tanah longsor akhir tahun 2017. Belum bisa ditangani, anggaran yang diajukan tidak diakomodir. Tapi disekitar lokasi longsor, pihaknya sudah mengingatkan para pemanfaat jalan dengan memasang papan tulisan untuk selalu waspada jika melintas. (krf3/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!