PDIP Tarik Dukungan, Emi Berjuang Sendiri – Timor Express

Timor Express

PILKADA

PDIP Tarik Dukungan, Emi Berjuang Sendiri

DPD PDIP NTT Tetap Bekerja

KUPANG, TIMEX–Marianus Sae dan Emelia J. Nomleni resmi ditetapkan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur NTT oleh KPU Provinsi NTT. Pasangan ini ditetapkan bersama tiga pasangan calon lainnya, yakni Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (Victory-Joss), Benny K. Harman-Benny Litelnoni (Harmoni) dan Esthon Foenay-Christ Rotok (Esthon-Christ). Saat proses penetapan oleh KPU di Hotel Aston, Senin (12/2), Semua calon hadir, kecuali Marianus Sae.

Calon wagub Emi Nomleni tampak hanya didampingi fungsionaris PDIP seperti Chen Abubakar, Niko Frans, Yani Mboeik dan Viktor Mado Watun selaku ketua tim pemenangan MS-Emi. Hadir juga sejumlah pengurus PKB bersama simpatisan MS-Emi.

Emelia Nomleni yang hendak dikonfirmasi usai pleno penetapan pasangan calon menolak memberikan keterangan kepada pers. Ia meminta tim pemenangan yang meladeni awak media. Emi pun buru-buru meninggalkan Hotel Aston.

Ketua Tim Pemenangan, Viktor Mado Watun yang dikonfirmasi mengatakan semua tim pemenangan tetap solid dan terus bekerja. Bahkan sudah ada instruksi agar tim tetap mengikuti semua proses yang ada. Viktor mengatakan tim MS-Emi tetap melakukan kampanye sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Kami jalan terus sambil menunggu proses hukum di KPK. Semua proses kita lakukan karena sudah ada jadwalnya,” kata Viktor.

Ia juga meyakini DPP PDIP pasti akan memberikan bantuan hukum kepada Marianus Sae. Menurutnya, DPP PDIP juga sudah menginstruksikan agar tim tidak kendor, tapi terus bekerja memenangkan MS-Emi.

Terpisah, Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya yang dikonfirmasi di Swiss Belin Kristal Hotel mengatakan, PDIP hanya menarik dukungan kepada Marianus Sae secara pribadi, bukan menarik dukungan untuk pasangan calon. “Pasangan ini tidak mungkin ditarik, tetap harus maju,” kata Frans.

Menurut dia, pihaknya tidak berani menarik dukungan pada paslon karena konsekuensinya cukup besar. Kecuali ada peluang untuk ganti calon, namun peluang itu tidak ada. “Kami tidak berani ambil langkah itu,” katanya. Karena itu, kata dia, calon wagub Emi Nomleni akan jalan sendiri melakukan kampanye. “Emi akan berjuang sendiri untuk kampanye ke seluruh NTT,” katanya.

Ia mengatakan, secara regulasi tidak bisa mengganti calon, sehingga semua pengurus PDIP akan bersama Emi Nomleni tetap berkampanye. Bahkan menurut dia, Emi Nomleni pasti tetap mendapat simpati publik, apalagi dia sebagai satu-satunya perempuan yang ikut bertarung. “Masa perempuan mau biarkan Emi jalan sendiri bertarung melawan semua yang laki-laki. Jadi (semua pendukung) tenang dan terus berjuang,” kata Frans.

Selanjutnya, Ketua DPC PKB Kota Kupang Daniel Hurek mengatakan PKB sebagai partai pengusung tidak akan menarik dukungan terhadap cagub dan cawagub, Marianus Sae- Emi Nomleni. Karena secara normatif pasangan tersebut masih memiliki hak sebagai kontestan politik, hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap. “Ini kan belum inkrah. Belum ada apa-apa. Secara normatif mempunyai hak untuk ikut pilgub sebagai peserta. Kalau respon publik buruk dengan ada kejadian tersebut, itu urusan lain,” katanya.
Sementara itu di akun facebook-nya, Emi Nomleni meminta semua pendukung tetap tenang dan menghormati asas praduga tak bersalah. Ia mengajak semua pendukung agar tetap solid dan kompak. “Kita terus berjuang hingga garis finish,” kata Emi.

Untuk diketahui, tahapan pleno penetapan paslon gubernur dan wakil gubernur NTT berlangsung sekira pukul 10.00 di Hotel Aston. Selain paslon dan pimpinan parpol, hadir juga simpatisan.

Pleno dipimpin Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Adoe dan didampingi empat komisioner lainnya. Maryanti pun memberikan selamat dan juga apresiasi kepada keempat calon yang dinyatakan memenuhi syarat sehingga ditetapkan menjadi calon. “Selamat kepada keempat paslon, selamat bertarung,” kata Maryanti sebelum menyerahkan berita acara penetapan paslon kepada setiap paslon.

Selanjutnya, dijadwalkan Selasa (13/2) hari ini dilanjutkan dengan penarikan nomor urut paslon. Acara berlangsung di Hotel Aston, pukul 10.00. Penarikan nomor urut diikuti langsung pasangan calon dan tidak bisa diwakilkan.
Terkait calon gubernur Marianus Sae yang terjaring KPK, Maryanti mengatakan pihaknya tetap menetapkan Marianus sebagai calon gubernur NTT karena dia memenuhi syarat. “Sudah ditetapkan sehingga kita tidak bisa menganulir yang bersangkutan (Marianus Sae),” kara Maryanti.

Menurutnya, ada aturannya dalam Peraturan KPU Nomor 3 dan 15 Tahun 2017 tentang pencalonan yang menyatakan pasangan calon dapat diganti apabila tidak menenuhi syarat kesehatan, meninggal dunia atau telah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
“Jadi kita menunggu saja. Yang jelas bahwa KPU tetap melaksanakan apa yang tertuang dalam regulasi. Jadi tidak ada satu pasal atau ayat dalam peraturan KPU Nomor 3 dan 15, tentang pencalonan yang menyatakan bahwa sesorang calon terkena masalah dan dianulir kan tidak. Kan tadi sudah ditetapkan jadi tidak bisa dianulir lagi,” pungkas Maryanti.

DPP PDIP Cabut Dukungan

Sementara itu, DPP PDIP menilai apa yang dilakukan Marianus Sae tergolong pelanggaran disiplin berat. Karena itu, PDIP mencabut dukungan terhadap Marianus Sae sebagai calon gubernur NTT. Kendati demikian pasangan Marianus Sae-Emelia Nomleni tetap mengikuti Pilgub NTT. Senin kemarin, pasangan ini ditetapkan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur NTT oleh KPU NTT bersama tiga paket lainnya.

Pasca pencabutan dukungan terhadap Marianus Sae, DPP PDIP menghadapi kendala mengganti Cagub NTT mengingat berdasarkan ketentuan Undang-undang (UU) dan peraturan KPU, pasangan calon tersebut bersifat tetap dan tidak bisa diganti.
Atas dasar hal tersebut, jelas Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, bahwa representasi partai adalah Emelia Nomleni, sosok ibu yang tampilannya begitu sabar, kader senior, sangat sederhana dan mampu hadir menampilkan karakternya untuk menjadi pemimpin yang baik.

“NTT memerlukan sosok Emelia, guna menghadapi berbagai carut marut persoalan korupsi tersebut,” kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulisnya kepada Timor Express, siang kemarin.
Atas dasar tersebut, Hasto menegaskan, DPP PDIP meminta untuk terus melakukan konsolidasi, menjaga soliditas partai dan apa yang terjadi saat ini, menjadi ujian bagi partai untuk terus memberikan dukungan pada Emelia.

Menurutnya, apa yang terjadi menunjukkan pentingnya pemimpin yang berkeadaban, pemimpin yang tidak menghalalkan segala cara dan pemimpin yang bertanggung jawab secara moral untuk menjadikan rakyat sebagai sumber inspirasi kepemimpinanya.
“Meskipun Marianus Sae telah dibebastugaskan, PDIP terus mencermati persoalan tersebut guna mencari motif-motif politik di balik persoalan tersebut,” kata Hasto.
“Dengan demikian kepentingan PDIP di NTT adalah penguatan kepemimpinan Emelia. Partai akan terus mencermati dinamika politik pilkada tersebut,” lanjut dia. PDIP juga menegaskan sikapnya untuk konsisten dan tidak mentolerir korupsi.
“Di antara Marianus-Emelia, maka Emelia sebagai Cawagub merupakan kader senior partai. Dan satu-satunya calon perempuan. Sedangkan Marianus Sae tercatat baru masuk sebagai anggota partai. Partai bersikap tegas dan tidak akan melanjutkan dukungan kepada yang bersangkutan,” jelas Hasto lagi.

Hasto sendiri mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut, dan berjanji untuk secepatnya memproses pelanggaran disiplin berat tersebut. “Saya baru pulang dari konsolidasi di NTT selama 3 hari, dan selama saya di NTT, Marianus Sae keliling ke kampung kampung dengan motor trail, dan tidak pernah sekalipun hadir dalam acara konsolidasi tersebut,” beber Hasto.
Ia pun menegaskan bahwa partainya berulang kali mengingatkan secara tegas bahwa siapa pun yang melakukan tindak pidana korupsi akan dipecat, namun masih saja pelanggaran terjadi.

“Banyak yang mengambil jalan pintas korupsi untuk membiaya pilkada langsung. PDIP selalu mengedepankan strategi gotong royong seluruh mesin politik partai dengan harapan biaya politik bisa ditekan, dan meringankan beban calon. Namun hal tersebut tetap saja terjadi,” imbuh dia.

Hasto menegaskan bahwa partainya tidak pernah bosan mengingatkan agar kekuasaan harus diabdikan untuk rakyat. “Kekuasaan tidak boleh dipakai untuk korupsi,” tegasnya lagi.

Dengan pencabutan dukungan terhadap Marianus Sae, menurut Hasto, Emelia Nomleni menjadi representasi PDIP, mengingat berdasarkan ketentuan undang-undang, penggantian pencalonan Marianus Sae sudah tidak bisa dilakukan. (sam/joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!