Sektor Pertanian-Pariwisata Jadi Sorotan – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Sektor Pertanian-Pariwisata Jadi Sorotan

DISKUSI.Tiga paslon gubernur NTT, (ki-ka) Emi Nomleni, Esthon Foenay, Chris Rotok, Victor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi saat diskusi panel bertajuk pengembangan ekonomi NTT yang digelar Kadin Kota Kupang di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Senin (12/2).

CARLENS BISING/TIMEX

Diskusi Paslon Gubernur oleh Kadin Kota Kupang

KUPANG, TIMEX-Seluruh pasangan calon gubernu NTT menyoroti sektor pertanian dan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi di Provinsi NTT.

Sektor pertanian, disebutkan sebagai menyumbang share Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar, yakni mencapai 28 persen lebih. Namun karena pertumbuhannya stagnan, sehingga membutuhkan kebijakan khusus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di sektor ini ke depan.

Sementara soktor pariwisata diyakini sebagai harapan masa depan masyarakat NTT yang juga membutuhkan kebijakan lebih berani dan berdasarkan konsep yang jelas dan terstruktur.

Demikian hal ini terungkap dalam diskusi panel yang digelar Kadin Kota Kupang dengan menghadirkan para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, Senin (12/2).
Diskusi tersebut dihadiri pasangan Marianus Sae-Emi Nomleni yang diwakili Emi Nomleni, Esthon Foenay-Chris Rotok dan Victor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi. Sementara pasangan Benni Kabur Harman-Benny Litelnoni tidak hadir.
Setelah dibuka dengan outlook ekonomi NTT oleh moderator, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Kupang, James Adam, dilanjutkan dengan tanggapan singkat para calon terkait kondisi ekonomi NTT saat ini dan rencana pembangunan ke depan. Selain pertanyaan dan masukan dari pengurus Kadin, dua panelis, yakni Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan ekonomi UKAW Kupang, Frits Fanggidae juga memberikan masukan dan kritikan dalam diskusi tersebut.

“Kita mau supaya investasi itu dimudahkan. Dan, ada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara pelatihan-pelatihan keterampilan untuk kelompok masyarakat itu diambil alih oleh dunia usaha,” kata Emi Nomleni yang diberi kesempatan pertama oleh moderator. Menurut dia, pengembangan sektor penunjang ekonomi seperti pertanian dan pariwisata tidak hanya dilakukan pemerintah.

Esthon Foenay memrioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan konektivitas dengan alasan NTT sebagai daerah kepulauan. Dunia usaha menurut dia akan diberiakn kesempatan luas untuk berinvestasi, sementara pemerintah menjadi regulator dan mengkoordinir.

“Investor yang datang harus bawa modal dan teknologi, lalu memberikan latihan kepada anak daerah supaya 5 tahun ke depan, bisa lahirkan pengusaha dan orang terampil di NTT,” papar Esthon. Setiap investor luar yang masuk diwajibkan kerja sama dengan pengusaha lokal agar mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.

Sementara Victor Laiskodat pada kesempatan itu mengatakan, kemiskinan di NTT sulit dientaskan karena sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar PDRB tidak didorong untuk tumbuh lebih baik. Dimana wilayah NTT yang hanya memiliki musim basah tiga bulan dan musim kering 9 bulan belum dikelola secara baik. “Kalau 9 bulan itu kita kembangkan pertanian lahan kering, maka selain meningkatkan ekonomi petani, juga mendukung dunia pariwisata,” kata Vecky yang menambahkan,

Di sektor pariwisata, lanjut dia, tidak sekadar berbicara terkait pembangunan hotel dan restoran. Harus ada perencanaan yang menyeluruh, mulai dari persiapan infrastruktur, SDM hingga sistem promosi yang tidak sebatas program pemerintah. “Kita mau bicara pariwisata bagaimana kalau toilet di bandara saja hanya satu atau dua dan itu juga bau. Sementara bicara pariwisata ini bagaimana membuat orang senang, nyaman, aman dan tertarik,” kata Vecky.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!