Kejar Target 18 Ribu Lulusan – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Kejar Target 18 Ribu Lulusan

BEKASI – Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi ditargetkan untuk meluluskan 18.624 calon pekerja dengan program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Sebanyak 12.880 orang ditargetkan tersertifikasi pada tahun 2018.

BBPLK Bekasi merupakan salah satu balai besar pelatihan kerja yang dimiliki Kemnaker. Tahun ini, BBPLK Bekasi mendapatkan tambahan tugas untuk mengelola 25 Balai Latihan Kerja (BLK) binaan pada 2018. Sebelumnya, BBPLK Bekasi hanya memiliki empat BLK binaan. Dengan tambahan tersebut jumlah BLK binaan BBPLK Bekasi menjadi 29 yang terdiri dari 23 BLK dari unsur Unit Pelaksana Teknis Dinas (Unit Pelaksana Teknis Dinas) dan 6 BLK Komunitas.

Dirjen Pembinaan Pelatihan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengatakan, target tersebut bisa terwujud jika BBPLK Bekasi membangun sinergi yang baik dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) binaannya.

”Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. BBPLK Bekasi harus bersinergi dengan BLK binaannya agar target pelatihan PBK dan sertifikasi tenaga kerja bisa tercapai,” kata Bambang.

Menurut Bambang, Penambahan BLK binaan harus disikapi dengan baik oleh BBPLK Bekasi agar pelatihan dan sertifikasi yang dilaksanakan di daerah bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berjalan dengan baik, antara lain meningkatkan kompetensi instruktur di BLK binaan, pemenuhan kebutuhan Assesor untuk pelaksanaan uji kompetensi, dan menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan serta potensi daerah.

Selain itu, Lanjut Bambang, pemerintah terus mendorong mendukung upaya yang dilakukan dalam menciptakan tenaga kerja terampil di BLK pusat dan daerah. Hal ini dilakukan agar  BLK mejadi pusat pelatihan tenaga kerja profesional dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri.

”Kita terus dorong agar BLK mampu menghasilkan lulusan pelatihan kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan industri sehingga mempercepat pengurangan pengangguran dan memperbanyak wirausaha mandiri,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri mengatakan pelaksanaan Rakornis dengan tema utama ‘Percepatan Pelaksanaan Pelatihan dan Sertifikasi Dalam Rangka Menciptakan Tenaga Kerja Kompeten’  telah dilaksanakan untuk menyamakan visi dan misi dengan BLK binaan. ”Selain itu, juga untuk mengindentifikasi dan membahas perencanaan program Pelatihan Berbasis Kompetensi di UPTD BLK binaan pada 2019,” ungkap Helmiaty.

Helmiaty menambahkan, penyamaan  persepsi pelatihan adalah hal mutlak yang menentukan kualitas pelatihan. BLK binaan di daerah harus menerapkan pelatihan berbasis kompetensi seperti yang dilakukan BLK milik Pemerintah Pusat.

”Pelatihan Berbasis Kompetensi atau PBK dilakukan agar kompetensi lulusan BLK sesuai dengan kebutuhan industri. PBK dan sertifikasi profesi merupakan salah satu pilar pengembangan SDM selain SKKNI dan KKNI,” kata Helmiaty.(tau)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!