Timor Express

KRIMINAL

Dua Orang Tersangka Kasus Adelina

KEMBALI KE RUMAH. Jasad Adelina Sau saat tiba di rumah duka di Desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS, Sabtu (17/2).

YOPI TAPENU/TIMEX

Indonesia Perlu Moratorium TKI ke Malaysia

SOE, TIMEX-Penyidik Polres TTS bergerak cepat mengusut kasus kematian TKW Adelina Sau. Sudah dua orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Keduanya adalah perekrut Adelina secara ilegal.

Sabtu (17/2) ketika jasad korban tiba di rumah duka, Polres TTS melalui Kasat Reskrim Iptu Yohanes Suhardi mengatakan pihaknya telah membekuk dua orang yang diduga perekrut korban. Dua perekrut yang telah dibekuk penyidik Polres TTS itu masing-masing berinisial FN dan DP.

Penyidik Polres TTS masih merahasiakan nama perekrut yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sementara diinterogasi penyidik Polres TTS. Penyidik menduga kuat masih ada pihak lain yang turut serta dalam proses pengiriman korban ke Malaysia pada tahun 2015 lalu secara ilegal. “Karena urusan pelaku mafia trafficking berantai sehingga kekuatiran kami kalau nama-nama mereka dipublikasikan ada yang melarikan diri,” papar Yohanes.

Dikatakan Yohanes, kedua tersangka saat ini sementara dilakukan pemeriksaan namun mereka belum mengakui perbuatan mereka. Sehingga penyidik masih terus berusaha untuk mendalami keterangan kedua pelaku. Dengan demikian perusahaan yang mengirimkan korban serta pihak-pihak yang ikut dalam proses keberangkatan korban sebagai TKW ilegal dapat diendus. Kasus tersebut merupakan atensi dari Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto. Karena kasus trafficking di NTT sudah merupakan kasus extra ordinary crime. “Dokumen-dokumen korban Adelina Sau dimanipulasi oleh pelaku-pelaku perekrut korban dan dikirim ke Malaysia,” terang dia.

Asisten I Setda TTS, Okto Nabunome mengaku miris dengan kasus yang menimpa korban. Dirinya meminta Polres TTS untuk menuntaskan kasus yang dialami korban. Pemkab TTS juga sangat mendukung penuh upaya hukum kepada semua pihak yang terkait dalam kematian Adelina Sau.
“Saya harap polisi tangkap semua pelaku dan proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku supaya ke depan tidak ada lagi calo TKI/TKW ilegal,” tegas Okto.
Okto juga meminta kepada masyarakat TTS agar tidak terpengaruh dengan para petugas lapangan yang merekrut tenaga kerja ilegal. Saat ini, kata Okto, masih banyak perekrut yang berkeliaran di desa-desa untuk mencari calon korban. Karena itu dirinya meminta warga TTS terutama aparat di desa untuk memonitor setiap orang asing yang masuk ke desa. “Harus ditanya jelas apa tujuan mereka datang ke desa. Juga harus diawasi betul,” harapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigarsi Kabupaten TTS, Yohanes Lakapu mengimbau masyarakat TTS jika berkeinginan bekerja ke luar negeri supaya melaporkan diri ke Dinas Nakertrans TTS agar diproses secara legal. Para calon tenaga yang melaporkan diri ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan diberikan pelatihan dan bimbingan sebelum berangkat. “Tetapi sebelum mendaftar lebih dulu melaporkan kepada RT, RW, dusun dan desa setelah mendapat persetujuan dari orangtua kandung,” katanya.
Ia juga meminta warga TTS agar tidak terpengaruh dengan ajakan oknum yang tidak bertanggungjawab. Para perekrut, kata dia, biasa membujuk dengan mengiming-imingkan berbagai hal sehingga banyak yang mudah tertipu. “Jadi kami dari pemerintah dan khususnya Dinas Narkertrans TTS meminta agar tidak tergiur dengan bujukan atau ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Perlu Moratorium

Sementara itu dari Jakarta, Indonesia akan meninjau kembali perjanjian bilateral mengenai pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, Indonesia sudah menyampaikan draft perjanjian bilateral baru dengan Malaysia sejak berakhirnya MoU pada Mei 2016. “Namun pihak Malaysia hingga saat ini blm memberikan respon positif,” katanya kemarin (18/2).

Duta Besar Indonesia di Kuala Lumpur Rusdi Kirana menilai bahwa tragedi Adelina harus menjadi pertimbangan Indonesia untuk melanjutkan pengiriman TKI ke Malaysia. Menurutnya, peristiwa Adelina ini adalah tragedi kemanusiaan yang sangat menyayat hati.
“Sudah waktunya kita melakukan moratorium pengiriman TKI ke Malaysia. Khususnya pekerja sektor rumah tangga,” tutur Rusdi.

Dalam waktu dekat, Rusdi akan menyampaikan langsung usulan moratorium tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Moratorium, lanjut dia, diperlukan untuk berikan kesempatan kepada kedua negara memperbaiki tata kelola pengiriman dan menegosiasikan ulang perjanjian yang lebih melindungi TKI.

Terkait dengan tersangka pada kasus meninggalnya Adelina, Iqbal mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses hukum. Menurut keterangan Kepala Kepolisian Prai Tengah, Pulau Penang, kata Iqbal berkas akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum minggu depan ini. “Jadi kemungkinan dalam satu dua hari ke depan akan ditetapkan tersangkanya,” tutur dia. (yop/and/jpg/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!