Validasi IMEI untuk Tekan Ponsel Ilegal – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Validasi IMEI untuk Tekan Ponsel Ilegal

Penjualan Smartphone Meningkat Pesat

JAKARTA, TIMEX–Maraknya impor ponsel ilegal mendorong pemerintah segera melakukan langkah validasi database nomor identitas asli ponsel atau yang biasa dikenal dengan sebutan international mobile equipment identity (IMEI). Program tersebut ditargetkan bisa dilaksanakan mulai April 2018.

Menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), saat ini terdapat 34 perusahaan manufaktur komponen produk ponsel dan tablet di dalam negeri. Sebanyak 11 di antaranya merupakan merek ponsel nasional.

Sementara itu, berdasar laporan e-Marketer, pengguna aktif smartphone di Indonesia akan tumbuh dari 55 juta orang pada 2015 menjadi 92 juta orang pada 2019. Dengan jumlah tersebut, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pengguna aktif ponsel cerdas terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

“Sebagai negara berpenduduk terpadat ketiga di Asia, Indonesia tentu menjadi target pasar bagi berbagai perangkat seluler. Terlebih dengan semakin berkembangnya jaringan 4G LTE. Namun, hal itu juga memicu masuknya perangkat ilegal yang justru menghambat industri dalam negeri dan merugikan konsumen,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Karena itu, pemerintah segera merealisasikan program validasi IMEI pada April mendatang sebagai tindak lanjut penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kemenperin dan Qualcomm mengenai proses validasi database IMEI pada 10 Agustus 2017. “Pada April nanti, data IMEI ini sudah terkonsolidasi. Kami telah bekerja sama dengan Qualcomm dan akan di-support Kominfo,” ujar Airlangga.

Menurut ketua umum Partai Golkar tersebut, sistem kontrol IMEI yang akan dikelola Kemenperin bisa diakses secara online. Secara teknis, nanti jika IMEI tidak terdaftar, ponsel tidak bisa digunakan di Indonesia.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI). Menurut pelaku usaha, peredaran ponsel ilegal bisa hilang apabila ada kontrol IMEI dari pemerintah. “Tentu, yang ilegal akan mengganggu produksi dalam negeri. Jadi, kami sangat senang dengan upaya pemerintah saat ini. Ke depan, kami berharap pemerintah konsisten melakukan kontrol IMEI ponsel,” ungkap Ketua Umum APSI Hasan Aula.

Dia menegaskan, sampai saat ini produksi ponsel dalam negeri terus meningkat. “Produksi ponsel di dalam negeri mencapai 60,5 juta unit untuk 34 merek. Sebelas di antaranya adalah merek lokal,” tambah Hasan.

Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 60 juta pengguna smartphone. Jumlah tersebut akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan.

Anggota asosiasi diproyeksikan bakal mendorong produksi hingga lebih dari 10 persen. Hingga akhir 2018, diperkirakan terdapat 66 juta hingga 70 juta smartphone di Indonesia. “Kami setiap tahun selalu ada penambahan investasi seiring meningkatnya tren penjualan. Apalagi jika ponsel ilegal akan hilang, brand akan berinvestasi lebih besar,” ujar Hasan.
Pertumbuhan industri telekomunikasi dan informatika terlihat sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sampai akhir 2016, setidaknya terdapat 23 electronics manufacturing service (EMS), 42 merek, dan 37 pemegang merek, baik global maupun nasional, di Indonesia. Total investasi dari sektor itu mencapai Rp 7 triliun dan menyerap 13 ribu tenaga kerja.

Merujuk pada data Gesellschaft für Konsumforschung (GfK), pada 2015 penjualan smartphone di Indonesia mencapai 32,14 juta unit dan meningkat 2,9 persen atau menjadi 33,07 juta unit pada 2016. Nilai penjualan smartphone meningkat 11,3 persen pada 2016, yakni menjadi Rp 69 triliun dari Rp 62 triliun pada 2015.

Produksi telepon seluler di dalam negeri tumbuh cukup pesat selama lima tahun terakhir. Daya saing produk lokal pun terus ditingkatkan supaya mampu berkompetisi dengan barang-barang impor. “Dengan bertumbuhnya industri-industri perakit dan pembuat komponen, sekitar 30 perusahaan ponsel dan tablet telah memenuhi TKDN 30 persen,” tutur Airlangga.(agf/c5/sof/jpg/cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!