Timor Express

PENDIDIKAN

SMPK Citra Bangsa Raih Akreditasi A

BANGGA. Kepala SMP Citra Bangsa Jublina Ga pose bersama Ketua Badan Akreditasi Provinsi NTT Simon Riwu Kaho (dua dari kiri) dan dua kepala SMP usai penyerahan SK akreditasi, Kamis (15/2) lalu.

IST

KUPANG, TIMEX-Puluhan sekolah negeri dan swasta di Kota Kupang, Kamis (15/2) lalu menerima SK akreditasi. Acara tersebut dilaksanakan di aula lantai lima Stikes CHMK. Salah satu sekolah yang juga menerima akreditasi tersebut adalah SMP Citra Bangsa. Sekolah ini berada di bawah naungan yayasan yang sama dengan Stikes CHMK, yakni Yayasan Citra Bina Nusantara.

Yang membuat bangga adalah walau SMP ini baru berjalan lima tahun, tetapi mampu mendapat akreditasi A. Empat SMP yang juga mendapat akreditasi A yakni SMP Negeri 2 Kupang, SMP Mercuar Kupang, SMP Katolik St. Agustinus Adisucipto dan SMP Katolik Santa Familya.

Kepada Sekolah SMP Kristen Citra Bangsa Jublina Ga, STh, MPd.K. mengatakan, pencapaian maksimal tersebut (akreditasi A, Red) dapat diperoleh berkat kerja keras dan kekompakan para guru serta dukungan yayasan dan semua unit di bawah naungan yayasan seperti Stikes CHMK dan yang lainnya.

Acara penyerahan SK tersebut dihadiri Ketua Badan Akreditasi Provinsi NTT, Ketua UPA, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Asesor, Pengawas, Korwas, dan puluhan kepala sekolah SD/SMP se-Kota Kupang.

Ketua Badan Akreditasi Provinsi NTT Simon Riwu Kaho dalam sambutannya meminta kepada pemerintah, dari bupati sampai gubernur untuk memperhatikan dunia pendidikan. Baik di jenjang pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Pasalnya, pendidikan di NTT masih jauh di bawah standar.

“Jika dilihat dari hasil akreditasinya, baru 9 persen yang predikat A, predikat B 14 persen, dan predikat C tidak bisa dihitung. Di NTT ada ribuan sekolah, sedangkan yang sudah akreditasi baru seperdua, karena alokasi APBN sangat kecil,” jelas Simon.

Menurutnya, hasil akreditasi merupakan tolok ukur kualitas sebuah lembaga pendidikan. Akreditasi bukan tentang adminitrasi melainkan bukti yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Lemahnya mutu pendidikan di NTT, sebut Simon, dipengaruhi oleh kurangnya sarana dan prasarana, pembiayaan, pemerataan, dan pengelolaan.

Faktor utama dari keempat hal tersebut adalah pembiayaan. “Pembiayaan salah satu hal sangat mempengaruhi bertumbuhnya sebuah lembaga pendidikan, karena pendidikan bermutu menelan biaya miliaran rupiah,” katanya.

Senada dengan Simon, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Filmon J. Lulupoi, S.Pd.,MM. mengatakan, akreditasi merupakan asessment yang menjadi acuan kualitas sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya, persiapan akreditasi memang suatu pekerjaan yang berat tetapi itu merupakan tanggung jawab bagi guru dan kepala sekolah.
“Untuk sekolah yang passing grade di bawah harus mulai dari sekarang untuk membenahi dengan baik. Sedangkan sekolah yang predikat A harus terus mempertahankan dan jangan kendor lagi,” ungkapnya. (tom/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!