Swasti Sari Tambah Aset Rp 70 Miliar – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Swasti Sari Tambah Aset Rp 70 Miliar

LAYANI.General Manager Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan saat melayani anggota koperasi tersebut di Lantai II Kantor Kopdit Swasti Sari Wali Kota Kupang, pertengahan 2017 lalu.

CARLENS BISING/TIMEX

Kembali Raih Opini WTP

KUPANG, TIMEX-Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari Kupang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari akuntan publik terkait laporan kinerja tahun 2017. Opini WTP ini merupakan yang ketiga kalinya berturut-turut sejak 2015-2017.

Audit akuntan publik tersebut mencakup aspek kelembahaan, managemen dan keuangan. Hal ini dijelaskan General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan di ruang kerjanya, Senin (19/2).

“Tujuan dari audit ini supaya publik jangan ragu-ragu kepada lembaga ini, karena lembaga ini anggotanya orang-orang ekonomi menengah ke bawah. Mereka mengharapkan uang mereka aman. Dan, lembaga ini di titik aman, tidak usah ragu simpan uang di sini bahkan memindahkan uangnya ke sini,” kata Yohanes.

Dia sebutkan, koperasi tersebut membuktikan diri sebagai lembaga yang dipercaya lantaran ada nasabah yang menyimpan yang lebih dari RP 10 miliar. “Artinya lembaga inisudah dipercaya,” sambung dia.

Dijelaskan, dalam laporan tahun 2017, ada dua hal positif yang diraih koperasi tersebut, yang menurut dia luar biasa. Pertama, lanjut dia, pertumbuhan keanggotaan sekira 8.000, sehingga total anggota sudah mencapai 40.000 atau naik 24 persen.
Peningkatan juga terjadi dari segi keuangan, yakni aset meningkat dari Rp 377 miliar menjadi Rp 450 miliar lebih, hampir setengah triliun, atau naik 22 persen. “Ini baru terjadi di 2017. Dan saya yakin, dengan pertumbuhan seperti ini, kami yakin orang semakin percaya kita,” kata Yohanes.

Hal kedua, lanjut dia adalah likuiditas koperasi tersebut sangat terjaga. Dimana standar likuiditas itu minimal 15-20 persen. Namun Swasti Sari mencapai 24 persen. Selain itu, pinjaman beredar juga sudah melampaui 80 persen, yakni per 31 Desember 2017, plafon pinjaman yang beredar di tangan anggota mencapai 82 persen atau sekira Rp 400 miliar.

Dia jelaskan, dana yang disimpan anggota akan dikembalikan dalam bentuk pinjaman, untuk tujuan pemberdayaan. Anggota yang diharapkan bisa mengubah ekonomi keluarganya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dia sebutkan, Kota Kupang masih menjadi basis terbesar Swasti Sari. Dan, perkembangan yang begitu pesat di Kota Kupang menjadi alasan pihaknya terus berekspansi ke luar, yakni menjangkau seluruh kabupaten di NTT.

Khusus tahun 2018, pihaknya akan membuka kantor di Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende dan Alor. Selain itu, pihaknya menargetkan penambahan 18.000 anggota dan penambahan aset sebesar Rp 200 miliar.

“Rencana besar adalah ekspansi lintas provinsi, yakni sekira Juli 2018 akan buka cabang di Denpasar Bali. Kami ke sana karena sudah berhasil di Kota Kupang. Banyak warga NTT di Bali yang meminta dan mereka yang menjadi corong untuk bisa mempengaruhi orang asli Bali di sana,” sambung dia.

Untuk terus berkembang dan menjadi lembaga yang dipercaya publik, pihaknya menanamkan etika pelayanan yang mengedepankan kinerja yang iklas dan tulus. “Bawa brand Swasti Sari. Jadi tidak pandang suku agama, kita bersahabat dan punya kepedulian hingga anggota kita meninggal,” tutup dia.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!