Bungkam, Marianus Cuma Senyum dan Angkat Jempol – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Bungkam, Marianus Cuma Senyum dan Angkat Jempol

TETAP BUNGKAM. Bupati Ngada Marianus Sae meninggalkan Gedung KPK sore kemarin usai menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto atas, Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu hendak naik ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan kemarin (20/2).

OBED GERIMU/TIMEX

Bersama Wilhelmus Jalani Pemeriksaan Tambahan KPK

JAKARTA, TIMEX-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Bupati Ngada Marianus Sae (MS) dan Direktur PT Sinar 99 Permai (PT SS99P), Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU) sebagai tersangka perkara dugaan suap. Sayangnya, kedua tersangka kompak bungkam usai menjalani pemeriksaan selama lebih kurang enam jam itu.
Pantauan Timor Express di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Guntur, Jakarta Selatan, Marianus tiba di Gedung KPK sekira pukul 09.30 WIB, Selasa (20/2). Sementara Wilhelmus tiba pukul 11.00 WIB dengan pengawalan petugas keamanan KPK. Marianus dan Wilhelmus selanjutnya menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penyidik KPK.

Wilhelmus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Marianus. Begitu pun sebaliknya Marianus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wilhelmus. Marianus baru meninggalkan Gedung KPK pukul 15.08 WIB. Sedangkan Wilhelmus dipulangkan ke tahanan Mapolres Metro Jakarta Timur pada pukul 16.43 WIB.

Saat meninggalkan Gedung KPK, Marianus dan Wilhelmus yang masing-masing mengenakan rompi tahanan warna orange itu enggan meladeni awak media yang mengajukan sejumlah pertanyaan. Marianus hanya mengumbar senyum sembari mengancungkan jempol kanannya ke arah wartawan. Sementara Wilhemus tanpa ekspresi. Pengusaha asal Bajawa ini terus berjalan menuju ke mobil tahanan yang sudah menanti di depan gedung KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang diwawancarai koran ini kemarin, mengatakan, dalam pemeriksaan tambahan, kedua tersangka dimintai keterangan terkait peran masing-masing dalam perkara yang tengah diproses KPK tersebut. “Kedua tersangka dimintai klarifikasi terkait dengan penerimaan dan pemberiaan, maupun komunikasi-komunikasi yang sebelumnya dilakukan,” singkat Febri.

Untuk diketahui, Wilhelmus sebagai pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sementara sebagai pihak yang diduga sebagai penerima, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal II UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Setelah pemeriksaan kedua tersangka, lanjut Febri Diansyah, pemeriksaan terhadap para saksi dalam kasus ini akan kembali digelar. Namun, belum dipastikan kapan pemeriksaan akan dilakukan. Sebagaimana diberitakan sebelum, dalam kasus ini ada tiga orang saksi yang sudah diperiksa KPK. Masing-masing, Ambrosia Tirta Santi, Dionesius Kila, dan Petrus Pedulewari. Ketiganya sempat dibawa ke KPK namun dipulangkan setelah menjalani sejumlah pemeriksaan awal.

Sementara itu, Vinsensius Maku Nanga selaku ketua tim kuasa hukum Marianus saat dihubungi koran ini juga membenarkan kliennya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wilhelmus. Namun, ia belum bisa memberikan keterangan lebih soal materi pemeriksaan karena tidak ikut mendampingi Marianus.
“Karena kami tidak ikut mendampingi beliau (Marianus) saat diperiksa sehingga belum bisa memberikan keterangan apapun. Beliau pasti akan cerita kepada kami tentang apa saja yang sudah beliau sampaikan kepada penyidik dalam keterangan sebagai saksi itu,” kata Vinsensius.

Sebagaimana diketahui, kasus ini terungkap setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK Minggu (11/2) lalu. OTT yang dilakukan di tiga tempat berbeda yakni Surabaya, Kupang dan Bajawa berhasil mengamankan lima orang. Dari lima orang tersebut dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Bupati Ngada Marianus Sae dan Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Konstruksi kasus tersebut, jelas Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, KPK menduga pemberian uang dari Wilhelmus kepada Marianus adalah terkait fee proyek-proyek di Kabupaten Ngada. “WIU merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek-proyek di Kabupaten Ngada sejak 2011,” kata Barasaria kepada wartawan saat jumpa pers, Senin (12/2).

WIU disebutkan membuka rekening atas namanya sejak 2011 dan memberikan ATM bank tersebut pada 2015 kepada Marianus. Total uang, baik yang ditransfer maupun diserahkan secara cash mencapai Rp 4,1 miliar. Antara lain pemberian dilakukan pada bulan November 2017 senilai Rp 1,5 miliar secara tunai di Jakarta. Desember 2017 transfer Rp 2 miliar di rekening Wilhelmus, pada 16 Januari 2018 diberikan cash di rumah bupati Rp 400 juta dan pada 6 Februari 2018 diberikan cash di rumah bupati senilai Rp 200 juta.
“Untuk 2018, WIU dijanjikan proyek di Kabupaten Ngada senilai Rp 54 miliar, terdiri atas pembangunan jalan Poma Boras senilai Rp 5 miliar, jembatan Boawe Rp 3 miliar, jalan ruas Ranamoeteni Rp 20 miliar, ruas jalan Riominsimarunggela Rp 14 miliar, ruas jalan Tadawaebella senilai Rp 5 miliar. Juga ruas jalan Emerewaibella Rp 5 miliar dan ruas jalan Warbetutarawaja senilai Rp 2 miliar,” jelas Basaria. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!