Tim KPK ke NTT, Heboh OTT Bupati – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Tim KPK ke NTT, Heboh OTT Bupati

Febri Diansyah

Hanya Cari Bukti Tambahan Kasus Marianus
Polda Lacak Penyebar Informasi OTT

JAKARTA, TIMEX-Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali ke NTT untuk mencari bukti tambahan untuk pengembangan penyidikkan bagi tersangka Marianus Sae, Bupati Ngada dan Wilhelmus Iwan Ulumbu, seorang kontraktor di Ngada. Bukan terkait operasi tangkap tangan (OTT) baru seperti yang sempat heboh dan viral lewat medsos dan media online pada Selasa malam (20/2) hingga kemarin.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kegiatan tim penyidik di NTT tersebut bukan terkait dengan OTT baru. Hal itu meluruskan informasi yang beredar tentang penangkapan salah seorang kepala daerah di NTT. “Setelah OTT Ngada, tentu dibutuhkan serangkaian kegiatan pencarian bukti,” jelas Febri, kemarin (21/2).

Febri menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengumpulkan barang bukti tambahan terkait dugaan suap yang menyeret Bupati Ngada Marianus Sae. Karena itu, Febri mengatakan, serangkaian kegiatan dilakukan di NTT terkait dengan pencarian bukti tersebut.

Febri menerangkan, setelah pencarian bukti itu, proses selanjutnya adalah pemberkasan. Proses itu merupakan hal wajar yang diatur dalam KUHAP dan dilakukan penyidik. “Selama penyidikan, seluruh proses pemberkasan bukti-bukti akan dilakukan,” tegas mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Hanya, sejauh ini Febri belum menjelaskan hasil pencarian bukti di NTT. Sebab, sampai kemarin tim penyidik KPK masih terus melakukan kegiatan di NTT. “Yang jelas, semua bukti yang terkumpul bakal dibawa ke Jakarta untuk kebutuhan pembuktian di persidangan nanti,” jelas Febri.

Sebagaimana diberitakan, Marianus Sae yang merupakan calon gubernur (cagub) dalam pilkada NTT diamankan KPK lewat OTT Minggu 11 Februari lalu. Marianus diduga menerima suap Rp 4,1 miliar dari Direktur PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Suap itu terkait sejumlah proyek di Pemkab Ngada.

Heboh OTT Lagi

Kedatangan tim penyidik KPK ke NTT ini rupanya diduga hendak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) baru. Bahkan informasi ini viral hingga Rabu (21/2) dinihari. Lokasinya bahkan disebut di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Pasalnya, hari itu ada kegiatan yang dilakukan para bupati se-NTT. Informasi yang beredar di media sosial, seorang bupati aktif dan istrinya terjaring OTT di salah satu hotel di Labuan Bajo. Namun, informasi ini ketika dikonfirmasi kontributor Timor Express di Labuan Bajo, tidak ada bukti atau petunjuk yang menjelaskan adanya OTT KPK.

Kapolres Manggarai yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui informasi tersebut. Demikian halnya manajemen Hotel Jayakarta tempat para bupati mengikuti kegiatan pun mengaku tidak mengetahui adanya OTT dari KPK.

Kapolda NTT Irjen Pol. Raja Erizman yang dikonfirmasi kemarin (21/2) juga menegaskan tidak ada operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Selasa malam (20/2) di Labuan Bajo.

Kepada awak media di sela-sela menghadiri kegiatan deklarasi dukung pilkada damai di NTT oleh para jurnalis lingkup Polda NTT, dirinya menegaskan bahwa informasi terkait adanya OTT yang dilakukan KPK itu tidak benar alias hoax. “Kita sementara lacak penyebar informasi itu. Tapi, sepertinya penyebar informasi itu bukan di wilayah NTT. Dan untuk memastikan siapa pelaku yang sudah menyebar informasi itu maka kita sudah minta bantuan ke Mabes Polri untuk membantu melacak penyebar informasi itu,” ujar Erizman.
Menurut dia, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait adanya OTT yang dilakukan oleh KPK di salah satu wilayah di NTT. “Sampai saat ini kita belum mendapatkan adanya informasi bahwa ada oknum kepala daerah yang terjaring OTT lagi oleh KPK di wilayah NTT,” ujar Erizman. (tyo/gat/jpnn/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!