Empat Cagub Tiga Kali Debat – Timor Express

Timor Express

PILKADA

Empat Cagub Tiga Kali Debat

Pemda Diminta Percepat Perekaman E-KTP

KUPANG, TIMEX-Pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) NTT tahun 2018 bakal lebih seru. Pasalnya, KPU mengagendakan debat antar pasangan calon (Paslon).
Debat ini terkait dengan visi-misi dan program masing-masing paslon. Saat ini KPU NTT sebagai penyelenggara Pilgub NTT masih lakukan persiapan. Proses pelelangan masih sementara berlangsung.

Maryanti Luturmas-Adoe

Maryanti Luturmas-Adoe

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas-Adoe kepada Timor Express, Rabu (28/2) mengatakan, KPU telah menjadwalkan debat paslon yakni putaran pertama berlangsung 5 April, putaran kedua 8 Mei dan putaran ketiga 23 Juni. “Debat paslon ini disiarkan secara nasional di televisi nasional,” kata Maryanti.

Lebih lanjut dijelaskan, para paslon akan berdebat terkait visi-misi dan program kerja. Namun temanya belum ditentukan. Selain itu, panelis maupun MC hingga saat ini belum ditentukan oleh KPU. Selain itu, terkait stasiun televisi juga belum ditentukan karena masih pelelangan. “Sampai sekarang belum dibahas. Nanti akan dibahas bersama baru tentukan siapa panelisnya. Kegiatan ini masih dalam proses lelang,” ujar Maryanti.

Sementara itu, anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna mengatakan, debat paslon di televisi merupakan salah satu bagian dari kampanye paslon. Oleh karena itu sah-sah saja dilakukan oleh KPU. Menurutnya, melalui debat masyarakat akan mengikuti dengan baik progam-program yang akan dilaksanakan paslon ketika terpilih. “Dari debat ini paslon akan mempertajam visi misinya sehingga lebih dipahami oleh masyarakat,” ujar Jemris.

Percepat Perekaman E-KTP

Hampir satu juta warga Provinsi NTT terancam tak bisa ikut memilih di pilkada serentak 2018. Pasalnya, mereka belum lakukan perekaman kepemilikan KTP elektronik (E-KTP).
Hal ini pun membuat penyelenggara pilkada gusar. Baik KPU NTT maupun Bawaslu NTT terus mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk bergerak cepat. Pemda mesti menyelesaikan tugasnya lakukan perekaman agar warga bisa memilih.

Terkait hal ini, Ketua DPW PAN NTT, Awang Notoprawiro kepada Timor Express, Rabu (28/2) mengatakan, sangat disayangkan jika hampir satu juta warga ini tidak memilih di pilkada. Hak-hak mereka sebagai pemilih terabaikan gara-gara belum lakukan perekaman data E-KTP.

Oleh karena itu, menurut Awang, hal ini perlu segera ditindaklanjuti Pemda. Soal perekaman e-KTP adalah tugas Pemda sehingga segera merespon apa yang disampaikan Bawaslu maupun KPU. “Pemda harus bergerak cepat untuk lakukan perekaman. Kalau tidak warga tidak bisa memilih,” kata Awang.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore mengatakan jika ratusan ribu warga ini tidak ikut memilih, maka berpengaruh terhadap persentase partisipasi pemilih pilkada kali ini. Selain itu, tentu hak-hak politik warga tidak tersalurkan. Ini juga dikhawatirkan akan terjadi persoalan di kemudian hari.

Menurutnya, langkah konkrit adalah semua pemda bergerak cepat untuk mengatasi masalah ini. Ia mengakui memang banyak kendala dalam perekaman E-KTP. Pasalnya, mesin sering rusak karena listrik yang tidak memadai. Hal ini terjadi di Kota Kupang. Jika Kota Kupang saja bermasalah apalagi di kabupaten lain. Namun, menurutnya, perlu dilakukan langkah antisipasi.
Untuk Kota Kupang, kata Wali Kota Kupang ini, pihak mendesak Dispendukcapil untuk percepat perekaman. Masih puluhan ribu warga yang belum perekaman. Oleh karena itu, ia sudah meminta dinas terkait untuk kebut perekaman. Sementara mesin perekaman yang rusak segera diperbaiki agar mempercepat perekaman. “Kita bergerak cepat. Fasilitasnya kita benahi supaya lebih cepat lagi,” katanya.

Sebelumnya Ketua KPU Provinsi NTT, Maryanti Luturmas Adoe mengatakan hal krusial saat ini adalah ratusan ribu warga yang belum perekaman data E-KTP. Hal ini sangat vital mengingat syarat utama menjadi pemilih adalah sudah lakukan perekaman E-KTP. Oleh karena itu, ia juga mendesak Pemda untuk serius terhadap persoalan ini. “Jangan sampai warga tidak lakukan perekaman lalu akhirnya tidak bisa memilih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan KPU dan pemerintah daerah untuk mempercepat perekaman data E-KTP. Sebab, kata Thomas, persoalan serius saat ini adalah mereka yang belum lakukan perekaman. “Jumlahnya masih ratusan ribu dan ini rawan. Pasti ada masalah kalau tidak diselesaikan sekarang. Kita ingin pilkada berlangsung secara baik, tapi ternyata pemda tidak siap,” katanya. (sam/aln)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!