Mulai Hari Ini Tak Bisa Telp dan SMS – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Mulai Hari Ini Tak Bisa Telp dan SMS

ILUSTRASI: AMA LADO/TIMEX

Pelanggan Prabayar yang Belum Registrasi

JAKARTA, TIMEX-Kemenkominfo mulai hari ini akan memblokir sebagian akses komunikasi bagi pemilik kartu prabayar yang belum melakukan registrasi. Pemilik nomor yang belum teregistrasi tidak bisa melakukan panggilan keluar (ongoing call) dan mengirim SMS. ”Kalau menerima telepon dan SMS masih bisa, paket data internet juga masih bisa,” kata Dirjen Penyelengaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Ahmad Ramli di Jakarta, kemarin (28/2).

Sampai akhir masa registrasi SIM card prabayar pada 28 Februari kemarin, sudah 305 juta kartu yang terdaftar dari 376 juta kartu aktif. Para pemilik kartu yang tidak teregistrasi diberikan waktu sampai sebulan atau akhir Maret 2018. Jika pada 1 April 2018 belum juga melakukan pendaftaran, pemilik nomor tidak akan bisa menelpon dan mengirim SMS, juga menerima telepon maupun SMS. ”Tapi paket data masih bisa. WhatsApp-nya masih aktif, Line-nya, buka Facebook juga masih bisa,” imbuh Ramli.

Jika pemilik kartu belum juga melakukan registrasi hingga akhir April 2018, pada 1 Mei 2018 diberlakukan pemblokiran total terhadap seluruh akses komunikasi. Meliputi panggilan, SMS, maupun paket data. ”Semua akses akan ditutup total,” ujarnya. Ramli berharap masyarakat yang belum mendaftarkan nomornya segera mendatangi gerai-gerai operator terdekat.

Registrasi harus dilakukan secara legal dan sesuai dengan prosedur. Sebab, saat ini banyak beredar cara registrasi menggunakan NIK dan nomor KK yang tersebar di internet. ”Jangan registrasi dengan cara itu, pelanggaran hukum,” tambahnya. Ramli juga menugaskan setiap operator untuk melaporkan secara berkala progres pendaftaran pelanggan kartu prabayar miliknya pada Kemenkominfo.

Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indoensia (ATSI) Sutisman menambahkan, pihaknya telah sepakat bahwa seluruh operator akan menyiarkan pesan berakhirnya masa registrasi kartu serta berbagai ketentuannya ke semua pelanggan. ”Mulai hari ini (kemarin), tanggal 28 Februari, kami akan beritahu pelanggan batas akhir dan pengaturan blokir secara bertahap,” sambungnya.

Sutisman menjamin bahwa operator akan patuh untuk terus melaporkan perkembangan proses registrasi pelanggannya pada Kemenkominfo.
Ketua Umum ATSI Merza Fachys menuturkan, program registrasi prabayar merupakan upaya untuk membersihkan data operator. Layanan prabayar, kata Merza, ada untuk memudahkan pelanggan dalam menggunakan layanan telekomunikasi. Namun, akibatnya, data pelanggan yang ada di operator kebanyakan adalah data abal-abal. Dengan adanya program registrasi simcard, data di operator pun akan valid. ”Jika kita menyimpan data yang begitu banyak dan masih berupa data sampah, keluarnya sampah lagi. Garbage in, garbage out. Kita lihat masa depan negeri ini akan sangat bergantung pada cyberspace, dunia digital, space tanpa batas,” ungkap Merza.

Untuk menjaga agar data yang ada di operator merupakan data valid, Merza mengatakan, pihak operator akan memberlakukan pendaftaran nomor simcard baru selalu menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor KK yang yang valid. ”Sehingga hanya NIK dan Nomor KK yang valid yang bisa menggunakan layanan telekomunikasi,” terang dia.

Sementara itu, Menkominfo Rudiantara mengatakan, pemerintah sudah melakukan sosialisasi cukup lama, yakni empat bulan. Dia juga berterima kasih kepada media yang membantu menyosialisasikan keharusan registrasi SIM card itu. ”Namun jika masih ada masyarakat yang tidak mengetahui kebijakan tersebut, pemerintah tidak bertanggung jawab,” timpalnya.

Ditanya soal sulitnya masyarakat melakukan registrasi karena ketidakcocokan NIK dan nomor KK, Rudiantara tidak memberikan solusi yang rinci. Dia mengaku sejauh ini sudah ada 200 juta lebih masyarakat yang berhasil melakukan registrasi. ”Datang ke gerai (operator) saja, gerainya malah senang didatangi,” ungkapnya. Melalui registrasi tersebut, pemerintah saat ini sebetulnya juga sedang mencocokkan dan menghitung jumlah pelanggan operator seluler. (tau/rin/oki/and/jpg/aln)

 

Registrasi Simcard

28 Februari 2018
Periode registrasi simcard berakhir. Asosiasi telekomunukasi akan beritahu pelanggan batas akhir dan pengaturan blokir secara bertahap.

1 Maret 2018 Mulai blokir, pemilik kartu tak bisa telp dan kirim SMS. Masih bisa terima telp dan SMS, dan paket data internet. Pelanggan diberi kesempatan registrasi hingga akhir Maret.

1 April 2018
Belum registrasi, pemilik nomor tak bisa telp dan kirim SMS, juga terima telp maupun SMS. Paket data aktif (WhatsApp, Line, dan Fb aktif).

30 April 2018
Batas akhir registrasi

1 Mei 2018
Jika pemilik kartu belum juga registrasi, dilakukan blokir total terhadap seluruh akses komunikasi.



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!