Marianus Bantah Terima Rp 1,5 M – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Marianus Bantah Terima Rp 1,5 M

Kembali Jadi Saksi untuk Miming

JAKARTA, TIMEX-Bupati Ngada non aktif Marianus Sae (MS) kembali menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik KPK, kemarin (7/3). Sosok yang juga Cagub NTT itu diperiksa dari pukul 10.00-16.00 WIB sebagai saksi untuk perkara tersangka Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU) sang Direktur PT Sinar 99 Permai.

Marianus setelah menjalani pemeriksaan pertama hingga pukul 12.00 WIB, terlihat keluar dari ruang penyidik di lantai 2 gedung KPK untuk beristirahat sejenak. Marianus tampak duduk di sebuah kursi persis di luar ruang penyidik, sembari memandang ke arah lobi gedung KPK dengan ekspresi wajah yang datar. Bahkan sesekali ia terlihat termenung sembari menopang dagu dengan tangan kanan.

Sekira 30 menit kemudian, Marianus kembali ke ruang penyidik untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pada pukul 16.00 WIB, Marianus baru keluar dari ruang penyidikan dan dikawal menuruni tangga hingga masuk ke dalam bus tahanan yang sudah menunggu di teras gedung KPK.
Marianus juga tetap bungkam terhadap pertanyaan wartawan yang mencegatnya di depan pintu kantor KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang diwawancarai membenarkan pemeriksaan tersebut. “Yang pasti penyidikan terus berlanjut sesuai hukum acara yang berlaku. Tadi MS diperiksa sebagai saksi untuk perkara tersangka WIU,” kata Febri.

Vinsensius Maku Nanga selaku ketua tim kuasa hukum Marianus yang diwawancarai terpisah, juga membenarkan pemeriksaan kliennya. Ia kembali menegaskan bahwa Marianus dalam pemeriksaan sebelumnya telah ditanyai penyidik KPK mengenai adanya timbal balik dari Marianus memegang ATM WIU alias Baba Miming, ataupun menerima pemberian fee dari kontraktor tersebut.

“Sekali lagi beliau (Marianus, Red) menjawab tidak ada. Semua dasar itu adalah dari pertemanan beliau dan keluh kesah beliau sebenarnya dengan biaya operasional yang tinggi sebagai calon kepada daerah, lalu Miming memberikan ATM,” kata Vinsensius.

“Pak Marianus telah memberikan bantahan tegas. Tidak ada kaitan dengan fee proyek karena semua pekerjaan proyek di lingkungan Pemkab Ngada semuanya dijalankan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku,” lanjut dia.

Vinsensius melanjutkan, Marianus juga secara tegas membantah pertanyaan penyidik bahwa dirinya telah menerima uang sejumlah Rp 1,5 miliar pada bulan Oktober 2017 dari Miming di salah satu hotel di bilangan Senayan, Jakarta.

“Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kaitannya antara ATM dengan dana-dana yang beliau terima dengan proyek-proyek yang dikerjakan kontraktor dan lain sebagainya di Pemkab Ngada,” imbuh dia.

Sebagai pihak yang diduga penerima, Marianus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal II UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!