Timor Express

PENDIDIKAN

Soal Belum Tiba, Simulasi Ditunda

Mathias M. Beeh

 SMKN 1 Kupang Nyatakan Siap UN

KUPANG, TIMEX–Rabu (7/3) kemarin merupakan jadwal yang ditentukan Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) Kemendikbud untuk melaksanakan simulasi ketiga untuk SMK se-Indonesia. Akan tetapi tidak dilaksanakan karena belum ada soal kejuruan yang dikirim di server sekolah.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kupang Mathias M. Beeh menjelaskan bahwa pihak sekolah belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Puspendik mengenai belum dikirimnya soal ke server sekolah. Namun, ia memperkirakan soal yang akan diuji pada hari tersebut adalah mata pelajaran jurusan. Sehingga tidak mudah untuk mempersiapkan soal dalam waktu yang singkat. Ditambah dengan beragamnya jurusan di SMK sendiri.

Namun, ia memastikan pembatalan simulasi yang dilakukan bukan akibat dari ketidakkesiapan sekolah dalam menghadapi simulasi tersebut. “Kita di tingkat sekolah sudah tidak masalah. Seluruh sistem sudah tersingkron dengan baik. Teknisi sudah menjalankan perannya dengan baik serta anak-anak juga bisa mengikuti dengan siap,” ujarnya.

Mengenai kesiapan para siswa, Mathias mengatakan, pihaknya telah melakukan sumulasi selama dua hari, 5-6 Maret. Mereka juga akan melakukan pendalaman materi Sabtu nanti agar siswa mempunyai gambaran mengenai prediksi soal yang akan keluar di ujian nasional. “Kita juga telah memaparkan kisi-kisi mengenai beda standar kompetensi kelulusan setiap sekolah sehingga para siswa bisa menjadi lebih dekat dengan soal-soal yang diprediksi akan keluar pada saat UNBK pada 2 hingga 5 April mendatang,” ujar Mathias.

Saat dikonfirmasi mengenai sekolah yang dibantu oleh SMKN 1 Kupang dalam melaksanakan UNBK tahun ini, Mathias menjelaskan, saat ini terdapat 13 sekolah yang dibantu untuk melaksanakan UNBK. “Kebetulan saya bukan hanya kapala Sekolah, namun saya juga saat ini menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Kupang sehingga saya menggerakan sumber daya yang ada di sekolah untuk membantu sekolah-sekolah tersebut dalam mempersiapkan UNBK. Dan kami bersyukur mereka telah melaksanakan simulasi dan berjalan dengan baik,” jelasnya.

Mathias menambahkan, sumber daya yang dialokasikan ke sekolah-sekolah tersebut yakni guru dan teknisi untuk melakukan instalasi untuk sambungan serta server yang berdaya rendah. Ia manambahkan, untuk SMK di Kota Kupang, pesertanya hampir seluruhnya mengikuti UNBK. Oleh karena itu ia yakin bantuan yang akan dialokasikan oleh pemerintah pusat akan terakomodir dengan baik karena persentasi sekolah peserta UNBK tahun ini yang cukup baik.

13 sekolah yang menjadi mitra penerima bantuan dari SMK Negeri 1 Kupang yakni SMK Effata, SMK Kristen 1, SMK Swastisari , SMKN 8, SMA Negeri Semau, SMK Negeri 7, SMK Pelayaran, SMK Stikes Nusantara, SMK 20 Desember, SMA Plus Generasi Unggul, SMK Wirakarya, SMK Uyelindo, dan SMK Mentari. Semuanya telah berhasil melakukan simulasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Kemendikbud. (mg27/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!