Timor Express

METRO

Anak di Bawah Umur Dibacok Tetangga

TERSANGKA BACOK. Aparat Polres Kupang berhasil mengamankan Maurit Oemanu, pelaku pembacokan terhadap anak di bawah umur, AA, di Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Jumat (9/3).

IST

Diduga Pelaku Punya Masalah Rumah Tangga

KUPANG, TIMEX– Diduga dipicu masalah keluarga yang bisa diselesaikan, Maurit Oemanu, 35, warga RT 08/RW 04, Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang nekad membacok tetangganya sendiri yang masih di bawah umur. Korban pembacokan diketahui berinisial AA, 8, warga RT 08/RW 04, Dusun Nefoneke, Desa Oelnanineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Kejadian pembacokan yang dilakukan Maurit Oemanu terhadap korban AA terjadi pada Rabu lalu (7/3) sekira pukul 13.00 Wita bertempat di belakang rumah Yermias Oemanu yang terletak di wilayah RT 08/ RW 04, Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

Akibatnya, korban AA mengalami luka robek cukup serius di bagian
bahu sebelah kanan dan pipi sebelah kanan. Nahas yang dialami korban pertama kali diketahui oleh dua orang saksi masing-masing Felipina Atto, 37, Jhoni Eki, 30. Tak menunggu lama, saksi Jhoni Eki langsung melarikan korban AA ke Puskesmas Nefoneke untuk mendapatkan pertolongan medis. Tak terima dengan perbuatan pelaku Maurit Oemanu, Bastian Pahnael, 41, warga RT 08/RW 04, Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang kemudian membuat laporan polisi di Mapolres Kupang dengan nomor Laporan Polisi: LP/B/93/III/2018/NTT/Polres Kupang, Kamis (8/3) pukul 23.30 Wita.

Mengantongi laporan polisi yang dibuat pelapor, Bastian Pahnel, aparat Polres Kupang Kota kemudian membekuk pelaku Maurit Oemanu di kediamannya, Jumat (9/3) kemarin. “Kita sudah berhasil amankan pelaku Maurit Oemanu di rumahnya. Saat ini pelaku sudah kita amankan di sel tahanan Mapolres Kupang. Status pelaku juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 67 C jo Pasal 80 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta,” tegas Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan melalui Kasat Reskrim Iptu Simson L. Amalo kepada Timor Express, Jumat (9/3) melalui pesan WhatsApp-nya.

Dikatakan Simson, berdasarkan keterangan sementara yang didalami penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang dari tersangka Maurit, dirinya kelap mata sampai membacok korban AA karena ada masalah keluarga yang sementara dialaminya namun belum diselesaikan. Karena itu maka saat pelaku melihat korban maka munculah niat pelaku untuk membacok korban.

Kasat Reskrim Polres Kupang ini mengkronologiskan, Rabu lalu korban AA bersama sejumlah rekannya sementara bermain petak umpet (sembunyi-sembunyi, Red) di belakang rumah salah seorang warga Yermias Oemanu. Ketika sementara bermain petak umpet itulah, korban bersembunyi supaya tidak ditemukan teman-temannya. “Jadi, saat korban dan teman-temannya bermain petak umpet di belakang rumah Yermias Oemanu. Tapi tiba-tiba korban berteriak sambil menangis, ‘Om Maurit potong beta’. Mendengar teriakan korban, saksi Felipina Atto dan Jhoni Eki langsung bergegas menemui korban dimana kondisi korban sudah berlumuran darah. Saksi Jhoni Eki kemudian melarikan korban ke Puskesmas Nefoneke untuk mendapatkan pertolongan medis,” tegas Simson.

Ditanya terkait sudah berapa saksi yang dimintai keterangan, Simson tegaskan bahwa sejauh ini pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi termasuk teman-teman korban. “Korban sudah divisum dan saksi-saksi sudah kita mintai keterangan. Barang bukti berupa sebilah parang yang dipakai tersangka untuk membacok korban juga sudah kita amankan,” pungkas Kasat Reskrim Polres Kupang. (gat)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!