Jangan Jadikan Pasar Tempat Judi dan Miras – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Jangan Jadikan Pasar Tempat Judi dan Miras

PASAR. Inilah pasar Desa Belle yang akan mulai dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

YOPI TAPENU/RIMEX

Bapenda Serahkan SK dan Karcis Pasar Belle

SOE, TIMEX – Pasar sebagai wadah untuk aktivitas jual beli. Namun terkadang pasar dialihfungsikan yakni tempat berjudi dan mabuk-mabukan.

Jika demikian, masyarakat telah salah memanfaatkan pasar. Pada penyerahan SK dan karcis retribusi pasar Belle Kecamatan Kie, Kamis (8/3), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) TTS, Aba L Anie menegaskan agar masyarakat tidak salah memanfaatkan pasar Belle yang dibangun dengan menggunakan uang pemerintah pusat sebesar Rp 800 juta lebih.

Dikatakan, pasar Belle dibangun pemerintah dengan harapan agar masyarakat Desa Belle dan sekitarnya mengalami peningkatan ekonomi. Karena hasil perkebunan, peternakan dan lain sebagainya dapat dijual di pasar tanpa harus pergi menjual barang dan membeli kebutuhan rumah tangga di pasar Oinlasi yang jaraknya cukup jauh. Karena pasar Belle sudah bisa digunakan, maka masyarakat harus semakin giat menanam dan bertani.

“Pasar ke depan akan dikelola oleh BUMDes. Tapi karena sampai sekarang belum ada aturannya, maka Bapenda masih kelola sambil menunggu regulasi baru yang mengatur tentang pengelolaan pasar,” katanya.

Dirincikan, karena SK Bupati TTS terkait pengelolaan pasar Belle telah terbit, maka juru pungut yang telah ditunjuk Desa Belle yakni Roby Selan akan menarik retribusi pedagang yang dibagi dalam kategori yakni kategori pelataran dan los. Untuk retribusi pelataran senilai Rp 1.000 dan untuk kategori los Rp 2.000. Sementara untuk kios akan disewakan kepada pedagang senilai Rp 227.000 per meter per segi per hari.

“Pedagang harus bayar retribusi dan terima karcis. Ada beberapa juru pungut di beberapa pasar yang kami sudah berhentikan karena ambil uang tidak berikan karcis,” tegas Aba.

Sementara, Kades Belle, Yosephus Selan mengatakan, pasar Belle didirikan tahun 2016. Keberadaan pasar Belle sangat diharapkan masyarakat karena potensi yang ada di Desa Belle dan sekitarnya sangat banyak yakni kemiri, asam dan lainnya. Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena telah menjawab keluhan masyarakat Desa Belle.

“Sekarang kami sudah bisa manfaatkan pasar untuk berjualan. Jadi saya atas nama masyarakat Desa Belle sampaikan terima kasih kami kepada Pemerintah Kabupaten TTS, Provinsi NTT dan juga pemerintah pusat,” ujar Yosephus.  (yop/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!