Dua Kuda Sandalwood Jadi Inventaris Negara – Timor Express

Timor Express

SUROSA

Dua Kuda Sandalwood Jadi Inventaris Negara

MARTEN LADO/TIMEX

Dikelola Istana Presiden Bogor

JAKARTA, TIMEX – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan dua ekor kuda jenis Sandalwood kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.

Penyerahan dilakukan Direktur Gratifikasi, Giri Supradiono di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Senin (12/3).

Dua ekor kuda Sandalwood yang merupakan objek gratifikasi itu selanjutnya diserahkan kepada pihak Istana Bogor.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Gedung Merah Putih, petang kemarin.

Menurut Febri, kedua kuda senilai Rp 70 juta tersebut merupakan pemberian hadiah dari Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu sebagai pimpinan dari masyarakat adat SBD yang diberikan pada 25 Juli 2017 kepada Presiden Joko Widodo saat kunjungan Presiden menghadiri Parade 1001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 yang diselenggarakan di lapangan Galatama, 12 Juli 2017.

“Kuda tersebut dikirim melalui pesawat Hercules yang mendarat di bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur pada 25 Juli 2017 dan sampai di Istana Bogor malam hari dengan dikawal oleh dua orang, di mana salah satunya adalah dokter hewan,” sebut Febri.

Presiden menurut bekas aktivis ICW itu, kemudian melaporkan penerimaan tersebut kepada KPK pada 22 Agustus 2017 dan kelengkapan laporannya disampaikan pada 13 September 2017.

Setelah dilakukan analisis, lanjut dia, KPK menetapkan status kepemilikan kedua kuda menjadi milik negara berdasarkan Keputusan Pimpinan KPK Nomor 1175 tahun 2017 tanggal 25 September 2017 dan disampaikan kepada Presiden melalui surat KPK nomor: B/7019/GTF.02.01/01-13/2017 tanggal 11 Oktober 2017.

Selanjutnya untuk menindaklanjuti Pasal 17 ayat (6) Undang-undang (UU) Nomor 30/2002, kuda tersebut dikelola oleh pihak Istana Kepresidenan sampai dengan adanya rekomendasi penempatan kuda tersebut.

“Serah terima objek gratifikasi hari ini (kemarin, red) adalah untuk pencatatan Barang Milik Negara (BMN) oleh DJKN yang kemudian diserahkan kepada pihak Istana Bogor untuk pengelolaan kuda tersebut dan dicatat sebagai inventaris BMN,” jelas dia.

Febri menambahkan, pada kesempatan tersebut, KPK juga berkoordinasi dan mempelajari manajemen pengelolaan barang di museum-museum Balai Kirti untuk menjajaki kemungkinan menyimpan barang-barang gratifikasi sebagai bahan edukasi bagi masyarakat ke depannya. (joo/fmc/ays)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!