Timor Express

KUPANG METRO

Harus Pastikan Air Mengalir 6 Jam Per Hari

PERBAIKAN.Terlihat para staf PDAM yang sedang memperbaki pipa air yang bocor dalam mengatasi masalah pengeluhan tentang air yang sering tidak mengalir di kelurahan sikumana gambar diabadikan Rabu(12/2).

SALDY BULAN/TIMEX

Salah Satu Syarat untuk Direktur PDAM yang Baru

KUPANG, TIMEX – Salah satu syarat Direktur PDAM Kota Kupang adalah mampu merencanakan enam jam per hari air bersih berjalan lancar di setiap wilayah. Dengan tarif per bulan Rp 60.000.

“Kalau dibagi zonanya, misalnya di Kecamatan Alak air jalan setiap jam sekian sampai sekian, setelah itu dimatikan dan dipindahkan ke zona lainnya.  Begitu seterusnya,” kata Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man saat membuka Musrenbang Kecamatan Alak, Senin (12/3) di Kantor Camat Alak.

Ia mengatakan, dengan berlangganan cukup membayar Rp 60.000. Dengan demikian masyarakat tidak lagi mengeluh tentang kekurangan air bersih dan lain sebagainya. Selain itu,  Bendungan Tilong tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Kupang. Untuk itu, kata Herman, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang sudah berpikir dan mencari alternatif. Dengan mencari sumber mata air lain,  yaitu di Kelurahan Naimata di daerah Sunkaen.

Selain itu, pemerintah Kota Kupang juga sementara berupaya agar BLUD SPAM Provinsi NTT dapat dikelola oleh pemerintah Kota Kupang. Jadi, Bendungan Tilong juga dialihkan ke Pemerintah Kota Kupang. Air dari Bendungan Tilong jalan selama delapan jam per hari sehingga dengan debit air yang besar ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kupang.  Hal ini sudah dikonsultasikan dan diperjuangkan ke Kantor Sekretariat Presiden. “Wali Kota Kupang sedang berusaha.  Bagaimana agar BLUD SPAM dapat diserahkan ke Pemerintah Kota Kupang, sehingga Bendungan Tilong diurus oleh Pemerintah Kota Kupang,” terangnya.

Dikatakan,  jika Bendungan Tilong sudah diurus oleh Pemerintah Kota Kupang, maka semua reservoir yang ada di Kota Kupang dapat difungsikan dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bernadus Benu mengatakan proses seleksi Direktur PDAM Kota Kupang dan PD Pasar masih terhambat karena salah satu anggota tim dari Jakarta belum mengonfirmasi kesediaannya.

“Sampai sekarang belum ada konfirmasi dari salah satu anggota tim seleksi pusat. Kami sudah kirimkan surat kedua, tetapi sampai sekarang belum ada konfirmasi,” katanya.

Untuk itu , kata Bernadus, Pemerintah Kota Kupang masih menunggu konfirmasi, sementara dua anggota tim seleksi sudah bersedia. “Kami menunggu konfirmasi.  Jika memang tidak berkesempatan,  maka Pemkot Kupang akan mencari pengganti. Tapi kami menunggu persetujuan Wali Kota Kupang,” terangnya.

Sementara, terkait RUPS PT. Sasando disebutkan mesti dihadiri Wali Kota Kupang. Untuk itu, saat ini masih menunggu kedatangam Wali Kota Kupang yang sementara berada di luar daerah. Tetapi rencananya akan digelar pada April 2018. (mg25/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!