Timor Express

EKONOMI BISNIS

Kontainer dari NTT Sering Kosong

KOSONG. sebuah kapal pengangkut kontaner yang baru saja keluar dari pelabuhan Tenau Kupang dan melewati pulau semau .kamis(8/3),tampak pengapung dengan bagian depan terangkat karna klontainer sebagian besar kosong

CARLENS BISING/TIMEX

ALFI: Kami Siap Bantu Fasilitasi

KUPANG, TIMEX-Muatan kapal yang mesuk ke wilayah NTT dan yang keluar dari NTT jauh dari seimbang. Kapal barang yang masuk selalu penuh muatan, namun kembali dalam keadaan kosong.

Demikian diakui Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Provinsi NTT, Ignasius Charles Angliwarman kepada Timor Express, Senin (12/3). “Jadi kalau orang kirim barang dari Surabaya atau Jakarta dengan kontainer, lalu kembali dengan kontainernya kosong. Kan kasian, karena kita bayar ongkos angkut kontainer kosong,” kata Charles yang dilantik sebagai Ketua DPW ALFA NTT, Februari 2018 itu.

Menurut dia, sangat disayangkan jika kondisi ini terus dibiarkan. Pasalnya, jika tidak ada keseimbangan, masyarakat yang dirugikan karena tingginya biaya angkut barang menyebabkan harga barang ikut naik. Namun jika ada keseimbangan, bahkan semakin banyak muatan keluar akan terjadi persaingan, sehingga masyarakat sebagai konsumen akan diuntungkan.

Kondisi ini menurut dia harusnya menjadi perhatian pemerintah dan juga dunia usaha. Pasalnya, saat ini banyak komoditi di NTT yang berpotensi untuk dijual ke luar NTT, bahkan untuk ekspor. “Kita punya lebih dari 10 komoditi yang bisa dimaksimalkan untuk dibawa keluar. Misalnya di pertanian dan perkebunan itu ada kakao dari Sumba dan Flores, garam dan rumput laut dari sektor kelautan perikanan,” sebut Charles.

Sebagai pengusaha di bidang logistik, pihaknya ingin ada sinergi antara pemerintah dan pengusaha melalui organisasi-organisasi yang membawahi para pengusaha. Misalnya Kadin, APINDO, HIPMI dan lainnya. Sinergi ini menurut dia untuk membangun komitmen bersama untuk mendukung produktivitas pengusaha atau UMKM sebagai penghasil produk. “Kami dari ALFI siap fasilitasi untuk kerja sama dengan pengusaha angkutan di Surabaya dan Jakarta. Dan yang penting juga, harus ada kesinambungan,” tutup dia.

Sebelumnya, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Viktor Gustaaf Manoppo dalam sambutannya pada acara Pelantikan DPW ALFI NTT di Swiss Belinn Kristal Hotel Kupang, menyatakan dukungannya kepada ALFI NTT untuk menjadi organisasi yang bisa menjembatani produsen komoditi di NTT untuk dibawa ke luar NTT. Bahkan Viktor menyebut potensi kelautan dan perikanan di NTT masih sangat terbuka lebar untuk dieksploitasi. Selain ikan yang sangat besar potensinya, ada pula lopster yang justru diambil negara lain.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!