Nando Riry Dituntut 14 Tahun Penjara – Timor Express

Timor Express

METRO

Nando Riry Dituntut 14 Tahun Penjara

DENGAR TUNTUTAN. Terdakwa Martinus Nando Riry terlihat tegar saat mendengar pembacaan tuntutan dari JPU Kejari Kota Kupang di PN Klas IA Kupang, Senin (12/3).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Keluarga Harap Hakim Putus Maksimal

KUPANG, TIMEX- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang, Senin (12/3) bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang, membacakan tuntutan bagi terdakwa Martinus Nando Riry alias Nando. Nando merupakan terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana penikaman terhadap korban Arthur Armindo Maurisco Baun alias Bombon di depan Venice Club, Jalan Bundaran PU, Kelurahan TDM, Kecamatan Oebobo, Minggu (10/9/2017) dini hari. Oleh JPU, terdakwa Nando dituntut pidana kurungan badan selama 14 tahun penjara.

Dalam tuntutan, JPU Januarius Boli Tobi menyebutkan, dari keterangan sejumlah saksi, keterangan terdakwa dan alat bukti surat berupa laporan hasil visum et repertum yang disimpulkan dokter di RS Leona, terdapat fakta hukum yang bersesuaian. Dengan demikian, unsur obyektif yakni perbuatan yang menghilangkan nyawa orang lain dan unsur subyektif yakni dengan sengaja sebagaimana dalam dakwaan primer (Pasal 338 KUHP) telah terpenuhi. Oleh karena dakwaan primer telah terpenuhi, maka JPU tidak lagi membuktikan unsur-unsur dalam Pasal 354 ayat (2) KUHP (dakwaan subsidair) dan unsur-unsur Pasal 351 ayat (3) KUHP (dakwaan lebih subsidair).

Menyatakan terdakwa Martinus Nando Riry alias Nando telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam Pasal 338 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primer. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa selama ini,” kata Januarius Boli Tobi.

Usai pembacan tuntutan, Ketua Mejelis Hakim, Anak Agung Made Aripathi Nawaksara mengatakan, terdakwa Nando dan penasihat hukumnya punya hak untuk mengajukan keberatan (pledoi) atas tuntutan JPU. Terdakwa Nando yang dalam persidangan didampingi Adi Adoe selaku penasihat hukumnya kemudian mengiyakan apa yang disampaikan Hakim Ketua.

Yosefina Lika Bere, ibu kandung korban yang diwawancara usai persidangan mangatakan, tuntutan pidana yang diberikan JPU kepada terdakwa masih sangat ringan. Sebab perbuatan terdakwa sangat tidak manusiawi dan telah mengakibatkan anaknya meninggal dunia. Selain itu, terdakwa juga tidak pernah mengaku dan menyesali perbuatannya. “Kita bunuh atau tikam binatang satu kali saja, kita sudah ngeri. Tapi anak saya ditikam berkali-kali. Itu sudah kategori yang tidak manusiawi. Sudah begitu, tidak ada keluarga pelaku yang datang minta maaf di rumah, ” ujar Yosefina didampingi beberapa anak perempuannya (saudari korban, Red).

Yosefina juga mengaku kecewa karena pihak kepolisian masih membiarkan pelaku lain selain terdakwa Nando, berkeliaran tanpa diproses hukum. Sebab dia yakin, saksi JB dan AB juga adalah pelaku yang mengakibatkan anaknya meninggal dunia. Sebaliknya, dia tidak yakin anaknya meninggal hanya karena berduel satu lawan satu dengan terdakwa Nando.

“Mereka jemput anak saya di rumah dan itu pasti ada rencana tidak baik. Sekarang mereka bebas berkeliaran, sedangkan kami berduka cita. Kami yang tidak tidak mengerti hukum berharap majelis hakim menjatuhkan putusan dengan adil. Bila perlu hukuman 20 tahun atau hukuman mati,” ungkapnya. (tom/gat)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!