Timor Express

KUPANG METRO

Pemkot Tetap Perjuangkan Bendungan Kolhua

KUPANG, TIMEX–Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore membantah Bendungan Kolhua batal dibangun. Menurutnya, proyek ini termasuk salah satu program nasional.

 Jefri Riwu Kore

Jefri Riwu Kore

Dikonfirmasi Timor Express via telepon, Senin (12/3), Jeriko-sapaan karibnya, menjelaskan Bendungan Kolhua sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu. Namun, sampai saat ini belum direalisasi karena sejumlah alasan. Dan terkait informasi bahwa bendungan ini batal dilaksanakan dan dialihkan ke Kabupaten Belu, Jeriko mengatakan hal itu tidak benar.
Ia mengatakan hanya anggarannya yang digeser ke Belu atau tempat lain. Namun proyeknya tetap masuk proyek nasional dan akan dikerjakan ketika Pemkot sudah siap.

Menurutnya, dalam proyek nasional itu ada tujuh bendungan di NTT. Dan yang menempati prioritas pertama adalah Bendungan Kolhua. “Karena Kolhua belum bisa, maka dibangun dulu Raknamo. Setelah Raknamo ternyata Kolhua juga belum, maka dibangun Rotiklot dan akan menyusul yang lain,” kata Jeriko.

Ia mengatakan Kolhua tetap masuk dalam salah satu prioritas pembangunan karena sudah ada kajian yang lengkap. Sekarang permasalahannya hanya soal ganti rugi lahan milik masyarakat. Selain itu, soal kehidupan 40 kepala keluarga di Kolhua yang mesti diperhatikan.

Oleh karena itu, Jeriko mengatakan Pemkot sedang mengkaji ulang kompensasi dan jaminan yang akan diberikan kepada 40 KK tersebut. Menurutnya, kompensasi yang diberikan tentu menguntungkan masyarakat. Pemkot juga akan menjamin keberlangsungan masa depan dari 40 KK tersebut.

“Kita sedang mendesain seperti apa kompensasinya dan terus lakukan komunikasi, karena memang masyarakat butuh keadilan. Kita juga pendekatan terus dengan masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTT Andre Koreh mengatakan, Pemprov NTT terpaksa mengusulkan lokasi bendungan baru agar jatah pembangunan tujuh bendungan yang akan dibangun hingga tahun depan tidak berkurang. Hal itu karena masalah lahan di Kolhua belum juga selesai. Andre mengatakan, Pemprov NTT sudah mengusulkan lokasi bendungan baru sebagai pengganti Bendungan Kolhua tersebut.

Lokasi yang siap adalah We Likis Haliboe di Desa Derok Faturene Kecamatan Tasifeto Barat. Bupati Belu Wilybrodus Lay sudah mengajukan usul tersebut kepada Presiden melalui Menteri PUPR. Andre mengatakan, langkah yang diambil Pemprov NTT itu agar dana Rp 550 miliar untuk pembangunan bendungan Kolhua itu tidak hilang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam beberapa kesempatan saat kunjungan ke NTT selalu menyinggung soal bendungan Kolhua. Dirinya mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian masalah lahan. Dengan demikian pembangunan segera dilaksanakan. Jika tidak, Menteri Basuki mengancam akan memindahkannya di tempat lain. Bisa saja di wilayah lain di luar NTT yang lebih siap. (sam/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!