Bangun Infrastruktur Logistik di Waingapu – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Bangun Infrastruktur Logistik di Waingapu

TENAU.Pelabuhan Tenau Kupang sebagai pelabuhan terbesar di NTT yang dikelola PT.Pelindo III Cabang Kupang yang juga mengelola Pelabuhan Waingapu Sumba Timur.

CARLENS BISING/TIMEX

Pelindo Kolaborasi Dengan Swasta

JAKARTA, TIMEX-PT Pelindo III berkolaborasi dengan perusahaan swasta membangun infrastruktur logistik daerah. Itu ditandai teken Memorandum of Collaboration (MoC) dengan tiga perusahaan swasta. Ketiga perusahaan itu meliputi Muria Sumba Manis (MSM), PT Sriboga Flour Mill (SFM), dan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT).

CEO Pelindo III Ari Askhara menyebut kerja bareng dengan PT MSM untuk penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa kepelabuhanan. Kemudian jasa terkait pembangunan perkebunan tebu dan pabrik gula di Pelabuhan Kawasan Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perkebunan tebu dan pabrik gula akan dioperasikan PT MSM butuh fasilitas pelabuhan, penunjang pelabuhan dan peralatan bongkar muat memadai. Dan, berdasar pertimbangan geografis, pelabuhan paling strategis untuk dapat dipakai proyek tebu itu adalah Pelabuhan Waingapu. “Waingapu masuk kawasan Pelabuhan Tenau Kupang merupakan wilayah kerja cabang Pelindo III,” tutur Ari, di Jakarta, Senin (12/3).
Pada proyek perkebunan tebu dan pabrik gula ini, kapal akan sandar di Pelabuhan Waingapu, lalu proses bongkar muat dan penumpukan akan ditangani Pelindo III. Jadi, Pelindo III tidak sekadar menjalankan bisnis untuk mendukung pengembangan perkebunan tebu dan pabrik gula PT MSM. Namun, juga ada semangat besar untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia,” ulas Ari.

Adapun dengan PT SFM meliputi pengelolaan fasilitas pelabuhan untuk terminal curah kering-food grain di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Di mana, Pelindo III akan mengoptimalkan pemakaian aset pelabuhan, PT SFM akan mendapat hak pengelolaan dua bidang tanah sekitar 40 ribu meter persegi untuk membangun fasilitas pelabuhan berupa terminal curah kering-food grain. “Itu juga untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat jangka panjang,” tegasnya.

Konsep kerja sama itu build-transfer-operate (BTO) untuk 16 unit silo suction, dan dermaga. Di mana, 30 persen permodalan dari Pelindo III dan 70 persen dari Sriboga. Pemerintah melalui Pelindo III bersinergi dengan swasta untuk membangun bangsa. Konsep BTO membuat negara lebih hemat dalam berinvestasi untuk pembangunan. Karena modal investasi ditanggung secara kolektif.

Selain itu, Pelindo III juga menandatangani perjanjian pendahuluan tentang pembentukan perusahaan usaha patungan dengan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), anak perusahaan Adaro Energy (ADRO). Pendirian perusahaan patungan itu untuk mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih (PMP), Kalimantan Selatan (Kalsel). Nant, PMP bakal disulap menjadi suatu pelabuhan umum dapat melayani kebutuhan industri dan masyarakat. Dengan begitu, mampu menunjang pembangunan nasional.(dai/jpg/cel)

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!