Hasil Rapat Anggota KONI Jadi Patokan – Timor Express

Timor Express

SPORTIVO

Hasil Rapat Anggota KONI Jadi Patokan

RUDY MADALLING/TIMEX

Cabor Yang Dipertandingkan Porprov NTT
Kabupaten/Kota wajib Ikut

KUPANG,TIMEX – KONI NTT tetap berpatokan pada hasil rapat Anggota KONI bulan Februari lalu, bahwa cabang olahraga (Cabor) yang boleh mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTT 2018, minimal Cabor yang sudah ada di lima Kabupaten.
“Dengan sendirinya, Cabor-cabor yang belum terdistribusi di Lima Kabupaten akan gugur dengan sendirinya sesuai aturan itu,” tegas Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh kepada koran ini, saat ditemui usai penandatanganan kontrak 24 paket proyek di Ruang rapat Dinas PUPR NTT, Kamis kemarin (15/3).

Aturan yang sama juga berlaku bagi Cabor yang kepengurusannya masih demisioner, dengan sendirinya belum bisa ikut Proprov.
“Beberapa cabor sementara kita usahakan untuk segera mendapatkan kepengurusan yang defenitif. Seperti FORKI misalnya, kita sudah menyurati KONI pusat, dan tembusan ke PB FORKI, supaya PB FORKI mengambil langkah penyelesaian supaya tidak merugikan atlet,” terangnya.

Terkait dengan keikutsertaan Kabupaten/Kota pada Porprov nanti, Andre juga memastikan bahwa sebagai ketua Umum KONI NTT dirinya sudah bersurat kepada Ketua KONI Kabupaten/Kota sejak Minggu lalu, supaya segera mempersiapkan diri mengikuti Porprov ini dengan segala konsekuensinya.
“Konsekuensinya, tentu soal anggaran yang harus disiapkan. Bagaimana KONI Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten supaya teralokasi anggaran yang sesuai kebutuhan mereka dan cabor yang akan mereka ikuti,” jelasnya.

“Intinya adalah Kita (KONI NTT) meminta para bupati/walikota sebagai kepala Daerah, yang sebagai besar juga Ketua KONI Kabupaten/kota, bisa mengambil peran maksimal.” imbuhnya.

Menurut Andre, persoalannya bukan sekedar anggaran, tetapi bagaimana membina masyarakat NTT, terutama generasi muda lewat cabor.
“Maka kita berharap Ketua KONI Kabupaten/Kota bisa mengirimkan atletnya mengikuti Cabor yang disepakati,” ungkapnya.
KONI NTT lanjutnya, memiliki orientasi bagaimana membangun persaudaraan di NTT, sambil mencetak prestasi.
“Kita akan mengukur kekuatan kita, yang akan kita bawa nanti ke PON 2020 di Papua. Setingnya itu kesana,” bebernya.

Karena itu kata Andre, akan sangat disayangkan, hanya karena keterbatasan anggaran lalu Kabupaten/Kota tidak ikut di Proprov. Padahal Porprov ini adalah ajang multi even tingkat lokal yang tertinggi pada level Provinsi
“Disinilah semua Cabor akan mengevaluasi kekuatannya, sambil melihat peluang kita, bisa tidak memberi kontribusi prestasi di PON yang akan datang,” tuturnya.

Masih menurut Andre, kita tahu bersama, PON XX 2020 ini adalah PON Prestasi. Tetapi di balik itu, PON juga bertujuan untuk membangun persahabatan demi NKRI.

Karena itu, Kabupaten/Kota wajib mengikuti Porprov nanti, karena ini bukan soal prestasi saja, tetapi juga keterwakilan daerah.
Bayangkan kata Andre, kalau ada Kabupaten yang tidak ikut. Kabupaten A misalnya, padahal di Kota Kupang ini warga Kabupaten itu pasti ada.
“Ini menyangkut harga diri daerah, harga diri kepala daerah karena Porprov ini bukan baru digelar. Dan menjadi naif kalau kita tidak menyiapkan alokasi anggaran, karena ini kegiatan yang sudah rutin, apalagi multi even seperti ini kita sudah laksanakan selalu menjelang PON,” tegasnya.

Kenapa Porprov selalu di gelar menjelang PON? “Tahun pertama itu mestinya ada Pekan Olahraga kabupaten. Tahun kedua pekan Olahraga Provinsi, tahun Ketiga itu Pra PON dan tahun keempat itu PON. Itu logikanya,” paparnya.

Menjadi sangat naif kalau ada daerah hanya karena persoalan anggaran tidak ikut. Padahal diyakini tidak ada daerah yang tidak punya atlet. Terbukti dalam kejurda, hampir semua Kejurda yang di gelar Cabor, pasti ada wakil dari Kabupaten/Kota.

“Artinya mereka juga bisa Ikut Porprov. kendalanya klasik, kami tidak punya anggaran. Padahal anggaran itu disiapkan oleh Pemda dan mestinya Pemda demi warganya, demi harga diri daerah mestinya bisa kirim.”
“Dan sampai hari ini, saya masih optimis 22 Kabupaten/Kota akan ikut. Seberapan pun timnya, yang penting ada dari setiap kabupaten/Kota,” katanya optimis.

Disinggung soal Venue yang dibutuhkan karena banyaknya Cabor yang di pertandingkan, dan belum selesainya pelaksanaan rehab bebera Vanue seperti GOR dan Stadion Oepoi, Andre mengatakan bahwa KONI akan meminta pemerintah segera menyelesaikan venue-venue.
Menurutnya, beberapa Venue, seperti stadion, GOR itu masih menjadi soal.
Tetapi kalau sampai hari H, jam D belum selesai terang Andre, tentu kami (KONI NTT) harus ambil sikap.
“Sikapnya seperti apa, kami terus meminta perhatian pemerintah, agar bisa selesai sebelum Porprov karena ini agenda bersama.” pastinya.
Ditambahkannya, KONI NTT tidak bisa dibiarkan sendiri, dan hanya membangun koordinasi. Tetapi juga tidak lepas dari peranan pemerintah.
“Terbukti, untuk alokasi anggaran, KONI tetap di berikan oleh Pemda. Dan kita harapkan Kabupaten juga seperti itu. Termasuk juga mempersiapkan sarana prasaran pertandingan.” ungkapnya lagi.
“Jadi itu semua sedang kita mintakan supaya pemerintah membantu.” tutupnya.(rum)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!