700 Ribu Pemilih ‘Hilang’ – Timor Express

Timor Express

PILKADA

700 Ribu Pemilih ‘Hilang’

494.656 Pemilih Terancam Tak Memilih

KUPANG, TIMEX–Tinggal tiga bulan lagi tahapan pencoblosan pilkada serentak dimulai. Namun, hingga saat ini data pemilih masih simpang siur.
Sabtu (17/3), KPU Provinsi NTT menggelar pleno penetapan daftar pemilih sementara (DPS) Pilgub NTT 2018. Hasil pleno menetapkan DPS sebanyak 3.059.704 pemilih. Jumlah ini malah menurun dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu terakhir atau Pilpres 2014, yakni sebanyak 3.203.525 pemilih. DPT pilpres ini jugalah yang menjadi dasar KPU menetapkan jumlah minimal dukungan untuk mengajukan bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT 2018-2023.

Sebelumnya, pada Januari 2018 lalu, KPU NTT merilis data baru yakni jumlah pemilih di Pilgub NTT mencapai 3.772.776 pemilih atau naik 500 ribu lebih dari DPT pilpres 2014. Jadi jika merujuk pleno DPS, maka jumlah pemilih berkurang 700 ribu lebih.

Dalam pleno DPS tersebut, Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, daftar pemilih sementara ini didapat dari kerja keras KPU seluruh kabupaten/kota yang dimulai dengan pencocokan dan penelitian (coklit) serentak 20 Januari 2018 lalu.

Maryanti mengapresiasi kerja keras Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) di seluruh NTT yang sudah menjalankan tugas dengan baik. “Hasilnya ada 85.791 rumah yang didatangi PPDP untuk mengambil data warga,” kata Maryanti.

Dari DPS itu, pemilih laki-laki sebanyak 1.500.447, sedangkan pemilih perempuan 1.559.257 orang. Para pemilih ini tersebar di 307 kecamatan, 3.323 desa/kelurahan dan 22 kabupaten/kota di NTT. Pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yakni sebanyak 279.928 disusul Kota Kupang sebanyak 229.524 orang.

Selain daftar pemilih sementara itu, masih terdapat 494.657 pemilih potensial yang terdata menggunakan KTP non elektronik. Jumlah paling banyak terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) 54.031 orang, disusul Kabupaten Kupang sebanyak 53.987 orang.

Selanjutnya, Maryanti mengatakan, DPS ini masih bisa berubah sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Menurut agenda, tanggal 24 Maret hingga 2 April 2018 DPS ini akan diumumkan kepada publik. Dalam rentang waktu itu, para pemilih bisa mengecek namanya, apakah sudah terdaftar atau belum.

Terkait data pemilih yang masih simpang siur, anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna mengatakan, menyimak data lima tahun lalu, maka setidaknya terdapat lebih dari 300 ribu pemilih yang hilang. “Kami pertanyakan karena yang berwenang mengelola data adalah KPU. Hak konstitusional rakyat harus kita rawat baik baik-baik,” kata Jemris.

Menurutnya, jika data ini dihilangkan begitu saja karena percaya pada sistem informasi data pemilih (Sidalih) maka bisa saja terjadi kesalahan. Buktinya hanya tiga kabupaten yang menggunakan sidalih dalam mengolah DPS. “Juga soal desa pemekaran yang datanya masih pakai data desa induk. Ini mohon dicermati,” kata Jemris.

Anggota Bawaslu Baharudin Hamzah meminta semua pihak untuk mencermati data pemilih yang ada. Sebab, setiap kali pemilu pasti yang paling bermasalah adalah data pemilih. Dengan mencermati data sejak awal, maka saat hari H tidak ada persoalan dengan data pemilih. “Dari awal harus klir karena semua warga negara yang punya hak pilih agar bisa ikut memilih,” kata Bahar.

Terkait lebih dari 400 ribu warga yang terancam tak bisa memilih karena belum lakukan perekaman, Ketua Bawaslu NTT, Thomas Djawa meminta KPU berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan kabupaten/kota untuk mempercepat perekaman. Pasalnya, jika tidak dilakukan perekaman, maka tidak bisa didaftarkan sebagai pemilih. (sam/ito)

 

DATA PEMILIH

1. DPS
     3.059.704 pemilih
2. Rilis awal KPU NTT
     3.772.776 pemilih
3. DPT Pilpres 2014
     3.203.525 pemilih
4. Hasil PPDP
     Laki-laki : 1.500.447
     Perempuan : 1.559.257
5. Tersebar:
     85.791 rumah
     307 kecamatan
     3.323 desa
     22 kab/kota
Sumber: KPU NTT



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!