KKSS Siap Berkontribusi Bangun TTU – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

KKSS Siap Berkontribusi Bangun TTU

POSE BERSAMA. Ketua BPW KKSS Provinsi NTT, Muhamad Darwis dan pengurus BPW NTT serta BPD KKSS Kabupaten TTU bersama Bupati dan Kapolres pose bersama, Sabtu (17/3).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Fahmi Pimpin BPD KKSS TTU

KEFAMENANU, TIMEX – Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes menghadiri pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten TTU yang digelar di hotel Viktory Kefamenanu, Sabtu (17/3). Acara pelantikan dengan tema, ‘Merajut Kebersamaan dan Bertekad Menjadi Motor Pembangunan di TTU’.

Pelantikan dilakukan Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Provinsi NTT, Muhamad Darwis, bersama pengurus BPW KKSS Provinsi NTT yang melantik Ketua BPD KKSS Kabupaten TTU, Fahmi Abdulahi bersama badan pengurus harian KKSS Kabupaten TTU periode 2018-2023.

Pantauan Timor Express, hadir dalam pelantikan BPD KKSS Kabupaten TTU, Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, Ketua KKSS Provinsi NTT, Muhamad Darwis, Wakil Ketua KKSS Provinsi NTT yang juga Pemimpin Umum Harian Timor Express, Sultan Eka Putra bersama BPW Provinsi NTT dan seluruh pimpinan etnis, tokoh agama dan tokoh pemuda yang ada di Kabupaten TTU.

Kehadiran KKSS di Kabupaten TTU sejak tahun 1950 yang dipimpin almarhum Daeng Palewang. Warga KKSS di Kabupaten TTU tersebar di sejumlah daerah dengan jumlah lebih dari 4.000 jiwa yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten TTU dengan mayoritas berada di Kecamatan Kota Kefamenanu, Insana Utara, Insana dan Miomaffo Barat.

Ketua BPD KKSS Kabupaten TTU, Fahmi Abdulahi kepada Timor Express, Sabtu (17/3) menurutkan terbentuknya organisasi KKSS untuk menghimpun warga perantau dari Sulawesi Selatan yang ada di seluruh Indonesia tak terkecuali di Kabupaten TTU yang merupakan garda terdepan NKRI yang berbatasan langsung dengan Distric Oecusse RDTL.

Fahmi menegaskan, organisasi KKSS bukan merupakan organisasi sayap dari sebuah partai politik, namun terbentuknya organisasi KKSS lebih fokus pada pengembangan bidang ekonomi, sosial dan budaya di mana saja berada. Organisasi KKSS merupakan organisasi sosial yang bersifat kekeluargaan dan tidak berafiliasi dengan organisasi politik dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.

“Organisasi ini terbentuk untuk menciptakan hubungan kekeluargaan, persaudaraan, kebersamaan dan harmonisasi serta mempererat kerja sama diantara anggota-anggotanya dan masyarakat di mana saja berada bukan untuk berafiliasi dengan kekuatan politik manapun,” tegas mantan Ketua HIPMI NTT ini.

Selain itu, terbentuknya organisasi KKSS untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah Sulawsi Selatan dan nilai-nilai budaya di mana KKSS berdomisili (akulturasi) yang merupakan bagian dari budaya nasional.

Menurutnya, keberadaan organisasi KKSS untuk mendukung program kerja pemerintah daerah. Organisasi KKSS memiliki tujuan yang mulia sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia yang termaktub dalam UUD 1945.

“Kehadiran KKSS untuk mendukung program kerja pemerintah daerah. Program kerja KKSS tidak berbeda dengan program kerja pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya,” ujarnya.

Fahmi berharap adanya sinergitas antaretnis dengan Pemerintah Kabupaten TTU dalam mendukung program kerja pembangunan sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan DPRD sehingga membangun hubungan persahabatan dalam mendukung program kerja pemerintah menuju kesejateraan seluruh rakyat TTU.

Sementara, Ketua BPW Provinsi NTT, Muhamad Darwis dalam sambutannya menuturkan, di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Menurutnya, kehadiran KKSS di mana saja berada tentu diterima oleh masyarakat setempat lantaran memiliki kontribusi yang besar bagi setiap daerah di mana saja berada.

Ia menegaskan, organisasi KKSS harus berafiliasi dengan pemerintah daerah dan memiliki kontribusi yang besar terhadap pembangunan daerah sehingga kehadiran KKSS memiliki makna yang besar bagi masyarakat setempat.

“Kehadiran KKSS di Kabupaten TTU harus dirasakan manfaatnya bagi warga setempat, memberikan makna dan berkontribusi bagi pembangunan di Kabupaten TTU,” ungkapnya.

Dikatakan, yang bergabung dalam organisasi KKSS terdiri dari beberapa etnis diantaranya, etnis Toraja, Bugis, Mandar dan Makassar.

Terkait momentum politik yang sementara dihadapi di Provinsi NTT dan sejumlah kabupaten di daerah, ia menegaskan, organisasi KKSS tidak mendukung salah satu figur atau paket paslon gubernur dan wakil gubernur NTT maupun bupati dan wakil bupati di daerah yang melakukan pemilihan kepala daerah, namun setiap anggota KKSS mempunyai pilihan politik yang tidak diintervensi oleh siapapun.

“KKSS mempunyai sikap independen karena KKSS bukan organisasi politik atau organisasi sayap dari partai politik manapun. Namun anggota KKSS juga punya pilihan politik yang tidak dipaksakan,” tegasnya.

Terpisah, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes mengatakan kepada keluarga besar Sulawesi Selatan agar tidak sungkan untuk berdomisili di Kabupaten TTU karena masyarakat TTU cinta akan keberagaman dan kebersamaan. “Tidak perlu merasa sebagai orang baru, tidak perlu merasa sebagai pendatang di TTU, namun kita adalah warga NKRI yang datang kemudian di TTU,” katanya.

Raymundus menegaskan, di Kabupaten TTU tidak boleh ada permusuhan antaretnis yang bermukim di Kabupaten TTU, namun harus membangun hubungan kerukunan antarumat beragama dan etnis yang ada sehingga memberikan warna yang menarik bagi Kabupaten TTU.

“Masyarakat TTU cinta akan keberagaman. Berbagai etnis dan agama yang berbeda selalu hidup rukun dan damai demi kerukunan masyarakat Kabupaten TTU yang baik dan bermartabat,” ungkapnya.

Raymundus menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Sulawesi Selatan yang senantiasa mendukung pembangunan di Kabupaten TTU terutama di bidang ekonomi dan sosial yang telah berjalan dengan baik selama ini.

Menurutnya, kehadiran warga Sulawesi Selatan menguasai pasar hingga pelosok daerah.

Ia mengungkapkan, tanpa kehadiran warga Sulawesi Selatan di Kabupaten TTU tentunya roda perekonomian pasti lumpuh dan tidak berjalan dengan baik. Namun kehadiran warga Sulawesi Selatan sangat membantu pembangunan di daerah terutama dibidang perekonomian.

“Pemerintah daerah berterima kasih kepada keluarga besar Sulawesi Selatan yang telah membangun perekonomian di Kabupaten TTU hingga sampai ke pelosok-pelosok daerah,” katanya. (mg26/ays)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!