Temukan Jenazah di Lokasi Rawan Begal – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Temukan Jenazah di Lokasi Rawan Begal

IDENTIFIKASI. Tim Inafis Polres Kupang Kota saat melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenasah Mery Faot, hutan gamal Desa Penfui Timur Kabupaten Kupang. Foto kanan, ATM milik korban yang ditemukan di TKP.

TOMY AQUINODA/TIMEX

Mery Faot Asal Nifukani TTS
Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban

KUPANG, TIMEX-Warga Kota Kupang dan sekitarnya belum lama ini dihebohkan dengan aksi begal yang sering dilakukan di wilayah Bukit Cinta, Desa Penfui Timur dan sekitarnya. Minggu siang (18/3), di sekitar lokasi tersebut, tepatnya di hutan gamal belakang Kampus Undana, ditemukan sesosok jenazah berjenis kelamin perempuan, yakni Mery Faot.
Belum dipastikan penyebab kematian korban. Namun, di tubuh korban ada tanda kekerasan yakni di pelipis mata kiri dan kepala bagian belakang ada bekas luka. Ada darah kering di wajah korban.

Mery Faot adalah warga Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS. Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, jasad Mery Faot ditemukan pertama kali oleh Atjeni Sofanie sekira pukul 11.30 wita saat dia bersama keponakannya, Voni Bailao sedang mencari kayu bakar di sekitar TKP. Karena takut dan panik, saksi Atjeni langsung pulang ke rumah. Sedangkan saksi Voni Bailao menemui Jhoni Ndun dan Marsi Bailao di pangkalan ojek tak jauh dari TKP. Selanjutnya mereka melaporkan kasus tersebut ke Pospol KP3 Udara Polres Kupang Kota.

Pantauan Timor Express di TKP, jenazah korban tergeletak tepat di salah satu sudut fondasi bekas monumen ‘Memorium Pekan Penghijaun Nasional ke-XIV tahun 1974 yang diresmikan Menteri Pertanian RI’. Korban mengenakan sweater ‘hello kity’ dan celana panjang dengan warna sepadan yakni pink. Tubuh korban dalam posisi telungkup. Pada kepala bagian belakang tepatnya di atas telinga kanan, tampak ada luka sobek disertai darah kering yang mengalir ke arah wajah korban. Di dekat korban terdapat tas berwarna hitam yang diduga kuat milik korban. Ditemukan juga satu botol air mineral.

Sekira pukul 12.55 wita, KSPK dan Tim Inafis Polres Kupang Kota tiba di TKP yang sudah dikerumuni ratusan warga yang ingin melihat penemuan mayat itu dari dekat. Hadir pula Babinsa setempat, beberapa anggota TNI AU, anggota Polres Kupang dan anggota Polsek Kupang Tengah. Sekira pukul 13.10 wita, polisi memasang police line untuk dilakukan olah TKP. Jalannya olah TKP dipimpin langsung Kasat Shabara Polres Kupang Kota, AKP Chairul Sitepu.

Korban tampak sudah kaku saat Tim Inafis membalikan tubuhnya. Wajah korban tampak ditutupi darah yang sudah mengering. Pada jari manis tangan kiri korban terdapat cincin (berwarna kuning emas). Di sela-sela olah TKP, anggota polisi sempat membuka tas korban. Tas tersebut berisi satu ATM BRI dengan nama Mery Faot, satu celana jeans panjang, satu buah baju berwarna kuning, satu kantong plastik hitam yang berisi dua bungkus biskuit.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho dan KSPK Polres Kupang, Ipda Yulius B. Neno yang hadir kemudian sempat menyaksikan jalannya olah TKP. Sekira pukul 13.55 wita, olah TKP selesai dilaksanakan. Setelah dimasukan dalam kantong jenasah, korban kemudian dibawa menuju RSB Titus Uly untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho saat diwawancara usai olah TKP menyebutkan, korban ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa oleh warga. Namun pihaknya belum bisa memastikan secara pasti kapan korban meninggal. “Ada tanda-tanda kekerasan, yakni di bagian pelipis sebelah kiri dan di kepala bagian belakang tepatnya di atas telinga kanan,” sebut Anthon.

Mengenai identitas korban, Anthon ketika diwawancara di TKP tidak berani menyimpulkan bahwa nama yang tertera pada ATM adalah nama korban. Sebab bisa jadi ATM tersebut milik orang lain. Untuk itu, menurut dia perlu dilakukan identifikasi sidik jari menggunakan alat yang dimiliki Tim Inafis Polres Kupang Kota. Ketika kembali dikonfirmasi usai Tim Inafis melakukan identifikasi melalui pemeriksaan sidik jari, Anthon akhirnya membenarkan bahwa korban bernama Mery Faot.

Anthon mengatakan, lokasi tempat mayat korban ditemukan merupakan wilayah hukum Polres Kupang. Namun karena TKP-nya lebih dekat dengan wilayah hukum Polres Kupang Kota, maka pihaknya wajib membantu. “Nanti teknis penyidikan selanjutnya diserahkan kepada wilayah hukum yang berwenang. Tapi sekarang kita tangani dulu,” kata mantan Waka Polres Kupang itu.

Belum diketahui motif dan modus kematian Mery Faot. Namun, dari kondisi korban diduga korban meninggal akibat benturan benda keras di bagian kepala.
Untuk diketahui, usai berhasil mengetahui identitas korban lewat pemeriksaan sidik jari, pihak kepolisian kemudian menyebarkan data diri korban lewat media sosial. Data diri korban tersebut kemudian diteruskan lagi oleh pengguna medsos ke grup-grup facebook. Dari penelurusan Timor Express di salah satu grup facebook, ada beberapa akun yang mengaku mengenali korban dan menginformasikan bahwa pihak keluarga sedang dalam perjalanan menuju Kupang. (tom/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!