Orang Dalam Bocorkan Dugaan Suap Dewan Kota – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Orang Dalam Bocorkan Dugaan Suap Dewan Kota

Dewan Kota: Rudy Harus Buktikan

KUPANG, TIMEX-Kasus dugaan suap Rp 500 juta terhadap oknum anggota DPRD Kota Kupang sebagaimana dikatakan Rudy Tonubessi dalam akun facebooknya semakin menemui titik terang. Terbaru, Rudy mengaku mendapat bocoran informasi itu dari orang dalam lembaga dewan itu sendiri.

Hal ini dikatakan Rudy Tonubessi kepada koran ini Senin kemarin di Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang. Ketika ditanya dari mana dia mendapatkan informasi seperti yang diposting di facebook, Rudy mengaku bahwa orang dalam DPRD Kota Kupang yang menyampaikan informasi tersebut kepadanya.

“Yang namanya kejahatan, tidak mungkin orang-orang itu akan mengakui perbuatannya. Tapi saya percaya informasi ini benar karena informasi ini bersumber dari orang dalam yang saya pandang punya kapasitas. Nah, kalau orang dari dalam dewan sendiri omong begitu sama kita, apakah kita harus diam,” kata Rudy.

Ketika ditanya apakah dia punya rekaman saat berbincang dengan orang yang dia maksudkan sebagai orang dalam dewan, Rudy lantas memberikan penjelasan. Namun, dia meminta Koran ini untuk tidak merekam apa yang disampaikannya (off the record). “Ketika saya muat (posting, Red) itu di facebook tentu ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Saya akan sampaikan itu di polisi nanti,” lanjut Rudy.

Terkait proses pemeriksaan, menurut Rudy, hingga Senin kemarin, dirinya belum dipanggil Penyidik Polres Kupang Kota untuk memberikan klarifikasi seputar postingannya di facebook yang menyebut oknum DPRD Kota Kupang menerima uang Rp 500 juta dari pihak Transmart.

Rudy menyebutkan, dia masih menunggu panggilan dari penyidik untuk memberikan klarifikasi atas postingannya yang membuat beberapa anggota DPRD Kota Kupang telah melaporkan dirinya ke Polres Kupang Kota itu. Apabila surat panggilan sudah ada, maka dia siap memenuhi panggilan guna melakukan klarifikasi. “Saya tunggu dipanggil untuk klarifikasi. Tapi sampai sekarang saya belum dipanggil. Intinya saya siap dan saya pasti klarifikasi kalau dipanggil,” ujar mantan anggota DPRD Kota Kupang itu.

Rudy kembali menegaskan bahwa dalam postingannya di facebook, dia tidak pernah menyebut nama seseorang secara jelas, dalam hal ini nama anggota DPRD Kota Kupang. Menurutnya, dia hanya menyebut oknum anggota DPRD Kota Kupang. “Terkait dengan postingan saya, silakan mereka proses kalau mereka merasa memenuhi unsur penghinaan sebagaimana yang dilaporkan oleh beberapa anggota dewan yang terhormat itu,” kata Rudy yang juga adalah seorang advokat itu.

Rudy menjelaskan, pada Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme, disebutkan bahwa peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara merupakan hak dan tanggung jawab masyarakat untuk ikut mewujudkan penyelenggara negara yang bersih. Oleh karena itu, sebagai rakyat dia wajib melakukan kontrol ketika mendapatkan informasi yang cukup valid seperti yang dia sampaikan dalam postingannya.

“Sebagai rakyat ketika memiliki informasi yang cukup valid mengenai itu, ya saya harus kontrol. Tetapi kalau mereka laporkan bahwa omongan saya ini masuk unsur penghinaan, ya silakan buktikan siapa yang dihina,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kota Kupang yang melaporkan Rudy Tonubessi ke polisi. Para legislator ini menuntut Rudy untuk menyebut siapa oknum dewan yang dimaksud Rudy menerima uang dari Transmart senilai Rp 500 juta. Apalagi Rudy menyebut memiliki bukti berupa kwitansi. Namun, Rudy tidak menanggapi permintaan tersebut.
Sementara itu, Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Kupang, Yappi Pingak yang dikonfirmasi Timor Express, Senin (19/3) menjelaskan, pihaknya tetap meminta kepolisian untuk mengusut kasus dugaan fitnah yang dilakukan Rudyanto Tonubessi. Dengan pengusutan ini, akan terkuak kebenaran pungli tersebut. “Kita pengen tahu apakah benar ada pungli di Transmart atau tidak,” kata Yappi.

Lebih lanjut, kata dia, kepolisian harus bergerak cepat sehingga tidak menimbulkan opini bermacam-macam di publik. Bahkan, jika kasus ini berlarut-larut maka akan ada dampak negatif terhadap DPRD Kota Kupang.

Yappi mengatakan, Rudyanto Tonubessi mengaku mempunyai bukti kwitansi karena itu perlu dibuktikan. Jika tidak, maka terbukti dia memfitnah.
Namun, sebaliknya, jika Rudy membuktikannya, maka siapa-siapa yang terlibat perlu diproses. Sebab, dampaknya pada lembaga DPRD. “Jadi saya minta ini diproses terus. Tidak boleh berhenti,” katanya.

Disinggung soal tim Pansus yang pernah datang ke lokasi Transmart saat awal pembangunan pusat perbelanjaan tersebut, Yappi mengatakan waktu itu tim dipimpin Zeyto Ratuarat dan didampingi beberapa anggota. Ia mengatakan tidak ingat betul siapa anggotanya. Namun, menurutnya, hal ini tidak ada kaitan dengan kasus yang terjadi sekarang karena belum ada buktinya. (tom/sam/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!