Stikes Nusantara Siap Bertanggung Jawab – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Stikes Nusantara Siap Bertanggung Jawab

AKTIF. Siswa/i dari 12 SMA/SMK di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di sela-sela mengikuti tes beasiswa kuliah di IEU Surabaya, Sabtu (10/3) di Graha Pena Timor Express. Dari 86 siswa yang ikut, 40 siswa dinyatakan lolos dan berhak menerima beasiswa selama kuliah di IEU Surabaya.

KRISTO EMBU/TIMEX

Pertanyakan Posisi Pemerintah
Lulusan Ada ASN dan Polisi

KUPANG, TIMEX-Pihak Stikes Nusantara Kupang menyatakan siap bertanggung jawab terhadap dampak dari pembatalan 122 ijazah lulusan Stikes Surabaya tahun 2013, 2014 dan 2016. 122 sarjana tersebut adalah mahasiswa Prodi Gizi Stikes Nusantara yang dititipkan di Stikes Surabaya.

Hal ini dikatakan mantan Ketua Stikes Nusantara Kupang Rudizon Doko Patty kepada wartawan Senin kemarin di Kampus Stikes Surabaya Liliba. “Saat dititipkan ke Stikes Surabaya hingga wisuda saya menjabat sebagai Ketua Stikes Nusantara Kupang. Karena itu, saya menyatakan siap bertanggung jawab terhadap 122 anak-anak kami lulusan 2013, 2014 dan 2016 yang ijazahnya dibatalkan Kemenristek Dikti,” kata Rudizon. Ditanya seperti apa bentuk pertanggungjawabannya Rudizon menegaskan siap bertanggung jawab dalam bentuk apa pun. “Bukan hanya soal materil tetapi sampai nyawa pun saya siap. Ini bentuk komitmen kami sebagai pengelola, seperti orang tua terhadap anak-anaknya,” ujarnya.

Dia menegaskan, harusnya lulusan yang sudah mengantongi ijazah ini tidak dipersoalkan. “Yang harus dipersoalkan kalau pengelolanya salah ya kami yang harus dihukum, bukan para lulusannya,” ujarnya. Namun, dia mempertanyakan posisi pemerintah karena saat dititipkan ke Stikes Surabaya sejak tahun 2009, pemerintah mengetahui itu. “Saat proses perpindahan itu dari Pemprov NTT dan DPRD NTT juga terlibat memperjuangkan nasib mahasiswa agar tidak dikorbankan,” ujarnya.

Hasilnya bisa dititip di Stikes Surabaya yang sudah memiliki akreditasi Prodi Ilmu Gizi. “Proses perkulihan berjalan hingga wisuda tahun 2013, 2014 dan 2016 yang seharusnya 2015 tetapi ditunda,” jelasnya lagi. Bahkan saat wisuda itu dihadiri pula unsur pemerintah.

Soal SK pembatalan ijazah dari Kemenristek Dikti, Rudizon mengatakan, pihaknya belum memperoleh fisik SK dari Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti. SK pembatalan yang dikeluarkan Stikes Surabaya mengacu pada SK dari Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti tersebut. Sesuai SK dari Stikes Surabaya tersebut, BKD NTT sudah mengeluarkan surat edaran kepada 22 Kabupaten/Kota terkait informasi dibatalkannya 122 ijazah Jurusan Ilmu Gizi lulusan Stikes Surabaya tahun 2013, 2014 dan 2016.

Pada kesempatan itu, Rudizon juga mengatakan dari 122 lulusan tersebut, ada yang sudah lulus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan polisi. “Informasi yang kita terima ada lulusan yang sudah ASN dan polisi. Setelah SK pembatalan ijazah ini seperti apa selanjutnya kita serahkan sesuai aturan. Namun, prinsipnya sebagai pengelola kami siap bertanggung jawab,” jelas Rudizon.

Pihak Kemenristek Dikti yang dikonfirmasi mengenai pembatalan ijazah tersebut belum memberi keterangan resmi. Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti yang hendak dikonfirmasi sejak Jumat pekan lalu hingga Senin kemarin tidak berada di kantornya. Panggilan telepon tidak diterima. Sementara Menristek Dikti yang dihubungi via WhatsApp hanya membaca pesan tersebut tanpa memberi jawaban. (joo/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!