Ketua Dewan: Kasus Ini Bukan Urusan Lembaga – Timor Express

Timor Express

KUPANG METRO

Ketua Dewan: Kasus Ini Bukan Urusan Lembaga

Polisi Panggil Lagi Rudy Tonubessi
Dugaan Suap Rp 500 Juta Oknum Dewan Kota

KUPANG, TIMEX–Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe angkat bicara soal dugaan suap anggota DPRD Kota Kupang. Ia menegaskan mendukung proses hukum yang sementara berjalan. Namun, menurutnya laporan yang disampaikan ke Polres Kupang Kota bukan atas nama lembaga.

Laporan tersebut, kata Yeskiel kepada koran ini kemarin (20/3), adalah laporan perorangan. Dugaan fitnah ini dilaporkan oleh anggota DPRD Kota Kupang, Mel Asanab. “Saya kan tidak ada tanda tangan surat yang mengatasnamakan lembaga, jadi laporan polisi itu bukan atas nama lembaga. Itu perorangan,” kata Yeskiel.

Oleh karena itu, menurutnya, proses tersebut silakan dilanjutkan. Dan sejauh ini belum ada panggilan dari kepolisian untuk pimpinan DPRD memberikan keterangan. “Kita tunggu saja prosesnya seperti apa,” kata Yeskiel.

Sebelumnya, DPRD Kota Kupang menggelar pertemuan terbatas yang dipimpin langsung Ketua DPRD Yeskiel Loudoe. Pertemuan tersebut berlangsug di ruang sidang utama dan diikuti 27 anggota dewan. Tujuan pertemuan tersebut yakni menyikapi unggahan Rudyanto Tonubessi di facebook yang menuding oknum anggota DPRD Kota Kupang menerima Rp 500 juta dari Transmart.

Dalam pertemuan tersebut, banyak pendapat yang dilontarkan anggota DPRD. Ada yang meminta persoalan ini dibawa ke kepolisian. Namun, ada juga yang meminta persoalan ini diselesaikan secara kelembagaan. Perdebatan pun terjadi di antara sesama anggota DPRD.

Ketua Yeskiel Loudoe pun kemudian dengan alasan menghadiri acara pemakaman salah satu kader partai, maka ia meninggalkan ruang sidang. Rapat tersebut lalu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kristian Baitanu. Dalam rapat itu, mayoritas setuju kalau kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Oleh karena itu, diputuskan untuk melapor ke Polres Kupang Kota. Maka, Wakil Ketua DPRD Kristian Baitanu bersama belasan anggota DPRD mendatangi Polres Kupang Kota untuk melapor. Beberapa di antaranya langsung diambil keterangannya oleh penyidik.

Sementara itu, pihak kepolisian yang menangani kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik lewat media sosial yang dilaporkan sejumlah anggota DPRD Kota Kupang, kembali akan memanggil Rudy Tonubessi selaku pemilik akun facebook atas nama Rudyanto Tonubessi. Kepastian akan pemanggilan ulang yang ditujukan kepada terlapor tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Pinten Bagus Satrianing Budi kepada Timor Express, Selasa (20/3).

Pinten Bagus mengaku heran ketika Koran ini menyebutkan terlapor Rudy Tonubessi belum menerima surat panggilan dari kepolisian untuk melakukan klarifikasi terkait postingannya di facebook. Menurut dia, surat panggilan untuk klarifikasi sudah dikirim kepada terlapor. “Itu yang saya bingung. Nanti saya tunjukkan surat panggilan yang sudah kami kirimkan,” sebut Pinten Bagus lewat whatsapp yang dia kirim kepada Koran ini.

Pinten Bagus menyebutkan, kemarin siang ada anggota dewan (DPRD Kota Kupang, red) yang juga datang bertemu dengannya untuk menanyakan perihal belum dipanggilnya terlapor. Kepada anggota dewan, Pinten mengaku bahwa pihaknya sudah memanggil terlapor. Bahkan pihaknya sudah berkomunikasi dengan terlapor. “Tadi (kemarin, red) anggota dewan juga ada yang nemuin saya, nanya kenapa (terlapor, red) belum dipanggil. Intinya sudah kami panggil dan kami sudah komunikasi dengan yang bersangkutan, tapi yang bersangkutan belum bisa hadir karena pekerjaannya di luar kota,” jelasnya.

Oleh karena Rudy mengaku belum menerima surat panggilan, Pinten Bagus mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali mengirim surat panggilan untuk terlapor. “Akan kami kirim lagi,” tandasnya. (sam/tom/ito)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!