Riko Disebut Pelaku Pembunuhan Meri Faot – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Riko Disebut Pelaku Pembunuhan Meri Faot

Polisi Amankan Jaket di Kolong Mobil
Motif Asmara Semakin Terkuak

KUPANG, TIMEX–Teka-teki siapa pelaku yang menghabisi Meri Faot (28), korban yang ditemukan tewas di hutan gamal area penghijauan (aset tanah Lanud El Tari Kupang), Desa Penfui Timur, Minggu (18/3) siang, semakin terjawab.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Timor Express dari lingkungan kepolisian, disebutkan bahwa pelaku yang menghabisi ibu satu anak itu adalah Adrianus Tabun alias Anus alias Riko Tabun (38). Riko yang berprofesi sebagai buruh dan tinggal di RT 24/RW 11 Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten TTS tidak lain adalah teman dekat korban.

Riko diamankan di kediamannya pada Senin (19/3) dini hari oleh anggota buser Polres Kupang dibantu anggota Polres TTS. Hal ini pun dibenarkan oleh sang istri, Ferderika Tabun-Shio. Kendati informasi yang beredar menyebutkan Riko Tabun sebagai tersangka utama dalam kasus ini, namun pihak Polres Kupang baru akan menyampaikan perkembangan penyidikan kasus ini secara resmi kepada media pada Rabu (21/3) hari ini. “Esok (hari ini, red) jam 9.30 merapat kantor ya. Ada press rilis dari Pak Kapolres,” sebut Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo ketika koran ini berusaha mengkonfirmasinya kembali terkait perkembangan penyidikan kasus kematian Meri Faot.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo, menyebutkan, Riko Tabun saat diperiksa sebagai saksi mengaku tengah berada di Soe ketika Meri Faot ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. “Riko katanya ada di SoE. Makanya kami lagi rencana ke SoE untuk kejar alibinya,” sebut Iptu Simson Amalo kepada Koran ini, Senin (19/3) malam.

Sementara itu, Selasa kemarin penyidik Polres Kupang mendatangi kediaman Riko Tabun di Kesetnana SoE. Riko dibawa serta.

Istri Riko Tabun, Tabun-Shio ditemui di kediamannya, di RT 24/Rw 11 Desa Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan mengatakan, wanita yang disebutkan oleh keluarga Meri Faot pernah mendatangi rumah Meri Faot pada Januari lalu adalah Margarita Liu. Margarita mendatangi rumah korban dan mengamuk karena mengetahui korban menjalin hubungan gelap dengan Riko Tabun.

Margarita yang merupakan istri dari adik iparnya itu mendatangi rumah korban bersama Agus Manafe dengan tujuan mencari tahu keberadaan Meri. Pasalnya pada awal Januari lalu, Meri Faot mendatangi rumah mereka dan meminta agar suaminya (Riko Tabun) menikahinya. Saat itu, jelas Ferderika, Meri mengaku bahwa ia masih bujang, meski pada kenyataannya Meri sudah bersuami dan memiliki satu orang anak berusia empat tahun. “Waktu itu dia (Meri Faot, Red) datang bilang mau nikah dengan suami saya (Riko Tabun). Waktu itu saya tanya bilang datang buat apa dia hanya bilang tanya di Riko sa karena Riko yang tahu,” papar Ferderika.

Meri bahkan tidak ingin kembali ke rumahnya. Namun, setelah beberapa akhirya Meri bersedia untuk kembali asal diantar oleh Riko. Setelah itu, selama satu minggu Riko bekerja di Kupang dan melalui informasi yang disampaikan suaminya melalui telefon bahwa Meri pun ada di Kupang dan hendak berangkat ke Malaysia. “Satu minggu kemudian baru suami saya kembali dan selanjutnya kerja di Kapan. Setelah di Kapan lanjut kerja di SoE sampai sekarang,” katanya.

Senin (19/3) subuh, jelas Ferderika, Riko Tabun dijemput oleh pihak kepolisian. Namun, ia tidak tahu dijemput karena persoalan apa. Hanya saja sesuai informasi yang berkembang bahwa suaminya dijemput lantaran diduga terkait kasus kematian Meri Faot yang ditemukan di bukit cinta Kupang. Ia mengaku tidak tahu apakah suaminya yang membunuh Meri Faot atau tidak. Karena menurut dia suaminya yang dikenal pediam dan baik dengan semua orang itu berangkat kerja dan ia tidak mengawasinya setiap saat. “Saya tidak tahu apakah dia terlibat dalam kasus kematian Meri Faot atau tidak, karena setiap hari dia keluar kerja saya tidak ikut dia terus,” kata Ferderika.

Sementara Margarita Liu ketika hendak dimintai kerangan tiba-tiba pergi meninggalkan rumah.

Pantauan koran ini, Selasa (20/3) tim Reskrim dari Polres Kupang membawa Riko mendatangi kediamannya. Namun, saat itu Riko tidak diturunkan dari mobil. Saat tim Reskrim Polres Kupang tiba langsung menuju ke belakang rumah tempat sebuah mobil sedan yang diparkir dan ditutup rapat menggunakan terpal.

Tim mengambil sebuah jaket dari kolong mobil tersebut, namun tidak menjelaskan apakah jaket itu milik siapa. Namun, diduga kuat jaket yang disembunyikan di kolong mobil sedan tersebut berkaikan dengan kasus pembunuhan Meri Faot. Selain itu tim Reskrim Polres Kupang juga nampak menginterogasi sejumlah kerabat Riko Tabun bersama istrinya dan selanju7tnya tim langsung meninggalkan rumah Riko Tabun. (yop/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!