Kapus Ponu Dianiaya Staf Hingga Nyaris Tewas – Timor Express

Timor Express

RAKYAT TIMOR

Kapus Ponu Dianiaya Staf Hingga Nyaris Tewas

KEROYOK. Kepala Puskesmas Ponu, Hendrikus Bano saat dikoroyok oknum staf akibat melayangkan surat teguran kepada staf yang tidak disiplin, Rabu (21/3).

PETRUS USBOKO/TIMEX

Akibat Layangkan Surat Teguran Disiplin kepada Staf

KEFAMENANU, TIMEX – Kepala Puskesmas Ponu Kecamatan Biboki Anleu, Hendrikus Bano, 44 harus menjalani perawatan medis di RSUD Atambua usai dianiaya dua oknum staf Puskesmas Ponu, Timotius Nggadas dan Ludovikus Meko hingga nyaris tewas, Rabu (21/3).

Kasus penganiayaan kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) itu terjadi akibat kepala Puskesmas Ponu melayangkan surat teguran disiplin kepada kedua oknum pelaku lantaran sering terlambat masuk kantor, bahkan tidak pernah masuk kantor.

Informasi yang dihimpun Timor Express menyebutkan, saat kejadian berlangsung, kedua oknum pelaku itu menerobos masuk ke ruang kerja kepala Puskesmas Ponu dan menanyakan maksud surat teguran disiplin itu dilayangkan kepada kedua oknum staf yang sering terlambat masuk kantor bahkan jarang berkantor.

Sehingga adu mulut pun terjadi antara kepala puskesmas dan kedua oknum staf hingga tak mampu menahan amarah sampai melakukan penganiayaan terhadap kepala puskesmas.

Korban dianiaya kedua pelaku hingga jari tangan korban dipatah dan sekujur tubuh korban mengalami memar hingga menjalani perawatan di RSUD Atambua.

Menurut pengakuan Hendrikus, surat teguran yang dilayangkan dirinya sebagai pimpinan untuk mengingatkan pegawai yang terlambat dan tidak masuk kantor berdasarkan hasil rekapan pegawai administrasi sesuai PP Nomor 53 tentang ASN, sehingga korban berkewajiban menegur staf yang tidak disiplin.

Dikatakan, selain menganiaya dirinya, kedua oknum pelaku itu sempat melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum dengan melakukan pemukulan terhadap meja kerjanya hingga rusak. Tak puas menahan emosi kedua oknum pelaku langsung menganiaya dirinya dengan menendang dan memukul ke seluruh tubuh.

“Pak Lodi dan pak Teus masuk ke ruangan saya dan tanya kenapa saya keluarkan surat teguran disiplin kepada mereka. Sehingga kedua staf itu marah-marah dan memukul meja sampai menendang dan memukul saya,” ungkap Hendrikus saat memberikan keterangan di kantor polisi Sub Sektor Biboki Anleu.

Terpisah, Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto ketika dikonfirmasi Timor Express, Rabu (21/3) menjelaskan, penyidik Polsek Biboki Anleu telah menerima laporan dari korban dengan nomor: LP/07/III/2018/Sek. Bian.

Dikatakan, pelaku yang sudah teridentifikasi baru satu orang dengan inisial TN, sehingga penyidik di tingkat polsek yang dibantu oleh penyidik Reskrim Polres TTU masih melakukan penyelidikan terhadap kasus penganiayaan itu.

“Saya sudah perintahkan penyidik di polsek yang di-back up oleh penyidik Polres untuk melakukan penanganan secara tegas dalam kasus penganiayaan ini sehingga dapat mengungkap siapa saja yang menjadi pelaku dalam kasus ini,” ungkapnya.

Dijelaskan, motifnya murni tindak pidana penganiayaan sehingga mekanisme penanganannya harus prosedural dari tahapan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan tersangka. (mg26/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!