Permintaan Ditolak, Riko Habisi Meri – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Permintaan Ditolak, Riko Habisi Meri

EKSPOSE TSK. Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Simson L. Amalo (paling kanan) usai ekspose kasus pembunuhan Meri Faot, Rabu (21/3) di Mapolres Kupang. Tampak tersangka Riko Tabun diapit anggota Satreskrim Polres Kupang.

TOMY AQUINODA/TIMEX

Riko Resmi Tersangka

KUPANG, TIMEX–Pihak Kepolisian Resor Kupang akhirnya menetapkan Adrianus Tabun alias Anus alias Riko, 38, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Meri Faot, 28, yang mayatnya ditemukan di hutan gamal kawasan penghijaun, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Minggu siang (18/3).

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan melalui Kasat Reskrim, Iptu Simson L. Amalo menyebutkan, Riko ditetapkan sebagai tersangka setelah dalam proses pemeriksaan, baik terhadap pelaku maupun barang bukti yang ada, dipastikan bahwa Riko merupakan pelaku yang tega menghabisi Meri Faot.

Iptu Simson dalam keterangan persnya kepada wartawan di Mapolres Kupang, Kelurahan Babau, Kabupaten Kupang, Rabu (21/3), menjelaskan, korban Meri Faot dan pelaku Riko sudah menjalin hubungan (Pacaran, Red) sejak November 2017 lalu.

Padahal, pelaku yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini sudah memiliki istri dan empat anak. Sedangkan korban sudah memiliki satu anak, namun belum menikah secara sah dengan pasangannya.

“Pada Januari 2018 lalu, korban sempat datang ke rumah tersangka dan beritahu kepada istri tersangka bahwa dia sedang hamil anak tersangka. Makanya terjadi keributan antara tersangka dan istrinya,” sebut Simson Amalo didampingi Kasubag Humas, Iptu Simon Seran dan beberapa anggota saat jumpa pers kemarin.

Dijelaskan, sejak menghilang dari kediamannya di Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS beberapa bulan lalu, korban bekerja di salah satu toko yang terletak di seputaran Oesapa. Selama korban bekerja di Oesapa, lanjut Simson, tersangka ternyata sering datang mengunjungi korban. Keduanya bahkan sudah lima kali melakukan hubungan layaknya suami istri di Kupang.

Sabtu (17/3) malam sekira pukul 18.30 wita, tersangka menelpon korban dan mengajak korban untuk bertemu. Korban lantas minta izin majikan, namun majikan tidak mengizinkan karena sudah malam, kecuali jika suaminya yang datang menjemputnya. “Korban langsung beri handphone-nya ke majikan untuk bicara dengan tersangka. Dan memang selama ini majikan hanya tahu kalau tersangka itu suami korban,” terangnya.

Setelah mendapat izin, sekira pukul 19.30 wita, korban berjalan menuju lampu merah di Pertigaan Oesapa. Sedangkan tersangka sekira pukul 20.00 wita bergerak dari Soe menggunakan mobil trevel dan turun di sekitaran Toko Piala Jaya, Kelurahan Oesapa. Selanjutnya mereka bertemu di pertigaan lampu merah. Sebelum berjalan kaki menuju TKP, mereka sempat membeli makan malam. “Setelah sampai di TKP, mereka makan dan bercerita,” bebernya.

Di TKP, lanjut Simson, sekira pukul 23.30 wita, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun korban menolak dan menuntut kejelasan status hubungan mereka. Korban bersikeras untuk dinikahi tersangka. Korban bahkan mengancam akan menemui istri tersangka guna menceriterakan semua hubungan mereka selama ini. Dari sini terjadilah pertengkaran antara tersangka dan korban. “Tersangka langsung memukul korban sebanyak dua kali menggunakan tangan. Tak puas, dia mengambil sebatang kayu dan memukul korban sebanyak empat kali di bagian kepala. Makanya hasil visum, kepalanya pecah,” terang Simson.

Setelah memukul korban, tersangka berjalan kaki ke arah Bimoku dan terus menuju jalan Timor Raya. Dia kemudian menumpang bus untuk kembali ke Soe dan tiba di kediamannya, Minggu (18/3) dinihari. Atas perbuatannya, Simson mengatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan subsidair Pasal 351 ayat 3 KUHP. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Kami belum bisa jerat tersangka dengan pasal perencanaan. Kalau kami jerat dengan pasal perencanaan, maka kami harus bisa buktikan,” sebutnya.

Ditanya mengenai kronologi penangkapan terhadap pelaku, Simson menguraikan, berdasarkan laporan penemuan mayat, Minggu (18/3) siang pihaknya langsung membentuk tim. Setelah identitas korban diketahui dari hasil pemeriksaan sidik jari, Tim Buser kemudian dikerahkan menuju Soe untuk bertemu dengan keluarga korban. Setelah melakukan penyelidikan, didapati informasi bahwa korban menjalin hubungan dengan pelaku. “Senin dinihari, pelaku langsung diamankan di kediamannya di RT 24/RW 11, Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS. Tapi saat itu kami belum berani ekspose dia sebagai tersangka karena belum cukup alat bukti,” terangnya.

Simson menjelaskan, saat diperiksa di Mapoores Kupang, tersangka mengaku berada di Soe dan tidak pernah ke Kupang. Untuk mengejar alibi tersangka, Tim Buser kembali turun ke kediamannya. Setelah melakukan pemeriksaan, alibi tersangka terpatahkan. Pada akhirnya dia mengaku telah menghabisi korban. “Keterangan istri tersangka itu paling penting. Dia mengatakan suaminya pada hari Sabtu pergi kerja rumah orang bersama anaknya. Saat pulang, anaknya pulang sendiri. Tersangka pulang sudah subuh,” kata Simson mengulang kembali pengakuan istri pelaku.

Ditanya soal barang bukti yang diamankan, Simson menyebutkan, selain pakaian korban dan sebatang kayu yang dipakai untuk memukul korban, pihaknya juga mengamankan pakaian dan jaket yang dipakai tersangka saat kejadian. Dua buah hp tersangka juga diamankan. “Hp miliki korban justru diamankan di rumah pelaku,” sebut Simson.

Selanjutnya ditanya soal hasil otopsi terhadap jenazah korban, Simson menyebutkan, dari hasil tes urine, korban tidak hamil. Namun, menurut keterangan tersangka, korban pernah hamil anaknya, namun sudah keguguran. (tom/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!