Remake Kisah Cinta Klasik – Timor Express

Timor Express

SELEBRITA

Remake Kisah Cinta Klasik

BENTUK CHEMISTRY. Morgan Oey dan Aura Kasih saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos Jakarta, Senin malam (19/3).

JPG

MASIH ingat dengan film Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat? Hati-hati, ini jebakan umur, hehehe… Film rilisan 1987 yang dibintangi Widyawati dan Rano Karno itu dibuat remake-nya. Menggunakan judul yang sama, namun kali ini memasang Aura Kasih dan Morgan Oey sebagai pemeran utama.

Meski begitu, sutradara Ismail Basbeth melarang Aura dan Morgan untuk menonton film versi terdahulu maupun membaca novelnya. Film tersebut diangkat dari novel klasik karya Mira W.
”Mungkin supaya fresh, tidak terpengaruh nama-nama besar, Mira W., Widyawati, Rano Karno,” tutur Morgan saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos Jakarta Senin malam (19/3). ”Dan lagi, film ini dibuat dalam era yang berbeda, lebih kekinian,’’ sahut Aura. Dengan begitu, Aura dan Morgan mengacu dari skrip dan penyutradaraan Ismail.
Aura berperan sebagai Arini, perempuan 38 tahun yang mapan secara karir, CEO sebuah perusahaan. Dia merupakan sosok perempuan yang punya prinsip kuat.
Tapi, kata penyanyi 31 tahun itu, Arini juga punya sisi lemah. Banyak kegagalan dalam hidupnya, termasuk dalam rumah tangga. Arini tak lagi percaya cinta. Dia pindah ke Jerman untuk kuliah dan sekaligus pelarian.
Lalu, muncul Nick (Morgan Oey), pemuda 23 tahun yang menyatakan cinta kepada Arini. Berbeda usia 15 tahun, karakter mereka kontras. ”Nick ini sangat energik, sangat muda, tahu apa yang dia mau, dan berjuang untuk itu,” kata Morgan yang sebelumnya dikenal lewat boyband Sm*sh.
Awalnya menolak, Arini mencoba memberikan kesempatan kedua untuk dirinya. Syuting berlangsung selama tiga pekan. Dua pekan di Jogja, sepekan di Jerman. Bagi Morgan, film tersebut merupakan film kesepuluh, sedangkan bagi Aura film keempat.
Romansa yang sangat kuat membuat mereka harus punya chemistry yang dalam. Namun, yang memudahkan mereka, cerita film tersebut sangat lekat dengan kehidupan masyarakat. ”Lari dari masalah atau berhasil dalam karir, tapi gagal di percintaan. Kesepian, tapi nggak mau ngaku,” tutur Aura.
Untuk mendalami peran Arini, Aura banyak bertukar pikiran dengan sang sutradara. Yang dibahas pokok permasalahannya terlebih dulu. Kenapa Arini seperti ini, kenapa mengambil langkah ini.
Dari situ, karakter akan terbentuk dengan sendirinya. ”Kita pernah punya masalah dalam fase hidup. Rasa itu yang saya tarik balik, diaplikasikan dalam karakter Arini,” ungkap pemain Surat Kecil untuk Tuhan itu. (nor/c25/na/jpg/aln)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!