Buron 2 Tahun, Terpidana Korupsi MBR Ditangkap – Timor Express

Timor Express

KRIMINAL

Buron 2 Tahun, Terpidana Korupsi MBR Ditangkap

SETELAH BURON 2 TAHUN. Terpidana kasus korupsi proyek MBR di Kabupaten Flores Timur Philips Tangdilintin saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Jumat (23/3).

TOMMY AQUINODA/TIMEX

Langsung Dijebloskan ke Lapas Kupang
Ditangkap di Perumahan Elite Kota Makassar

KUPANG, TIMEX–Tim Kejaksaan Tinggi NTT dibantu tim dari Kejaksan Negeri Makassar dan Polsek Tamalate, Kamis (22/3) berhasil meringkus Direktur PT. Citra Djadi Nusantara, Philips Tangdilintin. Philips adalah terpidana dalam kasus korupsi proyek pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun anggaran 2012 di Kabupaten Flores Timur.

Selama hampir dua tahun, pengusaha yang pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI asal Sulsel itu berstatus buronan (DPO). Status itu ditetapkan karena yang bersangkutan tidak mengindahkan panggilan dari pihak Kejati NTT pasca adanya putusan Mahkamah Agung (putusan kasasi) yang dibacakan pada tanggal 26 Juli 2016 lalu.

Setelah diringkus di kediamannya di perumahan elite Costablanca, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulsel, Philips dibawa ke Kejari Makassar. Selanjutnya pada pukul 04.15 wita, tim dari Kejati NTT diantaranya Sukwanto Koho, Muhammad Tasbi, Benfrid Foeh dan Lodovikus Sai Sale membawa terpidana ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Mereka kemudian terbang sekira pukul 06.00 wita menuju Kupang dengan pesawat Lion Air via Denpasar Bali.

Philips Tangdilintin

Philips Tangdilintin

Pantauan Timor Express di Bandara El Tari Kupang, tim dari Kejati NTT sudah menunggu kedatangan tim yang membawa terpidana, sekira pukul 12.45 wita karena diperkiraan pesawat akan tiba pukul 13.00 wita. Namun pesawat baru landing sekira pukul 13.45 wita. Sekira pukul 14.15 wita, tim dari Kejati NTT dan Philips keluar dan langsung disambut tim kejati NTT lainnya di terminal kedatangan. Philips sempat kaget dan langsung menutup wajah dengan tanganya saat tahu ada awak media yang mengambil gambarnya. Sekira pukul 15.00 wita, Philips dibawa menuju Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan sehat, dia kemudian digiring menuju Lebaga Pemasyarakat (Lapas) Kupang.

Kepada Timor Express di terminal kedatangan Bandara El Tari, Jaksa Benfrid Foeh mengatakan, terpidana tidak melakukan perlawanan serius saat diringkus. Namun yang bersangkutan sempat keberatan lantaran kaget didatangi secara tiba-tiba. “Dia awalnya keberatan. Mungkin karena kaget. Apalagi di rumahnya, hanya ada dia dan satu anaknya. Tapi setelah kami berikan penjelasan baik-baik, dia akhirnya bersedia dibawa,” jelas Benfrid.

Sementara Jaksa Hendrik Tiip, menjelaskan, yang bersangkutan adalah rekanan pelaksana dalam kegiatan penyediaan rumah khusus untuk MBR Direktif Presiden TA 2012 di Kabupaten Flotim dengan kontrak senilai Rp 4.894.707.000.

Dalam pelaksanaannya, rekanan tak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas akhir kontrak. Bahkan sampai batas waktu toleransi untuk mengerjakan pekerjaannya sampai dengan tanggal 31 Juli 2013, rekanan belum juga merampungkan pekerjaan. Namun pembayaran yang telah diterima Philips telah mencapai 100 persen. Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan ahli Polteknik Negeri Kupang, kerugian negara yakni sebesar Rp 1.351.698.650.

Berdasarkan Putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kupang tanggal 7 Januari 2016, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam dalam dakwaan primair melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama empat tahun dan denda senilai Rp 200 juta subsidair pidana kurungan selama tiga bulan. Terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 659.215.606 subsidair satu tahun penjara. “Atas putusan ini, terdakwa kemudian banding. Pengadilan Tinggi Kupang menguatkan putusan PN Kupang. Dia kemudian kasasi. Putusan MA akhirnya menolak permohonan kasasi. Jadi perkaranya sudah incraht,” jelas Hendrik. (tom/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!