Kualitas Jelek, Pemkab Matim Batalkan Droping Rastra – Timor Express

Timor Express

FLORES RAYA

Kualitas Jelek, Pemkab Matim Batalkan Droping Rastra

RUSAK. Kadis Sosial didampingi Kabag Humas dan Protokol Matim, menunjuk kondisi rastra di gudang Bulog Ruteng, Kamis (22/3)

FANSI RUNGGAT/TIMEX

BORONG, TIMEX – Tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) mendatangi gudang Perum Bulog Subdivre Ruteng, Kamis (22/3). Tujuanya mengcek kualitas bantuan sosial beras sejahtera (Rastra), jatah untuk masyarakat Matim tahun 2018.

Tim dari Kabupaten Matim terdiri dari Asisten II Setda Matim, Wihelmus Deo, Kepala Dinas (Kadis) Sosial Matim, Maksimus Ngkeros, Kadis Ketahanan Pangan, Donatus Datur, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Matim, Geradus Ukul bersama staf, Kabag Humas dan Protokol Setda Matim, Boni Sai dan Kasubag Humas, Agus Supratman.

Tiba di gudang rastra Bulog Subdivre Ruteng, tim dari Pemkab Matim diterima Kepala Bulog Subdivre Ruteng, Zuhri Hanafi dan sejumlah karyawan Bulog. Pada kesempatan itu, tim langsung mengecek kualitas beras yang tersedia.

Sejumlah karung dibuka dan melihat kondisi beras. Karena dinilai kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi, tim dari Kabupaten Matim sepakat untuk menolak rastra tersebut. Kepada Bulog diminta agar rastra yang ada dibatalkan untuk droping ke masyarakat Matim. Sehingga, penandatanganan berita acara dibatalkan.

Bupati Matim, Yoseph Tote melalui Kabag Humas dan Protokol, Boni Sai dalam jumpa pers menjelaskan, sesuai amanat yang ada, sebelum bansos rastra disalurkan ke masyarakat, maka Pemkab Matim berkewajiban mengecek kualitas beras. Jika tidak layak untuk dikonsumsi, maka wajib untuk ditolak.

“Hari ini kita datang cek kualitas berasnya. Ini sangat penting. Karena tadi kualitasnya tidak baik, maka beras yang ada ditolak untuk droping ke Kabupaten Matim,” jelasnya yang didampingi Asisten II Matim, Wihelmus Deo dan Kadis Sosial, Maksimus Ngkeros.

Dikatakan, jika nanti Bulog sudah menyediakan stok baru penganti beras yang kualitasnya kurang bagus tersebut, tim dari Pemkab Matim akan kembali melakukan pengecekan.

Menurutnya, untuk rastra jatah tahun 2018, yakni Januari hingga Maret belum sama sekali disalurkan. Hal itu karena adanya proses pengalihan urusan rastra dari Bagian Ekonomi ke Dinas Sosial.

Kadis Sosial, Maksimus Ngkeros pada kesempatan itu menjelaskan, alasan rastra jatah untuk masyarakat Matim ditolak karena tidak sesuai dengan kualitas yang ditentukan.

Menurut Maksimus, dari ketentuan yang ada tingkat susut beras 95 persen. Kadar airnya maksimal 14 persen dan patahanya tidak boleh lebih dari 25 persen.

“Tadi kita lihat patahan beras itu lebih dari 25 persen. Sehingga kita menolak untuk didistribusi. Tapi tadi pihak Bulog ada kesiapan untuk mendatangkan beras baru yang katanya berkualitas baik. Sehingga nanti kita datang cek lagi,” jelasnya.

Dikatakan, jika nanti pengecekan itu berasnya bagus, maka baru bisa dilakukan tanda tangan hasil pemeriksaan dan selanjutnya diperbolehkan untuk disalurkan untuk 25.875 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM).

Menurut Maksimus, untuk Kabupaten Matim pendropingan rastra tidak dilakukan setiap bulan. “Kita sudah minta dengan pihak Bulog bahwa pendropingan itu tidak setiap bulan, tapi setiap triwulan. Itu alasan karena topografi. Sehingga setiap triwulan itu nanti kita datang cek,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini, warga penerima rastra tidak lagi mengumpulkan uang, tapi sudah gratis. Hanya jumlah berasnya berkurang dari sebelumnya 15 kg menjadi 10 kg per RTSPM untuk satu bulan. Ke depan harapanya, penyaluran rastra benar-benar sesuai dengan hasil pemeriksaan di Bulog. Sehingga nantinya pelaksanaan dilapangan tidak ada penolakan oleh masyarakat.

“Jangan sampai nanti lain yang diperiksa disini gudang beras Bulog, lain yang didistribusikan ke tingkat bawa. Kita mau rakyat itu terima beras yang benar-benar berkualitas baik sesuai dengan uang yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kasihan rakyat ini kalau dimanipulasi dengan hal-hal yang tidak baik,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bulog Subdivre Ruteng, Zuhri Hanafi yang dikonfirmasi Timor Express di ruang kerjanya, Kamis (22/3) menjelaskan, beras yang ada kondisinya bagus, tapi ada sedikit brokenya. Itu disebabkan karena jangka waktu penyimpanan terlalu lama. Di mana, pengadaan beras dilakukan Oktober 2017 lalu dan mestinya simpan tidak boleh lewat dari Februari 2018.

“Pemkab punya kewajiban untuk mengecek kualitas. Tadi beras yang ada di gudang, ditolak karena tidak untuk dikonsumsi. Berasnya ada sedikit brokenya. Pengaruh simpan bertumpuk lama di gudang. Tapi kita juga ada stok beras lain untuk Kabupaten Matim dan kualitasnya baik,” ujar Zuhri.

Dia menjelaskan, beras yang disiapkan Bulog jenis beras medium SNI 4. Jadwal pendropingan untuk Kabupaten Matim dilakukan setelah sosialisasi pada 27 Maret mendatang. Pihak Bulog sendiri baru bisa lakukan pendropingan, setelah ada kesiapan data keluarga penerima manfaat dari Pemkab Matim. Selain itu ada jadwal kesiapan dropingan dari pemerintah desa. (krf3/ays)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!