Marianus Nilai Kasusnya Bukan Sesuatu yang Hina – Timor Express

Timor Express

HUKUM

Marianus Nilai Kasusnya Bukan Sesuatu yang Hina

DIPERIKSA LAGI. Tersangka kasus dugaan suap proyek APBD Kabupaten Ngada Wilhelmus Iwan Ulumbu saat meninggalkan Gedung KPK usai diperiksa Jumat (23/3).

OBED GERIMU/TIMEX

Miming Diperiksa Tambahan

JAKARTA, TIMEX-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa tambahan Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU), Jumat (23/3). Direktur PT Sinar 99 Permai itu diperiksa sebagai saksi untuk perkara tersangka Marianus Sae (MS), Bupati Ngada non aktif.

Wilhelmus dan Marianus merupakan tersangka perkara dugaan korupsi suap terkait proyek-proyek di Pemkab Ngada. Terpantau, Wilhelmus yang akrab disapa Baba Miming itu dibawa ke gedung KPK dengan mobil tahahan dan tiba sekira pukul 09.30 WIB.

Dikawal petugas keamanan lembaga anti rasuah, Wilhelmus yang mengenakan rompi tahanan warna orange kemudian dibawa menuju ruang pemeriksaan di lantai 2 gedung Merah Putih tersebut. Wilhelmus baru terlihat meninggalkan gedung tersebut dan dibawa kembali ke Rutan KPK sekira pukul 14.00 WIB.

Dia terus bungkam terhadap wartawan yang mencegatnya saat keluar pintu gedung KPK. Wilhelmus sebagai pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah yang diwawancarai terpisah, mengatakan, pemeriksaan lanjutan tersebut dimaksudkan untuk mendalami peran Wilhelmus dalam perkara dugaan suap tersebut.
Ia memastikan tim penyidik KPK akan terus mengembangkan penyidikan perkara tersebut hingga tuntas. “Pastinya KPK terus menangani perkara pokok ini hingga tuntas,” sebut Febri.

Vinsensius Maku Nanga selaku ketua tim kuasa hukum Marianus yang diwawancarai terpisah, mengatakan, kliennya terus koperatif menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan saksi untuk tersangka Wilhelmus dengan kondisi fisik yang prima.

“Seperti yang kita lihat bersama, Pak Marianus setiap menjalani pemeriksaan selalu dengan kondisi dan tampilan fisik yang segar,” kata Vinsensius.
Menurut dia, kondisi fisik dan kebatinan kliennya selalu prima karena Marianus menilai kasus tersebut bukanlah sesuatu yang hina.

“Menurut beliau (Marianus), apa yang terjadi saat ini bukan sesuatu yang hina. Hina itu kecuali beliau korupsi atau makan uang rakyat atau makan uang negara,” tandas Vinsensius.
Ia melanjutkan, sebagai penyelenggara negara, kliennya terikat aturan yang melarang untuk menerima hadiah. “Aturannya yang harus ada pelaporan dan lainnya. Itu yang dilanggar oleh beliau.

Uang ini kan ibaratnya seseorang memberikan hadiah. Orang bisnis untung kemudian tanpa syarat, yaitu tanpa ada permintaan, tanpa ada timbal balik dan tanpa ada kompensasi lain-lain. Lalu atas dasar komunikasi pertemanan kemudian memberikan dan beliau menerima,” urai dia.

Namun demikian, Vinsensius mengakui kesalahan kliennya adalah tidak mengikuti aturan sebagai seorang penyelenggara negara.
“Itu yang membuat beliau (Marianus) tetap tegar dan koperatif. Beliau menyadari dan akan mengikuti semua proses hukum yang dilakukan oleh KPK,” tutup Vinsensius. (joo/fmc/ito)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!