Empat Paslon Fokus Isu Kemiskinan – Timor Express

Timor Express

NASIONAL

Empat Paslon Fokus Isu Kemiskinan

DEBAT PERDANA. Foto kiri; para calon bersalaman dengan para pendukungnya saat rehat. Foto kanan; keempat pasangan calon, dari kiri ke kanan esthon-Chris, Marhaen, Harmoni dan Victory-Joss tampak serius mengikuti debat paslon di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Kamis (5/4).

GATRA BANUNAEK/TIMEX

Adu Visi Para Cagub-Cawagub NTT

Debat Dikawal Ketat Aparat Keamanan

JAKARTA, TIMEX – Empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT mengikuti debat putaran pertama, Kamis (5/4) di Studio IV RCTI. Debat perdana ini mengambil tema ekonomi dan infrastruktur.

Hadir dalam debat perdana adalah Esthon Foenay-Christ Rotok (Esthon-Christ), Benny K. Harman-Benny Litelnoni (Harmoni), Viktor Laiskodat-Josef Nae Soi (Victory-Joss). Sedangkan dari paket Marhaen (Marianus Sae-Emi Nomleni)  hanya Emi Nomleni yang hadir.

Bertindak sebagai moderator adalah Tina Talisa dengan tiga orang panelis masing-masing Prof. Dr. Fred Benu, Dr. Fritz O. Fanggidae dan Theodorus Widodo.

Pada segmen I para paslon diberi waktu dua menit untuk memaparkan visi dan misinya. Pasangan nomor urut 1 Esthon-Chris mendapat kesempatan pertama menyampaikan visi-misinya. Pada kesempatan itu, Esthon Foenay mengatakan sampai saat ini masyarakat NTT masih dilanda kemiskinan dengan jumlah sekira 27,1 persen. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) NTT tidak begitu besar. Atas dasar itulah maka Esthon-Chris punya visi-misi yakni terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berdaya saing.

Sementara itu, Emi Nomleni pada kesempatan pertama menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran calon gubernur, Marianus Sae. “Kami akan berjuang dan bekerja keras hingga selesai,” kata Emi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, masih banyak perempuan khususnya kaum ibu yang menangis karena kurangnya pendidikan dan infastruktur di NTT. Marianus Sae-Emilia Nomleni siap hadir untuk NTT yang lebih baik. Dengan jumlah APBD Rp 4,5 triliun per tahun pasangan ini siap mewujudkan masyarakat NTT yang berkualitas.

Pasasangan calon Benny K. Harman-Benny Litelnoni dalampemaparannya menegaskan penyusunan visi dan misi dilakukan setelah melihat dan mengalami langsung kesulitan masyarakat NTT selama ini. “Visi kami yakni mewujudkan NTT yang adil, maju dan berbasis pada pembangunan fisik yang didukung dengan birokrasi  pemerintah yang kuat,” kata Benny Harman.

Lebih lanjut, kata Benny, pihaknya akan melakukan reformasi birokrasi termasuk penguatan lembaga kemasyarakatan serta membangun ekonomi rakyat untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan. “Kami akan percepat pembangunan sarana dan prasarana termasuk memberantas korupsi tanpa pandang buluh,” tegas Benny.

Sementara pasangan calon Viktor B. Lasikodat-Josef Nae Soi ketika menyampaikan visi-misinya menegaskan, NTT selalu mendapat stigma buruk. Selain sebagai provinsi termiskin, NTT juga mengalami masalah pada pendapatan per kapitanya yang paling rendah ketiga di Indonesia.  Karena itu, Victory-Joss hadir sebagai jawaban atas keluhan masyarakat untuk membangun semua potensi daerah yang ada di NTT. “Potensi daerah yang harus diperhatikan yakni pariwisata. Jika pariwisata baik maka potensi lainnya akan ikut berubah. Karena itu maka pembangunan infastrukur yang selama ini sangat buruk akan diperhatikan lebih baik lagi.Target kami, untuk infastruktur jalan harus selesai dlam tiga tahun, termasuk masalah lain seperti air bersih, listrik termasuk garam industri,” jelas Viktor.

Usai pemaparan visi-misi dari masing-masing paslon, moderator Tina Talisa mengajukan pertanyaan yang sudah disiapkan oleh tiga panelis. Pertanyaan pertama ditujukan ke paslon nomor urut 2 tentang tekad paslon tersebut untuk melanjutkan program desa mandiri anggur merah. Meski sudah dijalankan selama ini, program desa mandiri anggur merah dinilai belum cukup mengubah nasib masyarakat NTT. Menjawab pertanyaan tersebut, Emi Nomleni mengaku, program desa mandiri anggur merah sesungguhnya merupakan program yang prorakyat karena diperuntukkan untuk rakyat. Karena itu, maka paket Marianus Sae-Emilia Nomleni akan kembali melanjutkan program tersebut. Jadi, tegas Emi, program desa mandiri anggur merah ini bukan satu-satunya, tapi masih ada beberapa program lagi yang bisa dipakai untuk mengatasi kemiskinan. “Program desa mandiri anggur merah itu akan diperbaiki prosesnya dan Marianus Sae- Emilia Nomleni akan mengajak semua pengusaha untuk mengelola dan merubah segmennya pemberdayaan khusus untuk perempuan dan orang muda,” tegas Emi.

Pertanyaan selanjutnya mengenai masalah kemiskinan yang saat ini disandang oleh Provinsi NTT, kemudian apa yang dilakukan oleh paslon nomor urut 3. Pada kesempatan itu, Benny Harman menjelaskan pemberantasan kemiskinan akan selalu menjadi yang prioritas. PAD Provinsi NTT yang awalnya hanya sebesar Rp 1,1 triluan saat ini sudah naik menjadi Rp 4,5 triliun per tahun. Untuk mengatasi masalah kemiskinan di NTT, paslon nomor urut 3 mengaku akan mengelola APBD untuk meningkatkan pendapatan rakyat. Meningkatkan investasi serta membuka Balai Latihan Kerja (BLK) maka diharapkan masyarakat bisa mendapatkan keterampilan. Setelah mendapat keterampilan maka masyarakat miskin dan pengangguran bisa diatasi. Selain itu, paslon nomor urut 3 juga menegaskan akan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan modal usaha. Karena itu, pemerintah harus membangun kerja sama dengan perbankan sehingga semua masyarakat bisa mendapatkan akses modal yang cukup tanpa bunga.

Pertanyaan selanjutnya dari panelis untuk paslon nomor urut 4, yakni untuk mengatasi kemiskinan di NTT, salah satu sektor yakni pariwisata selalu diandalkan. Lalu, mengapa sektor pariwisata sebagai pendorong utama pembagunan ekonomi? Menjawab pertanyaan tersebut, paslon nomor urut 4 menegaskan, selama ini pariwisata selalu didorong. Akan tetapi, hal yang tidak dipahami yakni alam dan budaya NTT. “Akses jalan yang buruk selalu menjadi kendala utama. Karena itu maka kita akan bangun akomodasi pariwisata dengan baik. Jika pariwisata baik, maka seluruh aspek akan ikut berkembang dengan baik pula,” tegas Viktor.

Sementara panelis untuk paslon nomor urut 1 difokuskan pada pertanian dan kehutanan. Menjawab ini, Esthon menjelaskan jika ingin membangun Provinsi NTT, maka harus bisa memetakan semua potensi unggulan dengan baik. Dengan sendirinya maka bisa meningkatkan PAD. “Karena itu maka kerja sama dengan investor yang ada harus dilakukan dengan baik. Selain itu, pariwisata dan sistim transportasi juga harus diperbaiki

termasuk sumber daya manusia di NTT,” jelas Esthon.

Sementara itu, Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe yang diwawancarai Timor Express malam tadi terkait ketidakhadiran calon gubernur NTT, Marianus Sae dalam debat terbuka, menjelaskan sejak penetapan paslon pada 12 Februari lalu sudah ada pemberitahuan dari tim pasangan calon bahwa Marianus Sae sementara dalam proses hukum. “Kita memang tidak keluarkan undangan khusus untuk yang bersangkutan (Marianus Sae) untuk hadir dalam debat terbuka para paslon gubernur dan wakil gubernur NTT karena memang ini adalah kewajiban para pasangan calon untuk hadir. Ketidakhadiran dia memang sudah diketahui sejak awal,” kata Maryanti.

Menurut dia, tidak ada satu pun masyarakat NTT yang tidak tahu kalau Marianus Sae sementara dalam proses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kita memang tidak punya mekanisme khusus untuk menghadirkan para pasangan calon dalam debat terbuka ini. Kecuali para pasangan calon itu tidak hadir saat pelaksanaan debat terbuka ini. Kan yang bersangkutan sudah diketahui sementara menjalani proses hukum sejak penetapan pasangan calon beberapa waktu lalu,” tandas Maryanti.

Sementara calon Wakil Gubernur NTT, Emilia Nomleni mengaku terkait ketidakhadiran Marianus Sae, bukan ranah dia untuk menjelaskannya. “Itu bukan ranah saya untuk membicarakan tentang ketidakhadiran calon gubernur. Tugas saya hanya terus bekerja untuk memenangkan pesta demokrasi di wilayah NTT,” ucapnya singkat.

Terpantau malam tadi di studio IV RCTI, pelaksanaan debat terbuka antara para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT berlangsung tertib. Pasalnya, massa pendukung dari masing-masing paslon mengikuti semua tata tertib yang sudah ditentukan oleh panitia pelaksana debat terbuka tersebut. Saat pelaksanaan debat terbuka dijedah beberapa menit, barulah massa pendukung dari masing-masing calon gubernur dan wakil gubernur NTT diberi kesempatan untuk meneriakkan yel-yel untuk paslonnya masing-masing. Jalannya debat terbuka tersebut juga dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI termasuk pihak keamanan setempat.  Ketika para pasangan calon gubernur dan wakil gunernur NTT selesai menyampaikan jawaban serta tanggapan untuk pertanyaan yang disampaikan oleh moderator, barulah masa pendukung memberikan dukungan dengan cara bertepuk tangan sambil meneriakkan yel-yelnya. Moderator Tina Talisa juga memuji kepatuhan massa pendukung masing-masing paslon sehingga acara debat terbuka malam tadi bisa berjalan dengan lancar. (gat/fmc/sam)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!