Waspadai Tawaran Investasi yang Tak Wajar – Timor Express

Timor Express

EKONOMI BISNIS

Waspadai Tawaran Investasi yang Tak Wajar

Triwulan I 2018, OJK NTT Belum Terima Pengaduan Investasi Bodong

KUPANG, TIMEX – Praktik investasi bodong seakan tak habis-habisnya. Terbaru, Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis 18 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat. Diantaranya, Agen Kuota Exclusive (http://www.kuotaaxclusive.com), PT Duta Network Indonesia, KH Pulsa (khpulsa.id, khpulsa.com, Pulsa Center), PT Citra Travelindo Jaya (Java Travel, https://travelpreneur.academy), PT Sejahtera Mandiri Insani (SMI) (Bit Emass), UFS Atomy, Atomyindo.com, Ufs100.com, Powerful Network Building (PNB).

Kepala OJK Perwakilan NTT, Winter Marbun saat diwawancara Timor Express mengenai rilis terbaru dari OJK, menyebutkan, sampai dengan triwulan pertama tahun 2018, belum ada satu pun masyarakat yang datang melapor/mengadu tentang kegiatan investasi yang dilarang tersebut. Dan berdasarkan pemantauan yang telah dilakukan, pihaknya memang belum melihat investasi illegal/bodong tersebut beroperasi secara kasat mata di NTT. “Mereka tidak punya kantor, karena hanya pakai online sehingga secara kasat mata memang tidak bisa kita lihat. Jadi kita sekarang menunggu masyarakat mengadu atau tidak,” sebut Winter saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (12/4).

Winter mengatakan, masyarakat terkadang sudah menjadi korban dari investasi bodong, namun ketika datang ke OJK, mereka enggan mengatakan dengan jujur atau langsung mengadu.  Kendati demikian, indikasi mengenai beroperasinya investasi bodong sudah bisa terbaca ketika ada masyarakat yang datang hanya untuk bertanya tentang investasi dimaksud. “Sekalipun tidak mengadu dan hanya bertanya-tanya, itu tandanya ada yang sudah kena (jadi korban, red) dan  indikasinya (investasi bodong, red)  ada,” ujarnya.

Untuk memudahkan pemantauan terhadap aktivitas investasi bodong, Winter mengaku ada beberapa cara yang dilakukan OJK. Yakni, memperluas akses sehingga mempermudah masyarakat datang bertanya atau mengadu dan melakukan sosialisasi secara kontinu (tiap bulan) ke daerah-daerah. “Untuk akses pengaduan, di kota-kota besar seperti di Kupang tidak ada masalah. Tapi kalau yang di luar kota, itu yang sulit, makanya kami sosialisasi ke daerah. Biasanya saat sosialisasi, masyarakat cerita pengalaman mereka ketika ditawari investasi dari beberapa oknum,” terangnya.

Winter juga meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran produk atau investasi. Menurut dia, cara yang paling gampang untuk mengetahui suatu investasi masuk dalam kategori bodong, yakni melihat atau mendengar apa yang dijanjikan atau apa yang akan didapat sebagai keuntungan dari investasi tersebut. Bila keuntungan yang dijanjikan sudah tidak wajar dalam artian terlalu besar, maka masyarakat perlu waspada. “Yang paling bagus harus tahu izin-izinnya. Hanya saja masyarakat tidak paham dengan izin-izin. Jadi kalau ada imingan yang gampang dan besar, mendingan bertanya dulu,” katanya.

Yang harus juga diwaspadai, lanjut Winter yakni kegiatan Multi Level Marketing (MLM) dengan modus member get member. Sekalipun tidak semua member get member itu bodong, dia meminta masyarakat untuk bertanya terlebih dahulu. “Apapun modusnya, apapun bentuknya, lebih baik bertanya daripada kita terlanjur menjadi korban,” ungkapnya. (tom)

 

Kegiatan Usaha/Investasi Bodong yang  Pernah Diadukan dan Ditangani OJK NTT

  • LKF Mitra Tiara di Larantuka dengan modus menjanjikan bunga besar.
  • Swissindo dengan modus menjanjikan pelunasan utang.
  • Koperasi Amanda Permata di Waingapu
  • Wein Group di Kupang
  • Smart Global Indotama (SGI) di Rote
  • Komnas PAN di Sikka dengan modus menyetor uang untuk memburu cincin emas seharga Rp 1 miliar.
  • MMM
  • PT Inti Benua Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!