Disagregrasi PMTB Bantu Pemerintah Perbaiki Iklim Investasi – Timor Express

Timor Express

EKONOMI

Disagregrasi PMTB Bantu Pemerintah Perbaiki Iklim Investasi

BPS Mulai Survei Disagregrasi PMTB 2018

KUPANG, TIMEX – Untuk memperoleh data pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tahun 2018 di NTT yang lebih terperinci berdasarkan institusi, industri/lapangan usahan dan jenis komoditi, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Kamis (12/4) lalu menggelar sosialisasi survei penyusunan disagregrasi PMTB di Hotel Aston Kupang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekda NTT, Benediktus Polo Maing. Di awal sambutannya, Polo Maing menyebutkan, pertumbuhan ekonomi di NTT selama 10 tahun terakhir menunjukan trend yang positif dengan rata-rata pertumbuhan berkisar 5 persen. Ekonomi NTT tahun 2017, kata dia, tumbuh sebesar 5,29 persen. Sektor yang berkontribusi paling besar terhadap perekonomian NTT dari sisi produksi, yaitu pertanian, kehuatanan, perikanan sebesar 28,72 persen dari total produk domestik regional bruto (PDRB) NTT tahun 2017. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar bagi PMTB NTT tahun 2017 sebesar 73,18 persen. Sedangkan dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyedia akomodasi dan makanan minuman sebesar 18,60 persen, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen PMTB yang tumbuh sebesar 7,01 persen. “Secara umum selama kurun waktu 2012-2016 pertumbuhan PMTB mengalami fluktuasi. Fluktuasi PMTB sejalan dengan pertumbuhan PDB,” ujarnya.

Investasi, lanjut Polo Maing, khususnya investasi fisik merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang direalisasikan dalam bentuk penambahan aset atau barang modal. Untuk itu, investasi yang sudah digalakan pemerintah selama ini diharapkan mampu menggerakan perekonomian daerah dan memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat termasuk di NTT. “Untuk dapat mengetahui sejauh mana investasi memegang peranan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat tersebut maka diperlukan data dan informasi mengenai PMTB,” katanya.

Polo Maing mengatakan, pemerintah melalui aturan presiden tentang rencana kerja pemerintah 2018 punya 10 prioritas nasional, dimana prioritas nasional keempat yaitu pengembangan dunia usaha dan pariwisata. Program prioritasnya yakni perbaikan iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dan berkaitan dengan prioritas percepatan masalah investasi, salah satu kegiatan prioritasnya adalah tersedianya data modal tetap bruto yang telah disargegrasi berdasarkan institusi (pemerintah, swasta, BUMN) yang berdasarkan industri yang terdiri dari 17 lapangan usaha dan komoditas. “Mengingat pentingnya data yang akan dihasilkan dari kegiatan survei, saya himbau kepada semua pihak untuk mendukung survei yang akan dilakukan BPS sampai Juli 2018 mendatang,” pintanya.

Sementara Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, data modal tetap bruto yang dimiliki selama ini hanya bersifat gelondongan, sehingga data investasi per sektornya tidak diketahui secara pasti. “Sekarang kita lakukan disagregrasi. Kita akan pecah-pecah lagi dan kita akan kumpul data supaya bisa disajikan per sektor sehingga bisa membantu para pengusaha dalam melakukan investasi. Jadi memang perlu data,” katanya.

Maritje menyebutkan, latar belakang dilakukannya survei adalah demi peningkatan kebutuhan data, khususnya data investasi agar lebih detail. Apabila datanya bagus, maka pengembangan dunia usaha juga akan meningkat dan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Menurut Maritje, penyusunan disagregrasi PMBT dapat dipergunakan pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk memperbaiki iklim investasi. Sedangkan untuk dunia usaha, data disagregrasi PMTB dapat digunakan untuk menentukan arah kebijakan usahanya, sebab untuk berinvestasi diperlukan data dan gambaran yang jelas tentang suatu daerah. “Dengan data ini, kita bisa tahu sebesar besar peranan investasi pemerintah, sektor mana saja yang perlu didorong dan sektor mana saja yang perlu peran swasta dan pemerintah. Kalau data ini sudah ada, maka bisa memberikan gambaran yang bagus untuk iklim usaha dan investasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan sosialisasi survei penyusunan disagregrasi PMTB di Hotel Aston Kupang, hadir empat nara sumber. Antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Naek Tigor  Sinaga, Komisaris Utama BPR Christa Jaya, Christofel Liyanto,  Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ejonomi Kreatif Provinsi NTT, Beni Wahon dan Kepala BPS Provinsi NTT, Menurut Maritje. Jalannya diskusi dipandu Presenter Senior RRI, Asher Rihi Tugu. (tom)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Jaringan Berita Terbesar

© 2016 TIMOREXPRESS.COM by FAJAR.co.id

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!