Timor Express

OPINI

Penaku untuk Negeriku (2) Dengan Revolusi Belajar, Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan

 

Oleh: Pati Servasius (Senayan)

Rakyat Ende yang sangat kucintai. Julukan Ende sebagai “Kota Pelajar” tinggal nama. Ini adalah kisah nyata bukan kritikan. Banyak kabupaten di NTT bersaing untuk menunjukan kualitas pendidikan melalui kelulusan Ujian Nasional dan rangking di provinsi NTT pada Ujian Nasional setiap tahun. Berkaitan dengan julukan Ende sebagai kota pelajar, Senayan akan melakukan, “Revolusi Belajar” untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional di Ende melalui “strategi pembelajaran”. Hanya melalui revolusi belajar dan strategi pembelajaran yang akurat kita dapat meningkatkan mutu pendidikan dan kelulusan nasional

Ende belum terlambat untuk bangkit dari keterpurukan mutu pendidikan nasional kalau Ende mau belajar dari beberapa sekolah unggul di NTT atau di luar NTT. Sebuah contoh ilmiah; Hasil Revolusi belajar SMA NCIPS (Nusa Cendana International Plus School) pada kelulusan Ujian Nasional tahun akademik 2012/2013 meraih 100 % dengan klasifikasi A. Ada 14 orang siswa/i SMA NCIPS yang mengikuti UN 2012/2013. Nilai Kimia 10. 00 = 10 0rang. 9.75=4 orang. Nilai Bahasa Inggris 10=2 orang. 90.00-9.80=12 orang. Nilai Biolgi 9.00-9.25=14 orang, Nilai Bahasa Indonesia, Matematika, dan Fisika rata-rata=8,0. SMA NCIPS Kupang meraih prestasi yang mengagumkan di NTT berkat Revolusi Belajar dan Strategi pembelajaran yang diterapkan pada lembaga tersebut

Keberanian Senayan melakukan Revolusi Belajar dengan mengadopsi kurikulum dari Cambridge University yang dipadukan dengan kurikulum nasional secara tuntas dalam “program dua bahasa” atau “bilingual program” membuktikan “metode CMC” menciptakan NCIPS sebagai “sekolah dengan pengantar bahasa Inggris” atau “English Medium School” pertama di NTT serta meraih prestasi yang gemilang di Ujian Nasional dengan rata-rata nilai 10.00 dan 9.00.
Dengan melakukan Revolusi belajar kita dapat meningkatkan mutu pendidikan nasional di Ende. Berkaitan dengan hal tersebut perlu adanya kiat-kiat untuk melakukan Revolusi belajar yang antara lain sebagai berikut

1. Pembinaan tenaga guru melalui pelatihan tentang, “cara menerapkan strategi pembelajaran yang menyenangkan”.
2. Pelatihan bedah SKL yang materinya diambil dari berbagai sumber yaitu soal-soal UN beberapa tahun yang silam serta materi bedah SKL harus sesuai kurikulum nasional.
3. Pelatihan tenaga guru tentang cara mengajar dengan menggunakan “Pembelajaran individu” atau “Individual Learning”.
4. Pelatihan tenaga guru tentang, cara “belajar kolektif” atau “collective learning”.
5. Pelatihan tenaga guru tentang cara belajar menggunakan metode interaktif.
6. Pelatihan tenaga guru tentang cara menggunakan internet sebagai sarana pembelajaran melalui manajemen multi media.
7. Pelatihan tenaga guru melalui “manajemen kelas” atau “pengelolaan kelas” untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
8. Pelatihan tenaga guru tentang, “Quantum Teaching” dan “Quantum Learning”.
9. Pelatihan tenaga guru tentang cara meraih nilai UN 10. 00 atau nilai tertinggi.
10. Pelatihan tenaga guru tentang cara mengajar program akselerasi yang efektif.
11. Pelatihan tenaga guru tentang cara belajar yang efektif bagi siswa/i yang daya ingatannya lemah.

Sudah saatnya melalui Revolusi Belajar kita ubah sistem pendidikan lama yang dianggap tidak efektif dan diganti dengan sistem pendidikan yang baru yang jauh lebih baik. Contoh: Lembaga pendidikan NCIPS di Kupang. Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh NCIPS Kupang dapat dipakai di Ende bila rakyat Ende menghendaki kembalinya Ende sebagai kota pelajar.
Revolusi Belajar yang akan dilakukan Senayan adalah;
1. Mulai dari PAUD (TK), SD, SMP dan SMA wajib diberikan pelajaran Bahasa Inggris yaitu Grammar dan Conversation. (Kurikulum dan buku pegangan guru dan murid telah disiapkan).
2. IT dan Internet diberikan mulai dari SD hingga SMA/SMU atau sederajad. (Kurikulum dan buku pegangan guru dan murid telah disiapkan).
3. Mendirikan sekolah satu atap mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA dengan nama PAUD , SD, SMP dan SMA FIPS yaitu ENGLISH MEDIUM SCHOOLS (Sekolah-sekolah dengan Pengantar Bahasa Inggris). Pada awalnya FIPS hanya beroperasi di kota Ende.
4. Sekolah-sekolah besar dan terkenal seperti SMA Syuradikara, SMA Ndao, SMP Ndao, SMP Maria Goreti dan lain-lain akan dibimbing menjadi ENGLISH MEDIUM SCHOOLS.
5. Memberi pembinaan kepada semua sekolah-sekolah swasta agar menerapkan manajemen kelas atau pengelolaan kelas yang benar agar hasil pembelajaran bisa optimal.
6. Memberi pelatihan tentang penggunaan Curriculum dari Cambridge University, UK (United Kingdom) kepada sekolah-sekolah negeri dan swasta.
7. Belajar tanpa batas melalui internet.

Rakyat Ende yang sangat kucintai. Mari kita sambut kembangkitan mutu pendidikan nasional di Ende melalui revolusi pendidikan dan revolusi belajar. Hanya dengan revolusi pendidikan dan revolusi belajar kita bisa tingkatkan mutu pendidikan nasional dan mutu kelulusan Ujian Nasional. Para guru, orangtua murid, siswa/i dan pemerintah kabupaten Ende adalah penentu mutu pendidikan nasional.
Dengan revolusi belajar kita tingkatkan mutu pendidikan nasional di Ende. Dengan tercapainya mutu pendidikan dan kelulusan yang baik, kita jadikan Ende sebagai kota pelajar dan kota pendidikan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer Minggu ini

Copyright © 2018 Timor Espress

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!