Anggaran Pendidikan Harus Ditambah – Timor Express

Timor Express

PENDIDIKAN

Anggaran Pendidikan Harus Ditambah

PANTAU UNBK.Kadis Pendidikan NTT, Johanna Lisapaly didampingi Kepala Sekolah SMAN I SoE, KorWas TTS, Pengawas, Camat Kota SoE dan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto saat memantau UNBK di SMAN I SoE, TTS, Kamis (12/4)

IST

DPRD Soroti Minimnya Fasilitas Pendukung UNBK

KUPANG, TIMEX-Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMK dan SMA di Provinsi NTT telah berakhir, namun masih menyisakan banyak persoalan. Mulai dari masalah pasokan listrik, jaringan internet hingga ketersediaan komputer dan juga ruang belajar.

Hal ini menurut Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto harus menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi NTT. Pasalnya, kewenangan yang diberikan kepada provinsi untuk mengelola SMK dan SMA harus benar-benar dibuktikan dengan perhatian serius terhadap ketersediaan sarana dan prasarana sekolah.

“Anggaran untuk pendidikan di provinsi kita masih di bawah 5 persen. Ini harus diubah. Harus ditambah. Kita sudah lihat sendiri buktinya saat UNBK, banyak sekali kekurangan di sekolah,” kata Jimmy kepada Timor Express, Senin (16/4).

Menurut Jimmy, saat UNBK, dirinya menyempatkan diri memantau di Kota Kupang hingga Kabupaten TTS bersama Kepala Dinas Pendidikan NTT, Johanna Lisapaly dan tim lainnya. Di Kabupaten TTS misalnya, rombongan mengunjungi SMA Negeri I SoE, SMAK Efata, SMA PGRI MNelaleta, SMA Kristen I dan SMA Kristen II. Selanjutnya ke SMA Negeri I Kapan dan meninjau kegiatan praktek siswa SMK Negeri I SoE.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya mendapati banyak persoalan yang menurut dia harus ditangani serius. “SMAN I Kapan, misalnya, mereka menggelar UNBK tapi belum ada komputer, jadi pinjam dari SMA Kristen Kapan. Nah, kalau tahun depan SMA Kristen ujian juga, nanti bagaimana dengan SMAN I Kapan?” kata Jimmy.

Dia tambahkan, UNBK sudah diakui lebih baik dan bahkan memudahkan siswa. Sehingga, pemerintah sudah saatnya mempersiapkan sekolah-sekolah agar bisa menggunakan sistem komputer pada UN tahun depan. “Ini baru di kota. Bagaimana dengan yang di kampung-kampung, tidak ada listrik dan tidak ada jaringan internet. Ini tanggungjawab siapa? Pemerintah harus siapkan. Karena kita ingin tingkatkan mutu pendidikan, tetapi sepertnya jauh dari harapan,” tutup dia.(cel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!